"Bu Li Marah Lagi” - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

“Bu Li Marah Lagi”

29/Apr/2026 11:48
“Bu Li Marah Lagi”

Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegur pengambil pasir di tepi jalan menuju Bandara Hang Nadim. (F: Instagram/ @li.claudia.chandra)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Di jalan menuju Bandara Hang Nadim, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra (Bu Li), kembali memergoki pengambilan pasir ilegal di luar badan jalan pada Selasa (28/04/2026).

Ia turun langsung—dan marah. Salah satu tegurannya menegaskan: “Kalau bukan orang Batam, datang ke sini tak kerja, nyolong-nyolong, suruh pulang aja ke daerahnya”.

Cecarannya muncul saat ia menyoal status kependudukan pelaku, sembari menegaskan arah kepemimpinannya: “Kami lagi mau membenahi Batam, Pak”.

Ketika seorang pelaku mengaku satpam, responsnya kian tajam: “Masa satpamnya pagi kerjanya nyolong”.

Ia juga mengingatkan dampaknya: “Bapak mencuri pasir. Kalau bapak korek terus, jalanannya amblas. Kesel lho saya begini-begini terus”.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Li Claudia Chandra (@li.claudia.chandra)

Pada ke Mana Petugas Pengamanan?

Sidak ini bukan yang pertama. Sejak awal 2025, kemarahan serupa berulang di Batam—dari pengambilan pasir, land clearing, hingga pelanggaran tata ruang yang kian terbuka.

Pertanyaannya: mengapa pelanggaran terus terjadi, bahkan cenderung masif?

Baca Juga:  Rapat Debottlenecking PSN, Li Claudia: Kasihan Presiden Saya, Purbaya: Kita Nggak Usah Ngotot di Sini

Jawaban yang mengemuka: absennya pengawasan. Pada ke mana perangkat pengamanan Pemko dan BP Batam?

Atau, apakah sistem itu benar-benar berjalan?

Jika demikian, mengapa evaluasi dan sanksi internal tidak tampak tegas? Sampai kapan Bu Li seolah dibiarkan bertindak sendiri?

Ketika praktik ilegal berlangsung terbuka, yang diuji bukan sekadar kepatuhan warga, melainkan kredibilitas sistem pengawasan.

Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra berbicara kepada personel Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam) BP Batam. (F: Instagram/ @li.claudia.chandra)

Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam) BP Batam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) semestinya bekerja preventif dan represif—bukan membiarkan intervensi pimpinan marah-marah di lapangan.

Ketegasan Bu Li patut dicatat. Namun repetisi kemarahan berisiko menempatkannya sebagai “alat penertiban terakhir” dari sistem yang tak berfungsi.

Persepsi publik pun bisa bergeser—dari ketegasan menjadi reaktivitas, bahkan membuka tafsir pencitraan.

Kemarahan ini adalah sinyal keras. Tanpa pembenahan sistem pengawasan, pola lama akan berulang: pelanggaran terjadi, pimpinan turun tangan, sementara mesin pengawasan tetap diam. (Redaksi)

Berita Sebelumnya

Masalah Distribusi Air Warga Pesona Bukit Laguna Berlarut, Ini Jawab ABHi

Berita Selanjutnya

11 Ribu Orang Pindah ke Batam Per April 2026, Kepala Disdukcapil: Bukan Cuma Pendatang Baru

Berita Selanjutnya
11 Ribu Orang Pindah ke Batam Per April 2026, Kepala Disdukcapil: Bukan Cuma Pendatang Baru

11 Ribu Orang Pindah ke Batam Per April 2026, Kepala Disdukcapil: Bukan Cuma Pendatang Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com