Kapasitas Air Baku Menurun di Tiga Waduk BP Batam, Amsakar Minta Kesadaran Bersama - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kapasitas Air Baku Menurun di Tiga Waduk BP Batam, Amsakar Minta Kesadaran Bersama

30/Mar/2026 17:24
Kapasitas Air Baku Menurun di Tiga Waduk BP Batam, Amsakar Minta Kesadaran Bersama

Kondisi salah satu titik di Waduk Muka Kuning pada Senin (30/03/2026), di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kondisi air baku di tiga waduk milik BP Batam, kini kapasitasnya menurun di tengah kemarau panjang.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad usai pelaksanaan salat istisqa yang mendoakan agar hujan turun, Senin (30/03/2026), di Dataran Engku Putri.

“Sampai dengan saat ini di antara waduk kita yang ada, kalau saya tidak salah ada delapan waduk, itu enam masih cukup bisa untuk meng-cover sampai di penghujung tahun. Tapi ada yang kalau nggak salah saya sekitar tiga waduk itu debit airnya betul-betul berkurang,” kata Amsakar.

Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (F: BatamNow)

Ia juga mengajak warga Batam untuk menjaga waduk dari aktivitas merusak.

“Saya mohon juga dukungan kepada seluruh warga Batam agar misalnya ada yang merambah di hutan seputaran waduk-waduk kita ini, hentikanlah kegiatan ini. Atau yang selama ini melakukan pengambilan air tidak diatur secara baik, hentikanlah untuk sementara waktu ini,” pintanya.

Lalu sudah sejauh mana pengawasan dari BP Batam yang juga memiliki personel Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam)?

“Pengawasan sudah kita optimalkan. Maksud saya, yang dibutuhkan itu adalah sinergi. Kalau kita memang seluruhnya harus menumpukan kepada pemerintah, tanpa terbangun kesadaran, tidak juga pas sebenarnya. Sebenarnya yang paling baik itu adalah bagaimana tumbuh kesadaran bersama,” ucapnya.

@batamnow Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar salat istisqa di Dataran Engku Puteri, Senin (30/03/2026) pagi. Salat istisqa adalah salat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan panjang. Pantauan di lokasi, hadir Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, pejabat lainnya Forkopimda, pegawai Pemko dan BP Batam, serta warga. Imam dalam salat istisqa ini adalah Jefri AR, S.Sy. Sementara yang menjadi khatib adalah Kyai Dhoifi Ibrahim. “Alhamdulillah pada hari ini kita bersama berada dalam satu tempat di bawah payung langit, bersama-sama dalam rangka untuk mengetuk pintu langit agar pencipta alam semesta berkenan memberikan rahmat-Nya menurunkan hujan-Nya untuk kita,” kata khatib membuka khotbahnya.   Ia juga mengingatkan perlu memahami bahwa kemarau panjang yang melanda Batam bisa jadi adalah dampak perbuatan masyarakat. Menurutnya, cobaan kemarau panjang ini juga bisa sebagai pertanda cinta Sang Pencipta kepada umatnya. Sehingga menjadi pengingat agar manusia bertobat. “Hari ini mari kita perbanyak memohon ampun kepada Allah,” ujar khatib. Kemarau panjang di Batam telah membuat beberapa waduk mengalami penurunan kapasitas air baku.   Salah satu yang dapat jelas dilihat adalah kondisi Waduk Muka Kuning. Menurut data BP Batam, tinggi muka air (TMA) waduk tersebut adalah 22,58 m/dpl dari top spill 25 m/dpl per tanggal 27 Maret 2026. Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata awal April. Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang. “Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan. Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #bpbatam ♬ original sound – BatamNow.com

Menurut Amsakar, PT Air Batam Hulu (ABHu) dan PT Air Batam Hilir (ABHi) sebagai mitra BP Batam dalam operasional dan perawatan SPAM Batam juga telah menambah personel untuk menjaga waduk. Pun begitu, lanjutnya, tentu tidak akan mampu mengawasi tuntas.

“Kemarin kita bahas dengan PT ABHu dan ABHi Moya, ada ratusan personelnya kita minta itu dilengkapi dan itu sudah dilengkapi. Inilah yang tugasnya menjaga masing-masing waduk itu. Tapi saya yakin semua itu tidak mungkin terlihat oleh mereka.

Soal nama tiga waduk yang kini mengalami penurunan kapasitas air baku, Amsakar mengarahkan agar ditanya kepada Direktur Badan Usaha Fasilitas, Lingkungan dan SPAM BP Batam, Iyus Rusmana.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade Tak Tahu Soal Ponton yang Masih Disegel di Pelabuhan Batam Center

“Kalau teknis, nanti bahas sama Iyus,” ujarnya.

Sementara Iyus yang dikonfirmasi, belum memberikan jawaban konkret. “Baik nnti sy siapkan ya,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Sedangkan Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait dalam unggahan di media sosialnya, menjelaskan ada 3 waduk yang debitnya cukup turun yaitu Waduk Sei Harapan, Waduk Nongsa dan Waduk Muka Kuning.

Pantauan BatamNow.com di Waduk Muka Kuning, Senin (30/03), beberapa titik yang dipisahkan Jalan Letjend Suprapto dekat Bukit Daeng itu, terlihat mengalami kekeringan.

Misalnya areal yang dahulu ditutupi air, kini kering dan ditumbuhi semak.

 

1 of 4
- +

Tinggi Muka Air 7 Waduk di Batam

Sebelumnya, BP Batam telah merilis informasi tinggi muka air (TMA) dan curah hujan pada tujuh waduk di Batam.

Berdasarkan data BP Batam per 26 Maret 2026, curah hujan di seluruh waduk tersebut 0 mm per hari, alias tak ada hujan. Kondisi itu masih sama hingga pelaksanaan salat istisqa pada hari ini.

Pada 26 Maret, Waduk Sei Harapan dengan kedalaman permukaan air dari dasar waduk (TMA) di angka +8,98 m/dpl, atau selisih 0,52 m/dpl dari batas ketinggian maksimum (top spill) +9,50 m/dpl.

Lalu Waduk Sei Ladi dengan TMA +18,59 m/dpl, atau selisih 0,41 m/dpl dari top spill +19,00 m/dpl.

Waduk Sei Nongsa dengan TMA +8,12 m/dpl, atau selisih 1,88 m/dpl dari top spill +10,00 m/dpl.

Waduk Duriangkang dengan TMA +6,68 m/dpl, atau selisih 0,82 m/dpl dari top spill +7,50 m/dpl.

Waduk Muka Kuning dengan TMA +22,60 m/dpl, atau selisih 2,40 m/dpl dari top spill +25,00 m/dpl.

Waduk Sei Tembesi dengan TMA +6,95 m/dpl, atau selisih 0,55 m/dpl dari top spill +7,50 m/dpl.

Kemudian Waduk Sei Rempang dengan TMA +4,48 m/dpl, atau selisih 0,12 m/dpl dari top spill +4,60 m/dpl.

Informasi Tinggi Muka Air (TMA) dan Curah Hujan di Waduk Batam tanggal 26 Maret 2026. (F: bpbatam.go.id)

Belum Masuk ke Upaya Teknologi Modifikasi Cuaca

Selain salat istisqa, apakah BP Batam maupun Pemko Batam akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk merekayasa hujan buatan?

“Sementara kita belum masuk ke wilayah itu,” jawab Amsakar singkat.

Merangkum berbagai sumber, rekayasa cuaca atau TMC bisa digunakan saat musim kemarau untuk mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan.

TMC bekerja dengan menyemai awan menggunakan bahan higroskopis (garam) untuk mempercepat pembentukan hujan. Operasi ini efektif untuk mengisi waduk, membasahi lahan gambut, dan menekan kabut asap, asalkan masih terdapat awan potensial, menurut BPBD Kota Malang dan BRIN.

“Yang kita lalakukan adalah, kemarin ada sembilan rencana yang mau kita lakukan dari 18 stress area yang ada, tapi kemudian sembilan pekerjaan itu kita hold, ada tiga yang kita kerjakan, yang selebihnya nanti akan di-take over oleh badan usaha yang bersangkutan setelah diaddendum,” jelas Amsakar.

Saat ini, lanjutnya, BP Batam juga membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Waduk Sei Ladi dengan kapasitas 50 meter kubik per detik.

“Itu sama dengan IPA yang ada sekarang. Berarti sekarang di Dam Sungai Ladi itu sudah 100 meter kubik per second untuk mendistribusikan ke empat wilayah: Jodoh, Nagoya, Batu Ampar, Bengkong,” jelasnya.

Namun, tambahnya, tetap saja dibutuhkan air hujan untuk mengisi waduk-waduk lalu diolah IPA.

Catatan BatamNow.com, hujan merata dengan intensitas tinggi di Batam terakhir kali pada 19 Februari, atau sudah hampir satu setengah bulan yang lalu. Hujan saat itu bahkanmenyebabkan banjir di sejumlah titik.

Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata baru terjadi pada awal April.

Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang.

“Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan.

Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau (Kepri) perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur. (D)

Berita Sebelumnya

BRK Syariah Sambut HUT ke-60, Ajak Ucapan Berbasis Kebermanfaatan dan Ramah Lingkungan

Berita Selanjutnya

Oknum Imigrasi Batam Terseret Dua Kasus: Pungli WNA dan Narkotika

Berita Selanjutnya
Konsep Otomatis

Oknum Imigrasi Batam Terseret Dua Kasus: Pungli WNA dan Narkotika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com