BatamNow.com – Akhmad Ma’ruf Maulana resmi melepas jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri) dan memberi kesempatan kepada para kader terbaiknya
Pada Selasa (21/04/2026), DPD Partai Golkar Kepri sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center.
Dalam forum tersebut, Ade Angga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Kepri periode 2025–2030.
Sementara itu, Ma’ruf yang sebelumnya memimpin periode 2020–2025 memutuskan untuk tidak kembali mencalonkan diri, meski punya peluang besar untuk duduk kembali
Kembali Jadi Pengusaha Murni
Saat ditanya wartawan BatamNow.com mengenai keputusannya, Ma’ruf menjawab singkat, “Back to basic”.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di Komplek Industri Wiraraja Indonesia, Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (23/04/2026).
Ia mengungkapkan bahwa aktivitas bisnis antarnegara yang padat, ditambah tanggung jawab di sejumlah organisasi kewirausahaan, membuat waktunya tidak lagi mencukupi untuk memimpin partai.
Saat ini, Ma’ruf menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Industri, dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) periode 2025–2029.
Ma’ruf menegaskan bahwa dirinya kini ingin kembali fokus pada latar belakang dan passion awal sebagai pengusaha, sekaligus berkontribusi dalam menarik investasi ke Indonesia.
“Waktu saya sudah tidak mencukupi lagi karena fokus pada bisnis dan sering berada di Jakarta maupun luar negeri untuk menarik investasi ke Indonesia,” ujarnya.
“Saya ingin kembali menjadi pengusaha murni dan turut membantu pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen,” lanjut Ma’ruf.
Turun dengan Legowo di Puncak Capaian
Dalam perjalanan politiknya, Ma’ruf terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kepri secara aklamasi pada periode sebelumnya, didukung oleh kebijakan diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar saat itu.
Selama kepemimpinannya, Golkar Kepri mencatat capaian signifikan pada Pemilu Legislatif 2024. Sebanyak 41 calon legislatif berhasil meraih kursi di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI.
Selain itu, sejumlah kader Golkar juga berhasil memenangkan kontestasi Pilkada 2024, baik di tingkat gubernur maupun bupati.
“Dalam politik, saya merasa sudah mengantarkan partai ke puncak kemenangan. Perolehan kursi meningkat dan banyak kader berhasil memenangkan pemilihan,” ujar Ma’ruf.
Setelah mencapai puncak tersebut, ia memilih untuk tidak melanjutkan kepemimpinan dan memberikan kesempatan kepada kader lain.
“Saat berada di puncak, saya memilih untuk turun dengan legowo, dengan lapang dada,” katanya.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Ma’ruf menyebut keterbatasan waktu di Kepri sebagai alasan utama dirinya tidak maju kembali pada periode kedua.
Ia pun berharap kepemimpinan baru DPD Golkar Kepri dapat menjaga kekompakan dan soliditas partai ke depan.
Di akhir pernyataannya ia mengatakan, “Saya sudah jarang berada di Batam, sehingga tidak memungkinkan untuk memimpin secara optimal. Harapan saya, seluruh kader tetap kompak dan solid dalam membangun Partai Golkar di Kepri”. (A)

