Covid Menggila, WHO Sebut Dunia di Titik Bahaya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Covid Menggila, WHO Sebut Dunia di Titik Bahaya

08/Jul/2021 20:50
Covid Menggila, WHO Sebut Dunia di Titik Bahaya

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. (F: CNBC Indonesia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dunia Sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.  menyebutkan jika dunia sedang dalam titik berbahaya.

Dilansir CNBC Indonesia, ucapannya ini akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di dunia sekarang. Menurutnya ini karena varian virus yang terus bergerak menyebar dan upaya vaksinasi global yang tidak merata.

Tedros juga menyebutkan sejumlah negara dengan tingkat vaksinasi tinggi sedang merencanakan meluncurkan suntikan penguat (booster) dalam beberapa bulan ke depan. Negara tersebut juga akan melonggarkan kebijakan jaga jarak (social distancing) dan mulai bersantai seperti pandemi telah berakhir.

Namun menurutnya ini disebut “ketidaksetaraan yang mengejutkan dalam vaksinasi”.

Soal varian virus, dia menuturkan sangat menularkan dan menyebabkan banyak negara di dunia mengalami lonjakan kasus serta banyaknya rawat inap, dikutip VOA, Kamis (08/07/2021).

Lonjakan ini berdampak pada hal lain. Misalnya kekurangan oksigen dan perawatan, serta mendorong banyaknya kematian di beberapa wilayah Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Baca Juga:  164 Guru Batam Terima Tanda Penghormatan Satya Lencana Karya Satya

Menurutnya varian baru memenangkan perlombaan melawan vaksin. Penyebabnya adalah produksi dan distribusi vaksin yang tidak merata, dan dapat mengancam pemulihan ekonomi global.

Tedros juga mengomentari soal nasionalisme vaksin di sejumlah negara. Menurutnya sejumlah negara mengambil bagian terbesar dan tidak bisa dipertahankan serta bukan strategi kesehatan masyarakat yang tidak efektif.

“Nasionalisme vaksin, dimana beberapa negara mengambil bagian besar, secara moral tidak bisa dipertahankan dan merupakan strategi kesehatan yang tidak efektif melawan virus pernapasan yang bermutasi dengan cepat dan menjadi semakin efektif dalam berpindah dari manusia ke manusia,” jelasnya.

Menteri Keuangan dari anggota G-20 direncanakan bertemu minggu ini di Venesia. Tedros pun punya pesan untuk pertemuan tersebut.

Dia meminta para menteri keuangan dan pemimpin lain mendukung seruannya soal vaksinasi. Yakni 10% orang di semua negara harus sudah divaksinasi pada September 2021 dan 40% pada akhir tahun.(*)

Berita Sebelumnya

UPDATE: Tambah 38.391 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 2.417.788

Berita Selanjutnya

Proyek Overlay Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

Berita Selanjutnya
Proyek Overlay Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

Proyek Overlay Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com