BatamNow.com – Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Bengkong Sadai, kini dengan kondisi tumpukan sampah menggunung.
TPS tersebut berada persis di tepi jalan menuju Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPALD) di Kecamatan Bengkong.
Menurut warga sekitar, sampah tersebut tidak diangkut selama kurang lebih 4 hari lamanya. Dan hingga hari ini atau H+4 Idulfitri, Rabu (25/03/2026), sampah masih menggunung.

Padahal, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, pihaknya telah menyiapkan antisipasi lonjakan sampah selama momen Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Dalam pernyataannya di beberapa pemberitaan media online, antisipasi yang disiapkan berupa 1.000 petugas yang disiagakan.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan tersebut, DLH Batam bersama tim satuan tugas (satgas) kebersihan juga mengoptimalkan sistem kerja selama masa libur.
Jadwal petugas telah disusun guna mengurangi potensi keterlambatan dalam pengangkutan sampah dari berbagai sumber.
Katanya lagi, layanan kebersihan DLH Batam saat ini didukung sekitar 1.000 petugas yang terdiri dari tenaga pengangkut sampah dan penyapu jalan.
Para petugas tersebut bekerja secara bergiliran dalam sistem shift untuk memastikan pelayanan tetap berjalan pada pagi hingga malam hari.
Namun nyatanya, ucapan Dohar tersebut seperti pepatah “Jauh Panggang dari Api” dengan menggunungnya sampah di TPS tersebut.
BatamNow.com mengkonfirmasi persoalan sampah ini kepada Kadis LH Dohar dan Kadis Kominfo Batam Rudi Panjaitan, namun belum ada respons.
@batamnow Wali Kota Batam, Amsakar Achmad melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Pelantikan ini digelar di aula lantai IV Gedung Pemko Batam, pada Jumat (06/02/2026) yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra serta beberapa pejabat dan pegawai di lingkungan Pemko Batam. Ada 4 kepala dinas PEmko Batam yang dilantik, antara lain: – Herman Rozie, dirotasi menjadi Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan & Kearsipan, yang sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup – Hendriani Agustini diangkat menjadi Kadis Pemadam Kebakaran (Damkar), sebelumnya menjabat Kepala Inspektorat Kota Batam – Dohar Mangalando Hasibuan, diangkat menjadi Kadis Lingkungan Hidup (LH), sebelumnya menjabat Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air – Metra Dinata diangkat menjadi Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), sebelumnya menjabat Kepala Bidang Wasnas Kesbangpol Batam. Selain itu, dalam pelantikan tersebut beberapa pejabat fungsional juga ikut dilantik… Baca selengkapnya di Batamnow.com #batam #batamnow #batamhits #batamviral #batamnews #batampunyacerita #fyp #batamtiktok #fypdong #semuatentangbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra ♬ original sound – BatamNow.com
Amsakar Perintahkan Dohar Jangan Tidur
Menurut Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, persoalan sampah di Kota Batam merupakan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan perhatian ekstra.
Amsakar pun memerintahkan Dohar yang saat dilantik, agar jangan tidur demi menuntaskan persoalan persampahan di Batam.
Pernyataan itu Amskar tegaskan pada saat Dohar dilantik sebagai Kadis LH kota Batam, serta dua kadis lainnya, Jumat (06/02/2026), di aula lantai IV Gedung Kantor Pemko Batam.
“Kalau perlu, jangan tidur bagaimana menyelesaikan masalah sampah ini. Dari 336 daerah di Indonesia yang masuk kategori darurat sampah, kita berada di posisi 124,” kata Amsakar, kala itu.
Realisasi Retribusi Tak Pernah Capai Target
Data yang dihimpun dari Sistem Informasi Penerimaan Daerah (SIEPENDA) milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam menunjukkan tren pencapaian retribusi pelayanan persampahan/kebersihan yang fluktuatif dan cenderung di bawah target.
Pada tahun 2023, dari target Rp 60 miliar, realisasi penerimaan hanya mencapai Rp 34,45 miliar atau sekitar 55,57 persen.
Selanjutnya tahun 2024, target diturunkan menjadi Rp 47,85 miliar, dengan capaian lebih baik yakni Rp 38,59 miliar atau 80,65 persen.
Namun pada tahun 2025, hingga akhir Juli, dari target Rp 60 miliar, baru terealisasi sekitar Rp 18 miliar lebih. (A)

