23 Orang Meninggal Usai Disuntik Pfizer, Norwegia Ubah Kebijakan Vaksinasi - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

23 Orang Meninggal Usai Disuntik Pfizer, Norwegia Ubah Kebijakan Vaksinasi

by BATAM NOW
16/Jan/2021 06:50
BPOM AS Ungkap Efek Samping Vaksin Corona Pfizer
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Otoritas Norwegia mengubah kebijakan vaksinasi usai kematian 23 orang setelah menerima vaksin corona Pfizer.

Dilansor Kompas.com, mayoritas korban jiwa diketahui adalah lansia di atas 80 tahun yang tinggal di panti jompo.

Saat ini, agar peristiwa serupa tak terulang Badan Obat Norwegia telah mencantumkan efek samping yang timbul ke dalam keterangan vaksin.

“Kami memasukkan mual dan demam sebagai efek samping yang mungkin bisa menyebabkan kematian bagi pasien yang lemah,” kata salah satu anggota Badan Obat Norwegia Sigurd Hortemo seperti dikutip dari Associated Press.

Menambahkan Hortemo, Direktur Badan Obat Norwegia Steinar Madsen menyatakan bahwa vaksin tersebut memang memiliki efek samping dan itu bisa berbahaya bagi pasien yang kondisi tubuhnya lemah.

“Kini dokter harus hati-hati saat mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi. Mereka yang sangat lemah dan penderita sakit kronis bisa divaksinasi setelah pemeriksaan mendalam,” tutur Madsen.

Sebelum kejadian meninggalnya puluhan orang, otoritas Norwegia hanya mencantumkan keterangan efek samping yang ada pada vaksin akan sebanding dengan penurunan risiko sakit parah akibat COVID-19 untuk orang tua dan yang punya penyakit bawaan.

Norwegia sejak memulai program vaksinasi pada Desember lalu, sudah memberikan vaksin pada lebih dari 30 ribu orang. Selain vaksin Pfizer mereka juga memberikan vaksin Moderna.

Baik Pfizer dan Moderna merupakan vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat. Kedua vaksin itu diklaim punya tingkat efektivitas di atas 90 persen.(*)

Berita Sebelumnya

Ketua KKSS Batam atas Penembakan Haji Permata: Kami akan Menuntut Bea Cukai

Berita Selanjutnya

Cemas Pengguna Kabur, WhatsApp Tunda Kebijakan Bagi Data

Berita Selanjutnya
Jutaan Ponsel Tak Bisa Gunakan WhatsApp Mulai 1 Januari 2021

Cemas Pengguna Kabur, WhatsApp Tunda Kebijakan Bagi Data

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com