PT Lestari Nauli Jaya Bayarkan Sewa Alat Berat dan Uang Makan yang Tertunda ke Pekerja Rumah Rempang Eco-City - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

PT Lestari Nauli Jaya Bayarkan Sewa Alat Berat dan Uang Makan yang Tertunda ke Pekerja Rumah Rempang Eco-City

11/Mar/2025 13:37
PT Lestari Nauli Jaya Bayarkan Sewa Alat Berat dan Uang Makan yang Tertunda ke Pekerja Rumah Rempang Eco-City

Direktur PT Lestari Nauli Jaya Cabang Batam, Bondan Sudirman. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – PT Lestari Nauli Jaya (LNJ) kontraktor pelaksana pembangunan rumah relokasi Rempang Eco-City, akhirnya membayarkan biaya sewa alat berat dan uang makan yang tertunda kepada para vendor dan operator alat berat yang bekerja dalam proyek di Tanjung Banun itu.

Direktur PT Lestari Nauli Jaya Cabang Batam, Bondan Sudirman mengatakan bahwa hak pekerja yang tertunggak itu dibayarkan pada Senin (10/03/2025) sore, usai para operator menggelar aksi di lokasi proyek pada siang hari.

Ia katakan, yang dibayarkan kemarin itu adalah biaya tertunggak untuk saatu bulan saja yakni periode Januari 2025. Pembayarannya tertunda karena masih ada proses verifikasi oleh Bagian Keuangan perusahaan tersebut. Sementara periode Februari telah dilunasi.

“Yang miss ini, yang memang belum terbayarkan itu periode bulan Januari. Karena ada dokumen yang diterima oleh Bagian Keuangan dan invoice yang diserahkan oleh vendor ke Bagian Keuangan itu ada perbedaan. Sehingga karena ada perbedaan, harus dilakukan proses verifikasi,” jelas Bondan, ditemui di kawasan Batam Center, Selasa (11/03/2025) pagi.

Perbedaan itu pada timesheet (jam kerja) alat berat dan operator yang dimiliki Bagian Keuangan dengan invoice dari vendor, ada yang lebih besar maupun lebih kecil.

Menurutnya, perbedaan terjadi utamanya soal perhitungan jam kerja alat berat yang tetap di-charge setengah hari meski tidak beroperasi sesuai kesepakatan.

Pada Januari disebutnya dengan intensitas hujan cukup lumayan, sehingga ada waktu alat berat tidak beroperasi. Itulah yang kemudian perlu diverifikasi pihak perusahaan.

“Minimal kita ambil tengahnya dulu, yang menjadi timesheet itu kita bayarkan dulu. Nanti selisihnya tinggal kita bicarakan lagi seperti apa verifikasinya,” kata Bondan.

Sementara uang makan operator alat berat yang dibayarkan pada kemarin sore juga adalah untuk periode Januari 2025. “Paling ada yang Rp 900 ribu, Rp 1,2 juta. Kalau uang makan itu per hari. Kalau gaji operator itu oleh vendor, tapi kita kasih bonus uang makan di lapangan itu per hari Rp 100 ribu,” terangnya.

Bondan katakan lagi, uang makan juga ikut tertunda pembayarannya karena juga berhubungan dengan timesheet yang masih butuh verifikasi.

Ia tak ingat pasti angka yang dibayarkan untuk total biaya sewa alat berat dan uang makan operator periode Januari 2025.

“Kurang dari Rp 10 juta kalau untuk uang makan. Kalau sewa alat, sekitar Rp 170 [juta]-an lah untuk 4 vendor,” kata Bondan.

Yang masih menjadi pekerjaan PT LNJ saat ini terkait pembayaran, lanjutnya, adalah penyelesaian selisih bayar jika verifikasi selesai dilakukan. “Ini masih di-clear-kan sampai sekarang juga perbedaan ini. Mudah-mudahan bica cepat clear,” ucapnya.

Ia katakan, jumlah alat berat yang dikerahkan saat ini telah berkurang dan lebih sedikit. “Karena pekerjaan tanah kan sudah hampir dibilang selesai. Nanti sebagian kecil yang disisakan,” tukasnya.

Dua unit alat berat diparkir di persimpangan jalan dekat Blok F Perumahan Rempang Eco-City di Tanjung Banun, Pulau Rempang, Senin (10/03/2025). (F: BatamNow)

Diberitakan media ini, beberapa operator alat berat berkumpul dan menggelar aksi protes di perumahan Rempang Eco-City pada Senin (10/03/2025) sekira pukul 10.50 WIB.

Dalam aksi itu mereka memarkirkan 1 unit bulldozer serta 1 unit kendaraan roller hingga menutupi sebagian persimpangan jalan di dekat Blok F perumahan Rempang Eco-City.

Mereka menuntut hak mereka berupa biaya sewa alat berat dan uang makan untuk dibayarkan. Tak lama, para operator itu bertemu dengan perwakilan pihak PT LNJ di salah satu rumah yang ada di perumahan itu. (D)

Berita Sebelumnya

Tokoh LAM Minta Kapolda Kepri Tidak Berpihak dan Segera Proses Aduan PT DTL Terkait Perobohan Hotel Purajaya

Berita Selanjutnya

Menbud Fadli Zon Didampingi Wagub Nyanyang Kunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Tanjungpinang

Berita Selanjutnya
Menbud Fadli Zon Didampingi Wagub Nyanyang Kunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Tanjungpinang

Menbud Fadli Zon Didampingi Wagub Nyanyang Kunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Tanjungpinang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com