BatamNow.com – PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menyampaikan klarifikasi kepada BatamNow.com, terkait insiden ambruknya kontiner yang menimpa truk trailer di Terminal Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar sekira pukul 15.00 WIB, pada Kamis (18/12/2025) yang mengakibatkan ringseknya bagian depan dari truk trailer yang sedang menunggu muatan.
Klarifikasi ini diterima BatamNow.com, pada Jumat (19/12) malam melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) Syifa.
Klarifikasi ini merupakan jawaban konfirmasi yang dikirimkan media ini kepada Direktur Pengelolaan Pelabuhan BP Batam, Benny Syahroni.

Berikut klarifikasi PT BTP;
Sehubungan dengan permohonan klarifikasi dari redaksi BatamNow.com terkait informasi insiden operasional di Terminal Peti Kemas Batu Ampar pada Kamis, 18 Desember 2025, bersama ini kami (PT BTP) sampaikan penjelasan sebagai berikut:
Peristiwa insiden operasional pada Kamis, 18 Desember 2025 sekitar pukul 14.57 WIB di area Container Yard (CY) Block D.
Insiden tersebut melibatkan peralatan E-RTG saat proses pemindahan kontainer.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius, penerapan prosedur K3 berjalan dengan baik, truk yang terdampak telah dievakuasi, dan operasional pelabuhan tetap berjalan normal.
Terkait kondisi keselamatan dan korban perlu kami tegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Hal ini dimungkinkan karena penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah berjalan dengan baik, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan sejak awal.
Penanganan pasca insiden di mana truk kontainer yang terdampak telah berhasil dievakuasi, dan area operasional segera diamankan sesuai prosedur tanggap darurat.
Kondisi peralatan (crane) sebagai peralatan yang digunakan dalam kegiatan operasional tersebut merupakan peralatan yang memiliki sertifikat kelayakan operasi yang masih berlaku (aktif).
Penerbit sertifikat kelayakan peralatan diterbitkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Kemudian pemeriksaan K3 seluruh operasional ,sebelumnya
telah dilakukan pemeriksaan rutin dan digunakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Instruksi Kerja (IK) yang mengacu pada ketentuan K3.
Demikian juga kompetensi petugas operasional yang terlibat merupakan personel yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kewenangan yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sedangkan penanganan dan tanggung jawab operator terminal, dalam hal ini PT BTP/PT BACT, bertanggung jawab penuh atas penanganan insiden tersebut dan memiliki perlindungan asuransi (Total Loss Only/TLO) sebagai bagian dari mitigasi risiko operasional.
Operasional pelabuhan tetap berjalan normal dan terkendali, tanpa gangguan signifikan terhadap arus logistik.
Kami memastikan setiap kejadian operasional menjadi bahan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan standar keselamatan, keandalan operasional, serta perlindungan bagi seluruh pengguna jasa dan tenaga kerja pelabuhan. (A)

