BatamNow.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan pengarahan tegas kepada empat kepala dinas (Kadis) yang baru dilantik di aula lantai IV Gedung Kantor Pemko Batam pada Jumat (06/02/2026).
Dalam arahannya, Amsakar menekankan agar para pejabat bekerja secara sungguh-sungguh dan siap menghadapi beban kerja yang berat.
Selain menyampaikan arahan umum, Amsakar juga memberikan penekanan khusus kepada masing-masing kepala dinas sesuai dengan bidang tugasnya.
Setelah menyinggung Hendriani Agustini selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Metra Dinata sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Amsakar kemudian mengingatkan Dohar Mangalando Hasibuan yang dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH).
Menurut Amsakar, persoalan sampah di Kota Batam merupakan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan perhatian ekstra.
“Dohar, persoalan sampah ini luar biasa kompleks. Kalau perlu, jangan tidur bagaimana menyelesaikan masalah sampah ini. Dari 336 daerah di Indonesia yang masuk kategori darurat sampah, kita berada di posisi 124,” tegas Amsakar.
Ia menegaskan bahwa Kota Batam hingga saat ini masih berstatus darurat sampah, sehingga diperlukan langkah-langkah nyata dan terukur untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Amsakar pun meminta Dohar untuk bekerja keras dan fokus menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang diterimanya dalam forum retret dan rapat koordinasi nasional, agar daerah-daerah, termasuk Batam, dikelola secara bersih dan tertata.
Herman Rozie pada Penguatan Fungsi Perpustakaan
Pada kesempatan yang sama, Amsakar turut memberikan arahan kepada Herman Rozie yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Herman sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.
Amsakar menekankan pentingnya penguatan fungsi perpustakaan daerah agar benar-benar menjadi ruang yang memberi dampak positif bagi pelajar.
Ia mendorong agar perpustakaan tidak hanya menjadi simbol kemitraan formal dengan sekolah, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman, menarik, dan dirindukan oleh anak-anak dan generasi muda.
“Perpustakaan harus meninggalkan kesan yang baik bagi pelajar. Jadikan itu tempat yang memang dirindukan untuk belajar,” ujar Amsakar.
Menutup arahannya, Amsakar kembali mengingatkan keempat kepala dinas mengenai 15 program unggulan yang dijanjikan pemerintahannya. Ia menekankan bahwa tiga di antaranya bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, yakni persoalan sampah, banjir, dan pelayanan air bersih.
“Dari 15 program yang kami janjikan, tiga di antaranya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Soal sampah, banjir, dan pelayanan air bersih. Sebagus apa pun 12 program lainnya, kalau tiga ini tidak selesai, rasanya malu juga kami melanjutkan pemerintahan ini,” kata Amsakar. (H)

