Ketua Apindo Batam Sayangkan Sikap BP Batam Tak Anggap SEZ Johor-Singapura Ancaman Investasi - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ketua Apindo Batam Sayangkan Sikap BP Batam Tak Anggap SEZ Johor-Singapura Ancaman Investasi

Rafki Rasyid: Jangan Kita Terlena dalam Mimpi Indah

15/Jan/2025 11:35
Harap Lelang SPAM Batam Transparan, Ketua APINDO Batam: Kalau Bisa Libatkan Masyarakat

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid. (F: medianesia.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, menyayangkan sikap Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menyatakan bahwa zona ekonomi khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) bukan sebagai ancaman.

Sebelumnya, BP Batam mengatakan bahwa kehadiran JS-SEZ itu sebagai motivasi untuk berbenah.“BP Batam tidak melihatnya sebagai ancaman,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB) dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa, Selasa, 14 Januari 2025, dilansir CNN Indonesia.

“Kita sayangkan BP Batam tidak merasa tersaingi dengan kerjasama pengembangan KEK di Johor antara Singapura dan Malaysia. Perlu dipahami bahwa apa yang dikembangkan di Johor itu, sangat mirip dengan Batam. Industri yang akan ditarik ke sana juga mirip dengan industri yang ada di Batam. Kok bisa BP Batam menganggapnya bukan saingan,” kata Rafki kepada BatamNow.com, Rabu (15/01/2025).

Menurutnya, JS-SEZ tak boleh dianggap bukan ancaman ataupun saingan keberlangsungan investasi di Batam.

“Padahal sejak dulu Johor merupakan saingan utama Batam dalam merebut investor. Selain itu Filipina sekarang juga sedang bergerak cepat membenahi iklim investasinya untuk merebut investor di kawasan regional. Akibatnya saingan Batam semakin banyak. Selain Vietnam, Johor, dan Thailand,” jelasnya.

Ia berpesan, sebenarnya sah-sah saja dan tidak ada masalah untuk bersaing dalam memajukan investasi. Itu biisa menjadi pemacu untuk terus berbenah menjadi lebih baik.

“Secara ekonomi, persaingan itu akan menciptakan kemajuan. Semua pihak akan mengeluarkan potensi terbaiknya untuk memenangkan persaingan. Pihak yang takut bersaing atau tidak mau bersaing, maka jelas akan kalah sebelum bertanding,” tuturnya.

Ia mengimbau agar semua pihak, utamanya BP Batam, menganggap kehadiran JS-SEZ ini sebagai “warning” yang dinilai akan lebih menarik dilirik calon investor ketimbang Batam dengan iklim investasinya saat ini.

“Apa yang menjadi keluhan investor selama ini harus secepatnya diselesaikan. Jangan dianggap tidak ada masalah karena merasa tidak bersaing dengan negara tetangga. Jangan sampai kita terlena dalam mimpi indah,” pesan Rafki.

“Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi tahun lalu jangan sampai membuat kita lengah. Persaingan memperebutkan investasi di tengah globalisasi yang makin kuat saat ini, semakin intens. Kita harus bisa memenangkannya,” lanjutnya.

JS-SEZ 5 Kali Lebih Luas dari Batam, Targetkan US$ 28 Miliar ke PDB Malaysia

JS-SEZ dikembangkan oleh Malaysia dan Singapura di negara bagian Johor, Malaysia, untuk mendukung investasi serta mempermudah pergerakan barang dan orang antara kedua negara.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menekankan bahwa proyek inisiatif yang jarang sekali terjadi antara dua negara ini, diharapkan dapat menarik investasi bernilai tinggi di sektor-sektor seperti manufaktur, logistik, pariwisata, hingga transisi energi.

Melansir Channel News Asia, JS-SEZ memiliki luas 3.571 kilometer persegi (Km²).

Area kawasan ekonomi khusus (KEK) di Johor itu hampir 5 kali lebih luas dari Kota Batam, empat kali lebih besar daripada Singapura dan hampir dua kali ukuran Shenzhen kawasan ekonomi khusus di Tiongkok.

Berdasarkan Perpres 87 Tahun 2011, Kota Batam memiliki luas 73.239,04 hektare (Ha) atau setara 732,39 Km², diitung mulai dari luas Pulau Batam, Rempang, Galang, hingga Galang Baru yang menjadi wilayah Kerja BP Batam.

JS-SEZ akan terdiri dari sembilan zona unggulan yang melayani berbagai sektor ekonomi di daerah seperti Pusat Kota Johor Bahru, Iskandar Puteri, Desaru, dan Pengerang Integrated Petroleum Complex.

Pembagian area di kawasan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). (F: Channel News Asia)

Kesembilan zona itu dengan berbagai sektor ekonomi sebagai berikut:

  1. Johor Baru City Centre: layanan bisnis, ekonomi digital, kesehatan
  2. Iskandar Puteri: manufaktur, layanan bisnis, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, pariwisata
  3. Tanjung Pelepas-Tanjung Bin: manufaktur, energi, logistik
  4. Pasir Gudang: manufaktur, energi ,logistik
  5. Senai-Skudai: manufaktur, eknomi digital, pendidikan, logistik, pariwisata
  6. Sedenak: manufaktur, layanan bisnis, ekonomi digital, pendidikan, energi, ketahanan pangan, kesehatan, logistik, pariwisata
  7. Forest City: layanan keuangan
  8. Pengerang Integrated Petroleum Complex (PIPC): manufaktur, energi, logistik
  9. Desaru: pendidikan, ketahanan pangan, kesehatan, pariwisata.

Tujuannya sangat mengesankan: 50 proyek dan menyediakan 20.000 pekerjaan terampil dalam 5 tahun pertama, serta 100 proyek dalam satu dekade.

Menurut Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, secara keseluruhan JS-SEZ diharapkan menambah US$28 miliar (setara Rp 456 triliun) per tahun ke produk domestik bruto (PDB) Malaysia dalam 10 tahun mendatang. (D)

Berita Sebelumnya

Sukses Konversi Syariah, Bank Nagari Studi Banding ke Bank Riau Kepri Syariah

Berita Selanjutnya

Buaya Berkeliaran, PT Perkasa Jagat Karunia Masih Bungkam Meski Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Mengingatkan

Berita Selanjutnya
Buaya Berkeliaran, PT Perkasa Jagat Karunia Masih Bungkam Meski Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Mengingatkan

Buaya Berkeliaran, PT Perkasa Jagat Karunia Masih Bungkam Meski Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Mengingatkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com