Dua Investor Asing Siap Bangun PLTS Terbesar Sedunia di Kepri - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Dua Investor Asing Siap Bangun PLTS Terbesar Sedunia di Kepri

19/Apr/2022 17:29
Dua Investor Asing Siap Bangun PLTS Terbesar Sedunia di Kepri

Dua perusahaan dunia bakal bangun PLTS Terbesar Sedunia di Kepri. Dari kiri ke kanan: Anton Milner, Ellen Teo, Ansar Ahmad, Suryopratomo, Hanifa Indradjaya, David Ludwig, Simon G Bell. FOTO: (F: Dok. Kedutaan Indonesia Untuk Singapura)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Mega proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di dunia akan dibangun di Kepulauan Riau (Kepri) oleh dua perusahaan pengembang PLTS berskala dunia yakni, Quantum Power Asia dan ib vogt.

Penandatanganan kesepakatan antara kedua perusahaan tersebut dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dilakukan di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Selasa (19/04/2022), disaksikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo.

“Sebagai salah satu lokasi PLTS terbesar di dunia, kami di Kepulauan Riau menyambut baik langkah ini. Saya berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo. Semoga implementasi proyek ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan ekonomi di Kepulauan Riau, Indonesia, bersama-sama dengan Singapura,” kata Guberrnur Ansar.

Kabarnya, mega proyek PLTS ini bernilai Rp 71,8 triliun atau lebih dari US$ 5 miliar. Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo menyambut baik kerja sama ini.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kita berambisi untuk mewujudkan energi terbarukan, salah satunya melalui pembangunan PLTS ini. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengurangi emisi gas sekitar 21%. Kerja sama dengan negara lain diharapkan Indonesia dapat berkontribusi lebih untuk mengurangi emisi gas hingga 41%. Semoga implementasi MoU ini akan menghasilkan manfaat positif yang berkelanjutan bagi kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director dan CEO Quantum Power Asia Simon G Bell mengaku senang dapat menghadirkan solusi energi terintegrasi di Indonesia. Proyek PLTS ini akan mencakup pembangunan lebih dari 3,5 GW Solar PV dan lebih dari 12 GWh penyimpanan baterai di Kepri.

Baca Juga:  Masa Inkubasi Omicron 3 Hari, Ini Waktu Tepat Tes Swab PCR

“Setelah kami ditunjuk menjadi importir listrik Singapura, kami akan membawa investasi lebih dari Rp 71,8 triliun atau setara US$ 5 miliar. Proyek ini akan menciptakan sekitar 30.000 pekerjaan dan membangun sistem penyimpanan PV terbesar secara global yang pernah dibangun hingga saat ini,” ungkap Simon. Simon.

Di sisi lain, Managing Director dan CEO ib vogt, Anton Milner mengatakan inisiatif impor energi oleh Singapura dan Indonesia merupakan proyek penting secara global yang akan menjadi katalisator bagi transformasi kawasan menuju energi bersih dan bebas karbon.

“Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan bersama dengan Quantum Power Asia dan Union Energy, kami yakin rencana proyek kami sangat menarik untuk menciptakan program investasi jangka panjang yang berkelanjutan, baik untuk Singapura dan Indonesia,” tukasnya.

Dikatakan pula dalam kerja sama itu komitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat sebelum mengekspor listrik ke Singapura.

Dengan dukungan penuh dari komunitas masyarakat di Kepri, telah dirancang hubungan rantai pasokan hiper-lokal, program pelatihan kompetensi keterampilan yang relevan untuk penduduk, serta kegiatan pembangunan bisnis.

Dengan demikian, diharapkan proyek dapat melibatkan usaha mikro, kecil, hingga menengah lokal dan memberikan dampak positif pada masyarakat luas secara maksimal. (RN)

Berita Sebelumnya

Vaksin Kanker Serviks Bakal Diwajibkan di Seluruh Indonesia

Berita Selanjutnya

Gubernur Kepri dan Republic Polytechnic Singapura Tanda Tangani Kerja Sama Food Industry 4.0 and Supply Chain Programme

Berita Selanjutnya
Gubernur Kepri dan Republic Polytechnic Singapura Tanda Tangani Kerja Sama Food Industry 4.0 and Supply Chain Programme

Gubernur Kepri dan Republic Polytechnic Singapura Tanda Tangani Kerja Sama Food Industry 4.0 and Supply Chain Programme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com