BatamNow.com – Suhajar Diantoro hari ini, Kamis (18/02/2021) dilantik Menteri Dalam negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi Pejabat Gubernur Provinsi Kepri.
Suhajar menggantikan TS Arif Fadillah sebagai Plh Gubernur Kepri, yang hanya menjabat 6 hari sejak mendapat SK penugasan dari Depdagri mulai Jumat (12/02).
SK penunjukan dan pengangkatan Arif yang Sekdaprov Kepri sebagai Plh Gubernur Kepri diberikan langsung oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar Baharuddin Kemendagri, di Jakarta, Rabu (10/02).
Bahtiar juga sempat menjadi Pjs Gubernur Kepri mulai 25 September 2020 hingga 12 Februari 2021.
Dengan dilantiknya Suhajar, tercatat 6 orang Gubernur yang memimpin Provinsi Kepri dan 2 Wakil Gubernur selama satu periode 2016-2021.
Suhajar merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepri, masa kepemimpinan Gubernur Almarhum HM Sani dan Soerya Respationo.
Menjadi Sejarah Tersendiri
Kondisi pergantian demi pergantian kepemimpinan di Provinsi Kepri ini akan manjadi catatan sejarah tersendiri, paling tidak untuk daerah ini.
Mungkin sejarah pergantian jabatan gubernur ini satu-satunya di Indonesia.
Bermula dari terpilihnya pasangan HM Sani-Nurdin Basirun menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, dilantik pada 12 Februari 2016.
HM Sani saat dilantik sudah berusia 73 tahun.
Tapi Tuhan bekehendak lain, Sani berpulang ke Rahmatullah pada 8 April 2016.
Sepeninggal Sani, Nurdin yang Wakil Gubernur dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Gubernur Kepri pada 25 Mei 2016 di Istana Negara.
Kemudian untuk mengisi jabatan Wakil Gubernur muncul figur Isdianto yang direkomendasikan oleh DPRD Kepri.
Isdianto sebelumnya adalah ASN Pemprov Kepri yang sudah sempat pensiun. Dia adik kandung HM Sani.
Perjalanan kemepimpinan Nurdin di Pemprov Kepri juga patah arang.
Nurdin bermasalah dengan hukum, di-OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Juli 2019.
Setelah hampir setahun jabatan Gubernur Kepri kosong, pada 27 Juli 2020 Isdianto dilantik Jokowi
menjadi Gubernur definitif di Istana Negara.
Baru menjabat dua bulan gubernur definitif, pada 26 September 2020 Isdianto cuti kampanye karena mencalonkan diri di kontestasi Pilkada Gubernur Kepri tahun 2020.
Selanjutnya Kemendagri menunjuk Bahtiar Baharudin sebagai Pjs Gubernur Kepri pada September 2020.
Bahtiar adalah Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.
Bahtiar pun tercatat menjadi gubernur keempat, kendati hanya menjabat 71 hari.
Karena Pilkada usai, Bahtiar harus menyerahkan balik jabatan Gubernur Kepri ke Isdianto karena waktu cuti kampanye sudah selesai. Dan tak berapa lama, masa periode Isdianto berakhir.
Bila melihat sistem birokrasi dan tata kelola pemerintahan ini belum sederhana sebagaimana keinginan Jokowi.
Bayangkan baru 6 hari Arif Fadilah harus digantikan Pj Gubernur lagi. Padahal juga Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada Kepri 2020 akan dilantik dalam waktu dekat.
Selain dengan birokrasi yang ribet, tak sedikit anggaran yang tersedot atas event-event lantik-melantik pejabat gubernur ini.
Selanjutnya jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri periode 2021 sampai dengan 2024 akan dijabat Ansar Ahmad-Marlin Agustina setelah KPU Kepri menetapkannya sebagai pemenang Pilkada Kepri.(JS)

