Ketua Kadin Batam: Ex-Officio Kepala BP Batam Gagal Total dan Negara Dirugikan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ketua Kadin Batam: Ex-Officio Kepala BP Batam Gagal Total dan Negara Dirugikan

12/Nov/2022 22:27
Besok, Kadin Batam Panggil PT Moya Indonesia. Banyak Juga Pengusaha Mengeluh

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk menilai gagal total konsep Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam.

“Konsep ex-officio itu sudah gagal total, negara dirugikan, seharusnya pemberian fasilitas dan status khusus bebas pajak bisa meningkatkan devisa dan kontribusi PDRB, serta membuka lapangan kerja. Kenyataannya saat ini bertolak belakang. Ini namanya intangible loss, kerugian tidak berwujud, tapi nyata,” kata Jadi kepada BatamNow.com, Sabtu (12/11/2022).

Jadi juga menilai Kepala BP Batam gagal ketika melihat masih banyaknya pengangguran dan minimnya investasi baru yang seyogianya menciptakan lapangan pekerjaan.

Disebutkan Jadi, ada tiga cara menciptakan lapangan pekerjaan, antara lain: mengundang investasi asing dan domestik sebanyak-banyaknya; mendorong ekspansi dan perluasan usaha dari investasi yang sudah ada; serta mendorong wirausaha baru.

“Tetapi tiga cara tersebut belum berjalan optimal,” ujarnya.

Diberitakan, ada sekitar 12 ribu pelamar lowongan pekerjaan (loker) dalam Job Fair Batam 2022 yang digelar pada 7-9 November. Padahal hanya 1.880 orang yang dibutuhkan oleh 32 perusahaan.

Jadi pun membandingkan daerah lain dengan Batam yang memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) dengan banyak kemudahan ini, namun tampaknya tak begitu menarik minat para investor asing.

“Orientasi investasi global saat ini, apa yang menjadi daya saing di Vietnam, Kamboja dan di China sehingga banyak investasi masuk ke dalam kawasan khusus di sana,” kata Jadi terheran.

Dia membeber satu contoh yakni Vietnam yang merealisasikan USD 15,43 miliar (±Rp 238 triliun) Penanaman Modal Asing PMA atau Foreign Direct Investment (FDI) selama Januari-September 2022. Nilai investasi itu meningkat 16,3 persen dari capaian dalam tiga triwulan pertama di tahun lalu dan merupakan realisasi terbesar selama 5 tahun terakhir dengan periode yang sama.

Sementara realisasi PMA di Batam tercatat hanya sekitar Rp 5,1 triliun untuk Semester I tahun 2022. Sedangkan pada Triwulan I-III tahun 2021 sekitar Rp 6,39 triliun dan Rp 6,01 triliun pada 2020 dengan periode yang sama. Nilai itu sangat kecil bila dibandingkan dengan Vietnam meski sama-same dikhususkan untuk menggaet investasi asing.

Baca Juga:  Kemenkes: Risiko Kematian Akibat Omicron Tetap Ada, Masyarakat yang Bergejala Segera Tes!

“Tapi kalo dibilang dunia lagi pening karena perang, investasi ke Vietnam makin moncer,” tukas Jadi.

Melihat kondisi ini, menurut Jadi, negara juga dirugikan karena Batam yang dengan berbagai keistimewaan ini tak banyak mendatangkan investasi baru.

“Kalau meminjam statement Ampuan Situmeang ‘harus ada yang dirugikan baru bisa digugat itu ex-officio’, menurut saya ini yang dirugikan adalah negara Republik Indonesia, sebagai institusi melalui Kementerian Keuangan yang memberikan fasilitas bebas pajak, jadi negara yang dirugikan,” tegasnya.

Jadi menyimpulkan bahwa BP Batam tampaknya mulai lupa fungsi utama keberadaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) ini. “Kesimpulannya, BP Batam saat ini sudah terdegradasi,” tegasnya.

Jadi: Ada yang Salah dengan Pola Promosi Investasi BP Batam

Menurut Jadi, ada yang salah juga dengan pola pemasaran dan promosi investasi yang dilakukan BP Batam sehingga investor enggan berinvestasi, apalagi PMA.

“BP Batam harus mengevaluasi pola pemasaran dan promosi investasi. Pasti ada yang salah sehingga investor tidak banyak masuk,” tegas Jadi.

“Kita tidak pernah melihat BP Batam merilis atau mengekspos perencanaan pengembangan kawasan investasi baru yang potensial dijual ke investor,” tambahnya.

Jadi pun mengkritisi direktorat maupun biro di BP Batam yang seyogianya berperan penting dalam mempromosikan investasi ke calon investor.

“Direktorat marketing, promosi dan humas BP Batam hanya sibuk mengurusi media untuk pencitraan, tapi lupa esensi tugas sebenarnya sampai-sampai dapat ISO. Seharusnya yang dapat ISO itu Direktorat Pelayanan dan Perizinan,” terangnya.

Kalaupun promosi ke luar negeri, lanjut Jadi, BP Batam seharusnya memiliki target yang jelas sehingga membuahkan investasi baru.

“Itu yang harus dipelajari oleh BP Batam, bukan sibuk bangun jalan. Itu pun bukan bangun, hanya melebarkan saja jalan-jalan. Entah apa tujuannya,” pungkasnya. (LL/D)

Berita Sebelumnya

Polemik Kampanye Terselubung Wagub, Gubernur Kepri: Banyak Tugas Saya Disposisi Tapi Tidak Dijalankan

Berita Selanjutnya

195 Pasien Gagal Ginjal Meninggal, Tak Ada Satu Pun Otoritas Merasa Bertanggung Jawab

Berita Selanjutnya
Kemenkes Larang Sementara Penjualan Obat Sirop Karena Beberapa Ditemukan Mengandung Senyawa Toksik

195 Pasien Gagal Ginjal Meninggal, Tak Ada Satu Pun Otoritas Merasa Bertanggung Jawab

Comments 1

  1. Alfred zahidin says:
    3 tahun ago

    Wali kota Rudi gK salah yg salah pemerintah pusat kenapa dikasih sama org yg gak Ahli Ekonomi Marketing.dan ganda jabatan pula.

    Sekaarang Kadin jgn cuma ngomong kegagalan bisa gak usulin pergantian ama pusat untuk menempatkan org yg tepat dan tdk rsngkap jabatan biar fokus kerja

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




@batamnow

iklan PLN
BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com