BatamNow.com – Setelah sempat menggunung selama lima hari di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, sampah kini mulai diangkut secara bertahap ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Telaga Punggur.
Pantauan BatamNow.com di lapangan, Kamis (26/03/2026), satu unit alat berat jenis long reach excavator beroperasi memuat sampah ke dalam tiga unit arm roll atau hook lift (kontainer lepas-pasang) yang siaga tidak jauh dari lokasi. Proses pengangkutan dilakukan secara bergantian.
Selain itu, tiga unit truk Hino pengangkut arm roll juga tampak hilir mudik membawa sampah menuju TPA Punggur, meski timbunan sampah masih menumpuk.
Salah seorang petugas kebersihan di lokasi mengatakan, proses pengangkutan sampah dari TPS ke TPA diperkirakan memakan waktu beberapa hari.
“Sekitar 3 sampai 5 hari lah, sepertinya akan berkurang tumpukan sampah ini, mengingat armada truknya juga kan terbatas dan perlu juga mengangkut sampah di tempat lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, volume sampah terus bertambah setiap hari karena pengangkutan dari permukiman warga tetap berjalan.
“Apalagi kan setiap hari mobil-mobi pengangkut sampah dari rumah-rumah warga bekerja terus, itulah satu yang menambah jumlah tumpukan sampah ini,” katanya.
Namun, petugas tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pengangkutan sampah ke TPA, karena dirinya hanya bertugas mengangkut sampah dari lingkungan perumahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp pada Rabu (25/03/2026), sebelum berita sebelumnya dipublikasikan.
Pada hari yang sama, BatamNow.com juga meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan.
Setelah berita pertama tumpukan sampah di TPS Bengkong Sadai itu diterbitkan, ia merespons singkat “Ok, km koord dulu dgn DLH ya“.
Berdasarkan data DLH yang dipublikasikan melalui laman Media Center Pemko Batam, timbulan sampah di Batam saat ini mencapai 1.185,94 ton per hari atau setara 432.868,72 ton per tahun.
Pada awal 2025, Pemko Batam menambah 16 armada baru, terdiri dari 14 unit arm roll dan dua dump truck, guna menggantikan armada lama yang mengalami kerusakan.
Total armada yang dimiliki sekitar 140 unit. Sebelumnya hanya sekitar 20 unit yang layak beroperasi.
Untuk alat berat, DLH Batam memiliki lima unit yang terdiri dari dua buldoser, dua ekskavator, dan satu unit lainnya yang sudah dalam kondisi rusak.
Guna menutupi kekurangan, DLH juga mendapat bantuan satu unit alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), satu unit dari Balai Wilayah Sungai (BWS), serta menyewa satu unit tambahan. (A)

