BatamNow.com – Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia/ Indonesian Logistics Freight Forwarding (ALFI/ILFA) Kota Batam menggelar Sosialisasi Direct Billing bersama pelaku usaha logistik dan peti kemas di AP Premier Hotel, Rabu (01/07/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan (BP Batam), Benny Syahroni.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sistem pembayaran langsung atau direct billing yang akan memungkinkan perusahaan freight forwarder bertransaksi langsung dengan terminal tanpa melalui pihak perantara.

Ketua DPC ALFI/ILFA Kota Batam, Yasser Handeka Daniel, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai mekanisme baru yang akan diterapkan di Pelabuhan Batu Ampar.
“Sebetulnya kita lebih fokus ke direct billing untuk teman-teman dari JPT atau freight forwarder terutama anggota ALFI Batam di mana ke depannya teman-teman dari ALFI Batam terutama teman-teman forwarder bisa bertransaksi langsung dengan terminal, yang mana sebelum-sebelumnya itu kita tidak pernah bisa laksanakan. Jadi kita selalu melalui pihak kedua atau freight forwarder ini hanya menjadi pihak ketiga. Jadi kami sangat mengapresiasi dengan penyesuaian tarif ini karena ada hal baru di mana kita bisa bertransaksi langsung dengan terminal di Batu Ampar,” ujar Yasser.
Menurut Yasser, selama ini biaya yang dibayarkan pelaku usaha sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tarif yang saat ini disesuaikan. Namun, adanya transaksi melalui pihak perantara menyebabkan munculnya margin tambahan yang akhirnya ikut membebani pengguna jasa.
“Yang sudah pasti ada perbedaan cost ya. Jadi selama ini apa yang kita bayarkan dari teman-teman forwarder itu sebetulnya biayanya tidak ada perubahan dengan penyesuaian tarif ini. Jadi selama ini kita sudah terbiasa membayarkan biaya yang sama seperti penyesuaian tarif gitu,” katanya.

Dengan sistem direct billing, menurut Yasser, akan menguntungkan pengusaha forwarder yang sebelumnya tidak bisa bertransaksi langsung dengan terminal.
“Karena tentunya pada saat pembayaran atau biaya melalui pihak penengah pasti kan ada margin di situ. Nah, dengan kita bertransaksi langsung dengan terminal, margin itu kita potong, di mana ini adalah hal baik untuk kami para pengusaha forwarder dan juga sebetulnya para cargo owner pemilik barang karena biayanya tidak akan membengkak,” katanya.
ALFI/ILFA Batam juga menilai penyesuaian tarif yang dilakukan sejalan dengan transformasi Pelabuhan Batu Ampar yang kini terus meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan bongkar muat.
“Dan tentunya penyesuaian tarif ini dilaksanakan karena ada perbaikan di sisi pelabuhan bongkar muat Batu Ampar, di mana yang sebelumnya kita masih konvensional. Nah sekarang kita sudah bisa merasakan pelabuhan dengan taraf internasional. Meskipun Batu Ampar sekarang ini baru memiliki 4 STS crane. Tapi menurut kami, ke depannya ini akan sangat membantu dalam sisi aktivitas bongkar muat kapal maupun penarikan kontainer dari container yard,” jelasnya.
Masih Tunggu Keputusan Resmi
Meski mendapat sambutan positif dari kalangan freight forwarder, Yasser mengatakan implementasi direct billing masih menunggu keputusan resmi dari pihak terminal. Namun demikian, ALFI Batam mendorong seluruh anggotanya untuk mulai mempersiapkan diri dengan melakukan registrasi perusahaan.
“Direct billing, kita tentunya masih menunggu pernyataan dari terminal. Tapi melalui acara hari ini kami harap teman-teman forwarder bisa mulai meregistrasi perusahaan mereka untuk bisa bertransaksi langsung. Dan mengenai kapan akan dilaksanakannya itu kami tinggal menunggu keputusan dari termal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama sistem tersebut adalah memangkas biaya-biaya yang selama ini muncul akibat adanya perantara dalam proses pembayaran jasa kepelabuhanan.
Dalam forum sosialisasi dan diskusi yang digelar, ALFI/lLFA Batam lebih banyak membahas aspek teknis penerapan direct billing agar para pelaku usaha tidak mengalami kendala saat sistem mulai diberlakukan.
“Poin diskusinya sebetulnya diskusi ini lebih ke diskusi teknis, karena ini kan hal baru di Batam mungkin ada teman-teman yang belum terbiasa. Melalui forum ini kita memfasilitasi teman-teman untuk begini caranya untuk bisa direct billing,” jelasnya.
Misalkan ada kalangan apa ya ke depannya atau nanti benefitnya apa, habis itu secara teknis apa yang harus dilakukan, jadi diskusi ini lebih membahas proses teknis agar teman-teman tidak merasa kaget pada saat direct billing ini sudah diterapkan,” lanjutnya.
Yasser menilai manfaat terbesar dari direct billing adalah efisiensi biaya operasional yang dapat dirasakan langsung oleh perusahaan logistik maupun pemilik barang.
“Yang pasti dampak paling besar adalah biaya, biaya yang akan terpangkas adalah kurang lebih mungkin 10-20%, bahkan sampai 30% mungkin ya. yang biaya terpangkas. Jadi dampak yang besar adalah biaya yang akan terpangkas dengan pembayaran langsung ke terminal, maksimal 30% bisa kita pangkas dari pengeluaran sebelum itu,” pungkasnya. (H)

