BatamNow.com – Satu video viral menunjukkan warga berbondong-bondong memungut bawang merah dan bawang bombai yang berserakan di satu lokasi di kawasan Tanjung Sengkuang, Batam.
Warga sekitar menyebut tumpukan bahan pangan itu dibuang oleh satu perusahaan penyortir bawang di Sei Tering II, RT 02 RW 05, pada Sabtu (25/10/2025) subuh.
Kemudian Minggu menjelang siang, lokasi tersebut ramai didatangi masyarakat setelah divideokan dan viral di media sosial. Jalanan di sekitar area bahkan sempat macet karena banyaknya kendaraan yang parkir.
Menurut perangkat RW di lokasi, warga terus berdatangan bahkan dari luar wilayah Sengkuang untuk mengambil bawang buangan itu hingga Senin (27/10) dini hari tadi.
@batamnow Satu video viral menunjukkan warga berbondong-bondong memungut bawang merah dan bawang bombai yang berserakan di satu lokasi di kawasan Tanjung Sengkuang, Batam. Warga sekitar menyebut tumpukan bahan pangan itu dibuang oleh satu perusahaan penyortir bawang di Sei Tering II, RT 02 RW 05, pada Sabtu (25/10/2025) subuh. Sementara Ketua RW 05 Tanjung Sengkuang, Ramli Nasution, mengaku tidak menerima pemberitahuan dari pihak perusahaan di lingkungannya itu terkait pembuangan dalam jumlah besar tersebut. “Karena dari pihak perusahaan atau PT yang berlokasi di tempat saya itu, RW 05, itu tidak ada koordinasi, tidak ada pemberitahuan,” ujarnya. Bawang Buangan Disebut Sebanyak 10 Ton Menurut Ramli, dari keterangan yang diterimanya, sekitar 10 ton bawang dibuang oleh perusahaan penyortir yang telah beroperasi beberapa tahun di kawasan itu. “Kurang lebih informasi dari waktu saya turun tadi sama orang kelurahan, itu kurang lebih sekitar 10 ton yang dibuang,” jelas Ramli. “Karena membeludaknya warga tidak terkontrol lagi, terakhirnya dari pihak perusahaan mengambil inisiatif. Terakhirnya ditimbunlah pakai belco. Jadi sisanya itu ditimbun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya. Ramli menyebut pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP telah turun ke lokasi untuk meminta klarifikasi kepada perusahaan. “Tapi yang jelas tadi dikonfirmasi oleh pihak kelurahan yang bertanggung jawab di situlah, dia menyampaikan memang bawang itu layak dikonsumsi. Masih bagus lah, masih layak lah, tapi tidak layak untuk dijual,” ujarnya. Baca selengkapnya di BatamNow.com #batam #batamnow #batamtiktok #fyp #batamnews #batamsirkel #batamhariini #beritabatam #batamhits #fypシ゚viral #rempang #semuatentangbatam #galang #batampunyacerita #batamdaily #barelang #fypシ #batamtiktokcommunity ♬ original sound BatamNow.com
Pantauan BatamNow.com, Senin siang, lokasi pembuangan bawang itu di belakang rumah warga yang merupakan tanah kosong dengan kontur miring bersudut sekitar 45 derajat.
Kini lokasinya sudah ditimbun menggunakan tanah dan tak terlihat lagi tumpukan bawang buangan. Pun telah ada petugas keamanan berjaga di sana.

“Jalan di atas itu sampai tak bisa lewat orang karena penuh motor parkir bahkan ada yang bawa mobil. Tapi setelah Isya semalam sudah mulai ditimbun,” ujar salah satu warga sekitar lokasi pembuangan.
Salah seorang ibu rumah tangga mengaku, bawang tersebut dibuang karena sudah bertunas dan tidak layak dijual.
“Bawang itu sudah bertunas makanya dibuang. Saya dulu pernah bekerja di sana membersihkan bawang dan menyortir bawang. Satu karung kecil itu 5 kilogram, lumayanlah uangnya,” katanya.
Sementara Ketua RW 05 Tanjung Sengkuang, Ramli Nasution, mengaku tidak menerima pemberitahuan dari pihak perusahaan di lingkungannya itu terkait pembuangan dalam jumlah besar tersebut.
“Karena dari pihak perusahaan atau PT yang berlokasi di tempat saya itu, RW 05, itu tidak ada koordinasi, tidak ada pemberitahuan,” ujarnya.

Bawang Buangan Disebut Sebanyak 10 Ton
Menurut Ramli, dari keterangan yang diterimanya, sekitar 10 ton bawang dibuang oleh perusahaan penyortir yang telah beroperasi beberapa tahun di kawasan itu.
“Kurang lebih informasi dari waktu saya turun tadi sama orang kelurahan, itu kurang lebih sekitar 10 ton yang dibuang,” jelas Ramli.
“Karena membeludaknya warga tidak terkontrol lagi, terakhirnya dari pihak perusahaan mengambil inisiatif. Terakhirnya ditimbunlah pakai belco. Jadi sisanya itu ditimbun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.
Ramli menyebut pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP telah turun ke lokasi untuk meminta klarifikasi kepada perusahaan.
“Tapi yang jelas tadi dikonfirmasi oleh pihak kelurahan yang bertanggung jawab di situlah, dia menyampaikan memang bawang itu layak dikonsumsi. Masih bagus lah, masih layak lah, tapi tidak layak untuk dijual,” ujarnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) atau instansi terkait mengenai kelayakan konsumsi bawang-bawang tersebut. Padahal, sejumlah warga diduga telah membawa pulang dalam jumlah besar yang menimbulkan kekhawatiran bila dikonsumsi atau bahkan dijual kembali.
Terkait bawang buangan akhirnya dikonsumsi itu, waratawan BatamNow.com masih berupaya mengkonfirmasi ke Kepala Dinkes Batam dan pihak Badan Karantina Hewan, Ikan, & Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau di Kota Batam. (H)

