BatamNow.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan menjadi kepada daerah terkaya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan laman e-lhkpn milik KPK RI, Cen Sui Lan tercatat terkahir melaporkan kekayaannya sebesar Rp 293.000.082.000 pada 13 Maret 2025 untuk periode 2024.
Sebagian besar harta itu berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya sekitar Rp 283 miliar. Menariknya, seluruh aset tersebut dilaporkan berada di Kota Batam.
Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas Rp 10.000.082.000.
Kenaikan Signifikan dalam Waktu Singkat
Lonjakan kekayaan ini terbilang drastis jika dibandingkan dengan laporan tahun sebelumnya. Pada LHKPN periode 2023), total kekayaan Cen Sui Lan masih berada di angka Rp 1.112.082.000.
Saat itu, harta yang dilaporkan terdiri dari tanah senilai Rp 950 juta dan kas Rp 162.082.000.
Dalam kurun waktu satu tahun, terjadi peningkatan ratusan miliar rupiah yang kemudian menempatkannya di posisi teratas sebagai kepala daerah terkaya di Kepri.
Selisih Mencolok dengan Kepala Daerah Lain
Jika dibandingkan, kekayaan kepala daerah lain di Kepri terpaut jauh yang rata-rata di kisaran Rp 1,3 miliar hingga Rp 8,6 miliar. Mereka antara lain:
- Gubernur Kepri, Ansar Ahmad
- Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah
- Bupati Bintan, Robby Kurniawan
- Bupati Lingga, Muhammad Nizar
- Bupati Karimun, Iskandarsyah
- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
- Bupati Anambas, Aneng.
Dominasi Aset Properti
Dalam rincian LHKPN, Cen Sui Lan tercatat memiliki aset tanah seluas sekitar 46.500 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 38.900 meter persegi.
Aset tersebut tersebar di 13 titik lokasi di Batam dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 283 miliar.
Laporan ini disampaikan saat dirinya berada dalam masa transisi dari anggota DPR RI menuju jabatan Bupati Natuna pada 2024.
Menukil newsnow.id, lonjakan kekayaan yang terjadi dalam waktu singkat itu pun memicu perhatian publik, terutama terkait sumber pertambahan aset yang signifikan.
Sementara Cen Sui Lan belum memberikan keterangan resmi atas konfirmasi yang telah disampaikan melalui pesan WhatsApp. (*)

