Masuk Tahun Kedua Perjuangan, Tekad Warga Rempang akan Pertahankan Kampungnya dari Penggusuran - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Masuk Tahun Kedua Perjuangan, Tekad Warga Rempang akan Pertahankan Kampungnya dari Penggusuran

by BATAM NOW
05/Apr/2025 16:52
Masuk Tahun Kedua Perjuangan, Tekad Warga Rempang akan Pertahankan Kampungnya dari Penggusuran

Beberapa perwakilan warga Rempang dari ratusan KK yang menolak relokasi ataupun transmigrasi lokal, ditemui BatamNow.com di Kampung Sembulang Hulu, Pulau Rempang, pada Kamis (03/04/2025). F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Perjuangan warga Pulau Rempang kini memasuki tahun kedua dalam mempertahankan kampung-kampung mereka dari penggusuran atau skema perpindahan lainnya yang dianggap dengan tujuan sama saja.

Untuk pengembangan proyek strategis nasional Rempang Eco-City, pemerintah berupaya memindahkan warga di pulau itu, mulai menggunakan skema relokasi, pergeseran, hingga kini diwacanakan transmigrasi lokal.

Berbagai hal dialami warga sejak tahun 2023, mulai dari puncak ketegangan saat bentrok dengan aparat di Jembatan IV Barelang pada 7 September, lalu demo berakhir ricuh pada 11 September yang berujung pemidanaan, hingga berbagai aksi protes yang tetap dilakukan sampai sekarang.

Meskipun begitu, Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB) menegaskan bahwa masih banyak warga tetap bertekad mempertahankan kampungnya, yang merupakan ruang hidup mereka secara turun-temurun.

Data dihimpun AMAR-GB, masih ada 520 KK yang kukuh bertahan di 5 kampung terdampak tahap awal pengembangan Rempang Eco-City. Perhitungan mereka, ada 162 KK lainnya yang setuju direlokasi.

Koordinator Umum AMAR-GB, Ishak menegaskan bahwa masyarakat Rempang yang dinaungi organisasi rakyat itu tidak menolak pembangunan, asalkan tidak merelokasi atau menggusur warganya serta tidak merusak ruang hidup masyarakatnya.

Selain itu, mereka juga berharap kampung-kampung di Rempang mendapatkan sertifikat sebagai legalitas kampung tua. Terbaru, pemerintah telah menerbitkan sertifikat hak milik (SHM) kepada warga yang setuju direlokasi ke pemukiman baru di Tanjung Banun, Pulau Rempang.

 

1 of 4
- +

“Intinya sekuat apapun, semampu kami berjuang tetap kami akan berjuang sampai kami dapatkan yang kami harapkan kampung tua dilegalkan disertifikatkan. Dan masyarakat yang tradisi Melayu itu tidak bisa terlepas identitasnya itu daripada laut dan darat. Perjuangan ini perjuangan sejarah karena dititipkan oleh leluhur, tanah yang kami diami ini tanah leluhur jadi keterkaitan masyarakat Melayu dengan tanah itu tidak bisa dinilai dengan duit,” tegas Ishak, saat ditemui BatamNow.com di Kampung Sembulang Hulu, Rempang pada Kamis (03/04/2025).

Koordinator Umum AMAR-GB, Ishak (kiri) dan Ketua RT Sembulang Hulu, Aris (kanan). (F: BatamNow)

Hal tersebut diamini beberapa warga lainnya yang ikut dalam pertemuan dengan Ishak.

“Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan sampai mati kami akan berjuang mempertahankan kampung kami,” ujar mereka.

Soal rencana transmigrasi lokal yang kini digaungkan, juga ditolak warga Rempang karena dirasa hanya akal-akalan dari pemerintah untuk merelokasi warga.

“Kami curiga program transmigrasi lokal ini masih bau-baunya PSN juga. Jujur saja kedatangan mereka ke Sembulang dan Pasir Panjang itu kan masyarakat menolak dengan spanduk penolakan baik itu relokasi maupun transmigrasi lokal. Apalagi pemerintah maupun menteri pada saat itu tidak menjelaskan secara detail apakah memang sudah dicabut PSN kemudian timbul transmigrasi lokal ini atau hanya gabungan antaran PSN dan transmigrasi,” terang Ishak.

Warga Rempang menyampaikan penoolak transmigrasi lokal, Sabtu (29/03/2025). (F: Dok. Warga)

Senada, Ketua RT Sembulang Hulu, Aris juga mempertanyakan wacana transmigrasi lokal di Rempang.

“Kalau kami sendiri mengambil kesimpulan transmigrasi lokal ini sama dengan menggeser jadi sama saja menggusur kan ujung-ujungnya pindah juga.  Sementara kami ini mempertahankan kampung ini. Untuk intimidasi macam dulu-dulu tidak ada lagi, sudah tenang. Tapi walaupun sudah tenang kami masih tetap wasapada,” ucapnya.

Pengembangan Rempang Eco-City ini dijanjikan akan membuka lapangan pekerjaan yang besar. Tapi Aris mempertanyakan, apakah hanya dengan proyek tersebut baru pemerintah bisa mensejahterakan masyarakat Rempang.

“Kalau memang pemerintah mensejahterakan masyarakat untuk merekrut tenaga kerja tidak harus menunggu Rempang Eco-City. Di Batam bejibun perusahaan, kenapa anak daerah susah cari kerja. Jadi ngapain nunggu Rempang Eco-City, perusahaan di Batam banyak,” ujarnya.

@batamnow Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan rombongan mendatangi Kampung Sembulang Pasir Merah, di Pulau Rempang, Kota Batam pada hari ini, Sabtu (29/03/2025). Iftitah juga didampingi Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Di hari yang sama saat kunjungan rombongan pemerintah pusat-daerah itu, sekitar ratusan warga Rempang yang menolak digusur dari kampung halamannya juga menggelar aksi menyuarakan sikap kukuh merega menolakan relokasi maupun transmigrasi lokal yang menjadi rencana terbaru. Baca selengkapnya di BatamNow.com #fyp #fypage #batam #bpbatam #rempang #galang #barelang #batamdaily #batamhits #batampunyacerita #semuatentangbatam #batamsirkel #batamnews #batamhariini #batamnow #kotabatam #batamisland #batamtiktokcommunity ♬ Powerful songs like action movie music – Tansa

Belakangan ini, wacana transmigrasi lokal gencar digaungkan pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi.

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pun sudah beberapa kali turun ke Rempang, termasuk ke kampung warga yang menolak relokasi.

Pun begitu, warga Rempang tetap menyuarakan penolakan mereka terhadap relokasi dan transmigrasi lokal kepada Menteri Iftitah yang berkunjung ke Kampung Sembulang Pasir Merah, bersama Kepala BP Batam Asmakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra pada Sabtu (29/03/2025). (Hendra)

Berita Sebelumnya

Apindo Batam: Tarif Resiprokal AS akan Berdampak Signifikan ke Industri Batam, Bisa Berujung Gelombang PHK

Berita Selanjutnya

Wartawan Kembali Jadi Korban Kekerasan Polisi, Kapolri Minta Maaf

Berita Selanjutnya
Tri Agung: Kompetensi Wartawan Harus Utuh. Pekerjaannya dari Kaki ke Otak

Wartawan Kembali Jadi Korban Kekerasan Polisi, Kapolri Minta Maaf

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com