Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?

21/Apr/2026 13:30
Meter Air Pelanggan di Punggur Hilang, Penggantinya Harus Bayar Rp 500 Ribu ke PT ABHi

Sejumlah warga Batam kehilangan water meter (meteran air) yang diduga karena pencurian. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gelombang kehilangan meter air (water meter) melanda wilayah Kecamatan Nongsa, Kota Batam, dalam dua pekan terakhir

Puluhan pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengaku menjadi korban, dengan kerugian mencapai ratusan ribu rupiah per orang.

Salah satu kejadian menonjol terjadi pada Senin (13/04/2026), ketika sedikitnya delapan unit meter air dilaporkan hilang dalam satu malam di Kampung Panau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Kasus ini memicu keresahan warga sekaligus menimbulkan tanda tanya besar: apakah murni aksi pencurian biasa, atau ada pola yang lebih terorganisir di balik raibnya meter air pelanggan.

Aksi Rapi, Pelaku Diduga Paham Teknis

Warga menilai modus pencurian kali ini tidak biasa. Meter air disebut dilepas tanpa merusak instalasi pipa maupun menimbulkan kebocoran pada jaringan.

“Saat hilang, air langsung mati, tapi tidak ada kebocoran,” ujar seorang warga.

Sumber yang memahami sistem SPAM menyebut pelaku diduga mengetahui cara kerja instalasi meter air.

Sebelum melepas perangkat, aliran air diperkirakan dimatikan terlebih dahulu melalui katup yang berada sebelum meter.

“Kalau orang awam, biasanya dipotong kasar. Ini rapi,” ujar sumber tersebut.

@batamnow Sejumlah warga Punggur, Kecamatan Nongsa, mengalami peristiwa pencurian water meter (meteran air) pada malam hari. Water meter adalah alat ukur volume air yang digunakan untuk memantau konsumsi air bersih di rumah, gedung, maupun industri, dengan satuan utama meter kubik (m³). Meteran air biasanya dipasang di depan rumah-rumah warga, sekaligus memudahkan akses petugas pencatat kubikasi pemakaian bulanan. Salah satu korban pencurian meteran air adalah warga di Kampung Panau, tepatnya di RT 01/RW 04. Kejadian itu pada Senin, 13 April 2026. Perkiraan salah satu warga yang menjadi korban di sana, Nur, ia mengetahui meteran air itu hilang ketika hendak mau melaksanakan salat subuh. “Pada saat mau ngambil air wudhu sebelum subuh, ketika mau menghidupkan air dari keran, airnya tidak mengalir,” ujar Nur kepada BatamNow.com ketika ditemui di depan rumahnya, Senin (20/04/2026).   Ketika air tidak mengalir, Nur keluar dari rumah untuk mengecek sambungan air ke rumahnya, dan berpikir ada kebocoran di pipa distribusi. “Setelah dicek tidak ada kebocoran, saya lihat lah meteran air yang ada di depan rumah, setibanya di sana saya melihat meteran air sudah tidak ada di sana, hanya tertinggal pipa,” katanya. Kemudian pada pagi harinya sebelum berangkat kerja, ia terlebih dahulu pergi ke Mapolsek Nongsa membuat laporan kehilangan. Surat kehilangan itu dibawa Nur ke kantor PT Air Batam Hilir (ABHi). “Untuk memasang meteran air yang baru, kita disuruh bayar sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya. Hari itu juga, Nur membayar Rp 500 ribu, untuk pemasangan meteran air yang baru, agar air mengalir seperti semula ke rumahnya. Namun, meski hari itu juga ia bayar, pemasangan meteran air baru dikerjakan tiga hari kemudian. “Hari Senin dibayar, hari Kamis baru dipasang,” ujarnya. Dalam Semalam Water Meter Hilang 8 Di hari yang sama, Syarif yang rumahnya berada persis di samping rumah Nur, juga mengalami hal yang sama. Pagi itu juga, Syarif melihat meteran air yang ada di dalam kotak semen lenyap, hanya tersisa pipa.   Anehnya, di lokasi ada satu buah tang dan satu lembar uang pecahan Rp 50 ribu. Ia menduga barang itu ditinggalkan oleh pelaku. “Saat ngecek meteran air dalam kotak, ternyata telah hilang, tapi di samping kotak itu tertinggal sebuah tang dan uang Rp 50 ribu,” ujar Syarif yang ditemui di depan rumahnya.   Hal yang sama dilakukan oleh Syarif, membuat laporan ke Polsek hingga ke kantor PT ABHi. Pemasangan meteran air yang baru dikenakan biaya Rp 500 ribu juga dan dilakukan setelah 3 hari pelaporan itu. Menurut Nur dan Syarif, selain mereka, ada 6 warga lainnya juga menjadi korban dugaan pencurian meteran air. Hal itu mereka ketahui setelah melihat informasi kehilangan di WhatsApp Group (WAG). WAG Heboh dengan Informasi Kehilangan Selain di Kampung Panau, dalam sebuah WAG juga mengabarkan bahwa kehilangan meteran air itu terjadi di wilayah RW 20, Kabil. Dalam satu malam sebanyak 5 water meter raib diduga dicuri. Kemudian, di RW 10, juga mengalami dugaan pencurian meteran air sebanyak dua unit, namun berbeda hari.   ABHi: Kehilangan dan Kerusakan Tanggung Jawab Pelanggan Menurut ahli di bidang saluran air perpipaan yang telah sertifikasi sebagai ahli yang tak mau disebut namanya, bahwa meteran air yang hilang imerupakan tanggung jawab dari konsumen untuk menggantinya. “Yang pertama, water meter itu berada di area properti konsumen, lalu ada perjanjian tertulis yang mengatakan bahwa konsumen wajib menjaga water meter tersebut,” ujarnya. PT ABHi Kompak Sebut Tidak Ada Laporan Kehilangan Meteran Air Pada Jumat 17 April 2026, BatamNow.com mengirimkan konfirmasi melalui pesan di WhatsApp, kepada Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum dan Fasilitas Lingkungan (BU SPAM dan Fasling), Iyus Rusmana. Pada hari yang sama, Iyus mengatakan akan memeriksa terlebih dahulu. “thanks infonya, saya chek,” kata Iyus menjawab konfirmasi. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #bpbatam #fyp #batamtiktok ♬ IMPACTO (Live) – RICK SOM

Warga Jadi Korban Ganda

Di tengah maraknya kehilangan meter air, warga justru harus menanggung biaya penggantian unit baru.

Baca Juga:  Pencurian Meter Air di Nongsa Diduga Terstruktur, Warga Resah

Penggantian meter air atas permintaan pelanggan dikenakan biaya sekitar Rp 500 ribu per unit.

Syarif, warga Kampung Panau, mengaku sudah melapor ke pihak kepolisian sebelum mengurus penggantian meter ke pengelola.

“Sudah bawa surat kehilangan, tapi tetap harus bayar,” katanya.

Di sisi lain, manajemen PT Air Batam Hilir disebut belum menerima laporan resmi terkait kasus kehilangan tersebut.

Dugaan Modus Oknum Mencuat

Sejumlah sumber mulai mencurigai adanya kemungkinan modus tertentu di balik kejadian ini.

Hilangnya meter air dinilai berpotensi memaksa pelanggan membeli unit baru melalui pengelola.

“Kalau ini terjadi masif, perlu diuji apakah ada permainan oknum atau tidak,” kata seorang sumber.

Dalam regulasi yang berlaku, biaya penggantian ditanggung pengelola apabila dilakukan atas inisiatif mereka.

Namun jika penggantian diajukan pelanggan, termasuk karena meter hilang, maka biaya dibebankan kepada pelanggan.

Celah tersebut dinilai rawan disalahgunakan jika tidak diawasi secara ketat.

Nilai Rongsok Tak Seberapa

Dugaan lain menyebut pencurian dilakukan untuk dijual ke pengepul barang bekas, karena meter air mengandung material kuningan yang memiliki nilai ekonomis.

Namun nilainya dinilai tidak sebanding dengan kerugian warga.

Harga kuningan bekas berkisar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, sementara satu unit meter air rata-rata hanya menghasilkan sekitar Rp 50 ribu.

Artinya, keuntungan pelaku bila menjual dengan harga rongsokan akan jauh lebih kecil dibanding beban korban yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp500 ribu per unit untuk penggantian.

Warga Desak Investigasi

Perbedaan mencolok antara nilai jual barang curian dan kerugian pelanggan memperkuat dugaan adanya motif lain di balik kasus ini.

Warga mendesak aparat penegak hukum bersama pengelola SPAM BP Batam segera melakukan investigasi menyeluruh.

Kasus ini dinilai bukan sekadar persoalan pencurian, tetapi juga menyangkut potensi kerugian sistematis yang dialami pelanggan.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Air Batam Hilir (ABHi) maupun Direktur BU SPAM Batam belum memberikan penjelasan terkait hilangnya meter air milik warga pelanggan itu. (A)

Berita Sebelumnya

Pencurian Meter Air di Nongsa Diduga Terstruktur, Warga Resah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com