BatamNow.com – Gulma eceng gondok (Eichhornia crassipes) kini menyemak di Waduk Duriangkang dan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas air baku.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, berencana menggelar gotong royong (goro) massal guna membersihkan gulma yang pertumbuhannya semakin masif.
Sejumlah elemen masyarakat akan dikerahkan dalam aksi ini, mulai dari unsur TNI, Balai Besar Wilayah Sungai IV Sumatera, masyarakat, pecinta lingkungan dan relawan/aktivis lingkungan.
Meski demikian, jadwal pelaksanaannya belum dipastikan.
Pola pembersihan massal ini mencontoh praktik yang dilakukan di Waduk Rawa Pening, Jawa Tengah.
Pada minggu sebelumnya, Ariastuty Sirait telah dua kali memimpin kegiatan gotong royong dengan melibatkan masyarakat meski hanya dengan tenaga skala terbatas.
Kegiatan terakhir digelar pada Sabtu (22/11/2025).
Ariastuty menjelaskan:
“Jika kita melihat keberhasilan pola pembersihan eceng gondok di Waduk Rawa Pening, itu dilakukan melalui kerja sama antara TNI AD, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, masyarakat, dan relawan. Upaya tersebut melibatkan penggunaan alat berat seperti excavator amfibi, serta aksi gotong royong manual oleh ribuan relawan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem dan potensi wisata di Rawa Pening,” tulisnya dalam penjelasan yang diterima BatamNow.com, minggu lalu.
Penjelasan tersebut dikirimkan melalui WhatsApp setelah redaksi mengajukan klarifikasi mengenai alasan BP Batam kembali melakukan pembersihan secara manual di tengah rimba eceng gondok yang menyebar di waduk.

Namun, sebagaimana dirangkum BatamNow.com, dari pantauan di lapangan, rencana pembersihan manual melalui goro massal ini menuai kritik publik.
Masyarakat mempertanyakan mengapa eceng gondok dapat mewabah di waduk seluas sekitar 2.300 hektare tersebut.
Pertanyaan publik lainnya adalah, bukankah BP Batam telah memiliki sistem baku pemeliharaan waduk untuk menghadapi ancaman gulma?
Selain itu, biaya pemeliharaan yang digelontorkan untuk pembersihan gulma disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun, sebagaimana tercantum dalam LHP BPK tahun 2023.
Di sisi lain, BP Batam juga memiliki peralatan khusus seperti: Excavator Amfibi, dan Aquatic Weed Harvester (mesin pembersih gulma berbasis ponton).
Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari BP Batam mengenai penggunaan alat-alat tersebut maupun alokasi dana miliaran rupiah yang disebutkan untuk penanganan eceng gondok.
Sementara itu, gulma eceng gondok terus tumbuh dan menyebar masif di Waduk Duriangkang.
Dan harus dibersihkan dengan cara manual juga. (A/Red)

