Diduga Kepala BP Batam Klaim Sepihak Pelabuhan Internasional di Bengkong - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Diduga Kepala BP Batam Klaim Sepihak Pelabuhan Internasional di Bengkong

08/Des/2022 17:13
Diduga Kepala BP Batam Klaim Sepihak Pelabuhan Internasional di Bengkong

Golden Harbour New International Ferry Terminal di Bengkong, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Sesuatu yang aneh ketika mendengar wawancara Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan media online lokal terkait rencana pembangunan Pelabuhan Ferry Internasional di Bengkong, Batu Ampar, Kepulauan Riau.

Rudi dalam penuturannya sebagaimana dirilis media, pihaknya saat ini tengah membangun pelabuhan feri internasional di kawasan Golden City, Bengkong.

“Pelabuhan ini akan dikelola langsung oleh BP Batam,” kata Rudi di Batam Center, Selasa, 22 November 2022.

Pada media, Rudi menjelaskan bahwa proses penyelesaian pelabuhan tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga tahun atau bersamaan dengan habisnya masa kontrak di Pelabuhan Ferry Batam Center. “Sambil jalan karena butuh administrasi,” tutur Rudi kepada awak media.

Kru BatamNow.com coba menelusuri pelabuhan baru yang dimaksud. Sebagai gambaran, pelabuhan yang dikatakan Rudi itu tampaknya masih wacana.

Karena pelabuhan yang ada di kawasan Golden Prawn, sebagaimana klaim Rudi, adalah milik Golden City Group.

Pelabuhan di sana adalah Pelabuhan Khusus (Pelsus) yang berada di areal seluas hampir 200 hektare.

Di tempat tersebut telah dibangun infrastruktur dermaga, termasuk bangunan yang letaknya memanjang dengan atap warna merah dan corak motif kuning di bagian atas gedung.

Bila benar area tersebut milik Golden City Group, lantas mana pelabuhan baru yang dimaksud Rudi?

Patut diduga, Rudi hanya mengklaim sepihak saja.

Ketika ditanya soal dermaga Pelsus itu, salah satu pekerja di sana menyebut pelabuhan di kawasan Golden Prawn, bukan milik BP Batam.

Dari hasil penelusuran tersebut, nampak jelas klaim Kepala BP Batam sebatas klaim.

Rudi sebagaimana dilansir media, mengaku-aku pelabuhan baru tersebut tengah dibangun, padahal dermaga dan bangunan yang bakal jadi terminal penumpang itu sudah lebih dulu dibangun oleh pihak swasta beberapa tahun lalu.

Lalu mengapa BP Batam berencana lagi membangun pelabuhan feri internasional?

Bukankah pelabuhan di Batam Ceter itu masih ideal baik dari aspek kapasitasnya untuk difungsikan sebagaimana mestinya?

Apalagi masa Kerja Sama Operasional (KSO) pengelolaan PT Synergi Tharada akan berakhir tahun 2024 dan pelabuhan di sana akan kembali ke pangkuan BP Batam.

Baca Juga:  Bambang Susantono-Dhony Dilantik Jadi Kepala-Waka Otorita IKN Hari Ini

Banyak pihak mempertanyaan mengapa harus membangun pelabuhan baru?

Bila pelabuhan baru dibangun, lantas lahan, bangunan serta dermaga Pelabuhan Internasional Batam Center mau dikemanakan?

Bukankah kapasitas pelabuhan dan terminal di sana masih sangat ideal dengan frekuensi feri yang hilir-mudik Batam Center-Singapura, Batam Center-Johor Malaysia?

Rumor yang muncul, kemungkinan besar areal pelabuhan Batam Center hingga ke laut akan dialihfungsikan, peruntukannya tidak lagi menjadi pelabuhan. Kabarnya akan digunakan pihak lain yang sudah melakukan penjajakan dengan BP Batam baru-baru ini.

 

1 of 4
- +

BatamNow.com mengkonfirmasi pernyataan Kepala BP Batam Muhammad Rudi ke Kepala Biro Humas BP Batam. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, Ariastuty Sirait tak kunjung menjawab. Bertolak belakang, ketika Presiden Jokowi meminta semua pihak mengedepankan keterbukaan informasi, justru BP Batam banyak menyembunyikan informasi. Ada apa?

Demikian juga ketika coba ditanyakan kepada Drs Nyat Kadir Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai NasDem yang merupakan mitra BP Batam, terkait omongan Rudi tersebut, Wali Kota Batam periode 2001-2005 ini bungkam seribu bahasa. Diduga mungkin Nyat Kadir agak kurang elok berkomentar lantaran satu perahu (politik) dengan Rudi.

Sama halnya dengan Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam Dendi Gustinandar, juga tak merespons BatamNow.com. Nampaknya, berbagai pihak yang coba dihubungi, enggan mengomentari hal tersebut.

Banyak hal lain yang memicu tanya, termasuk soal pendanaan proyek pelabuhan baru, berasal dari mana? Apakah BP Batam akan mengajukan anggaran lagi ke Pemerintah Pusat?

Soal omongan Rudi bahwa pelabuhan baru di Bengkong akan dibangun dan difungsikan pada 2024 nanti, masih akan dipantau terus perkembangannya oleh media ini.

Banyak isu yang berseliweran di pusaran Pelabuhan Batam Center dan areal pesisir di sana.

Ya itu isu pengalokasian lahan areal pelabuhan maupun bibir pantai dan laut di sana. (RN)

Berita Sebelumnya

Warga Kampung Jabi Tolak Direlokasi: Masak Kami Diusir, Tidak Adil!

Berita Selanjutnya

Temuan Kemenkes: Di Kepri Ada 3 dari 20 Kasus Covid-19 Omicron Subvarian BN.1

Berita Selanjutnya
Malaysia Catat 2 Kasus Pertama Covid-19 varian Delta AY.4.2 dari Inggris

Temuan Kemenkes: Di Kepri Ada 3 dari 20 Kasus Covid-19 Omicron Subvarian BN.1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




@batamnow

iklan PLN
BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com