BatamNow.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar salat istisqa di Dataran Engku Putri, Senin (30/03/2026) pagi.
Salat istisqa adalah salat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan panjang.
Pantauan di lokasi, hadir Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, pejabat lainnya Forkopimda, pegawai Pemko dan BP Batam, serta warga.
Imam dalam salat istisqa ini adalah Jefri AR, S.Sy. Sementara yang menjadi khatib adalah Kyai Dhoifi Ibrahim.
“Alhamdulillah pada hari ini kita bersama berada dalam satu tempat di bawah payung langit, bersama-sama dalam rangka untuk mengetuk pintu langit agar pencipta alam semesta berkenan memberikan rahmat-Nya menurunkan hujan-Nya untuk kita,” kata khatib membuka khotbahnya.
@batamnow Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar salat istisqa di Dataran Engku Puteri, Senin (30/03/2026) pagi. Salat istisqa adalah salat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan panjang. Pantauan di lokasi, hadir Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, pejabat lainnya Forkopimda, pegawai Pemko dan BP Batam, serta warga. Imam dalam salat istisqa ini adalah Jefri AR, S.Sy. Sementara yang menjadi khatib adalah Kyai Dhoifi Ibrahim. “Alhamdulillah pada hari ini kita bersama berada dalam satu tempat di bawah payung langit, bersama-sama dalam rangka untuk mengetuk pintu langit agar pencipta alam semesta berkenan memberikan rahmat-Nya menurunkan hujan-Nya untuk kita,” kata khatib membuka khotbahnya. Ia juga mengingatkan perlu memahami bahwa kemarau panjang yang melanda Batam bisa jadi adalah dampak perbuatan masyarakat. Menurutnya, cobaan kemarau panjang ini juga bisa sebagai pertanda cinta Sang Pencipta kepada umatnya. Sehingga menjadi pengingat agar manusia bertobat. “Hari ini mari kita perbanyak memohon ampun kepada Allah,” ujar khatib. Kemarau panjang di Batam telah membuat beberapa waduk mengalami penurunan kapasitas air baku. Salah satu yang dapat jelas dilihat adalah kondisi Waduk Muka Kuning. Menurut data BP Batam, tinggi muka air (TMA) waduk tersebut adalah 22,58 m/dpl dari top spill 25 m/dpl per tanggal 27 Maret 2026. Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata awal April. Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang. “Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan. Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #bpbatam ♬ original sound – BatamNow.com
Ia juga mengingatkan perlu memahami bahwa kemarau panjang yang melanda Batam bisa jadi adalah dampak perbuatan manusia.
Menurutnya, cobaan kemarau panjang ini juga bisa sebagai pertanda cinta Sang Pencipta kepada umatnya. Sehingga menjadi pengingat agar bertobat.
“Hari ini mari kita perbanyak memohon ampun kepada Allah,” ujar khatib.
Kemarau panjang di Batam telah membuat beberapa waduk mengalami penurunan kapasitas air baku.
Salah satu yang dapat jelas dilihat adalah kondisi Waduk Muka Kuning. Menurut data BP Batam, tinggi muka air (TMA) waduk tersebut adalah 22,58 m/dpl dari top spill 25 m/dpl per tanggal 26 Maret 2026.

Prediksi Hujan Merata di Kepri Baru Pertengahan April
Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata awal April.
Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang.
“Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan.
Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur. (D)

