BatamNow.com – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam periode 2025-2030.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan di Batam.
Posisi jabatan keduanya dapat disebut agak berbeda dari ratusan Kepala Daerah yang dilantik bersamaan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 20 Februari 2025.
Terlebih bagi Li Claudia Chandra yang akrab disapa Alin ini.
Karena selain menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, keduanya juga dilantik sebagai ex-officio Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2025.
Mereka dilantik di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Dewan Kawasan Batam Airlangga Hartarto sekitar pukul 14.00, pada hari yang sama, usai pelantikan di Istana Kepresidenan.
Jabatan sebagai Wakil Wali Kota Batam dan sekaligus sebagai ex-officio Wakil Kepala BP Batam yang disandang Li Calaudia Chandra, baru kali ini sepanjang perjalanan sejarah instansi pemerintahan dan Badan Layanan Umum (BLU) itu.
Dan baru yang pertama kali, dua posisi jabatan itu disandang seorang wanita. Li Claudia telah mengukir sejarah di Batam.
Jabatan mereka sandang berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 2025, di mana Amsakar dan Li Claudia secara otomatis menjabat sebagai ex-officio Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.
Jabatan ex-officio Kepala BP Batam oleh Wali Kota Batam dimulai sejak tahun 2019 oleh Muhammad Rudi yang kini sudah “lengser”.
Profil Li Claudia Chandra
Sesuai jejak digital yang dilacak media ini, Li Claudia Chandra, memiliki pengalaman bisnis dan politik yang mumpuni.
Sebagai pengusaha sukses dan mantan Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan, ia diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan BP Batam dan pemerintahan kota.
Sebelum terjun ke dunia politik, Li Claudia Chandra dikenal sebagai pengusaha sukses.
Ia mendirikan beberapa usaha di bidang makanan dan minuman, seperti Sarpino’s Pizza (2005), Kedai Kopi Papa Ong(2011), dan Tasconi’s Pizza (2012).
Pengalaman bisnisnya ini memberinya wawasan luas dalam mengelola sumber daya dan membangun jaringan, yang kemudian menjadi modal penting dalam karier politiknya.
Li Claudia Chandra lahir pada 24 Mei 1972 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Ia merupakan anak kesembilan dari sebelas bersaudara.
Alin menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Dabo Singkep (1988-1991) dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tarumanegara, Jakarta, dengan mengambil jenjang Diploma 3.
Li Claudia Chandra memulai karier politiknya pada tahun 2012 dengan bergabung ke Partai Gerindra.
Pada Pemilu Legislatif 2019, ia berhasil terpilih sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Selatan dengan perolehan 2.803 suara.
Harapan dan Tantangan
Bersama Amsakar kepada media, Li Claudia berkomitmen untuk menciptakan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memastikan kebijakan yang diambil mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Tantangan ke depan yang kami hadapi mereka hadapi termasuk mengatasi tumpang tindih kebijakan, meningkatkan realisasi investasi, dan memastikan pembangunan yang inklusif bagi seluruh warga Batam,” ujar mereka berdua.
Masyarakat Batam pun menyambut baik kepemimpinan baru ini dan berharap dapat melihat perubahan positif dalam lima tahun ke depan. (Red)


