BatamNow.com – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali mencuat, setelah viralnya unggahan Warga Negara Asing (WNA) mengaku diperas oknum petugas saat pemeriksaan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.
Pengakuan wisatawan mancanegara (Wisman) menunjukkan pola yang seragam: digiring ke ruang tertutup, dituduh tanpa dasar jelas, lalu dipaksa membayar “denda” tidak resmi.
Tidak cukup sampai di situ, ancaman deportasi wisatawan bahkan menawar “denda” dari 300 menjadi 250 dolar Singapura (USD)—praktik yang lebih menyerupai transaksi ilegal.
Keterlibatan pihak tak berseragam juga mengindikasikan dugaan praktik terorganisir, bukan sekadar ulah oknum.
Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, merupakan salah satu pintu masuk wisman ke Batam dan tempat kejadian dugaan pemerasan itu. Tapi perlakuan serupa ramai digunjingkan terjadi juga di enam pelabuhan internasional lainnya di Batam.

Warga Indonesia Juga Curhat di Google Maps Review Terkait Pelayanan Imigrasi
Selain WNA, “buruknya” pelayanan petugas imigrasi di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center ternyata juga dialami oleh warga negara Indonesia (WNI).
Banyaknya keluhan WNI yang bepergian maupun sekembali dari luar negeri (khususnya dari dan ke Singapura-Malaysia) dicurahkan di Ulasan Google Maps (Google Maps Review). Beberapa ulasan bahkan memberi penilaian (rating) satu bintang, dari parameter terbanyak lima bintang.
BatamNow.com mengutip dari ulasan di Google Maps atas keluhan-keluhan warga Indonesia yang hendak berangkat keluar negeri maupun sebaliknya.
Berikut ragam keluhan ulasan kutipannya:
“Sepertinya ada beberapa petugas yang memang tidak bisa bekerja di bidang pelayanan, kedatangan ferry terakhir sengaja lewat counter karena membawa anak, malah paspor di banting dilempar, bahasa nda ada sopan santunnya, harusnya tadi saya catat namanya, pengen silaturahmi,” komentar dari akun bernama A**** K** yang dipublikasikan 5 bulan lalu dan rating yang diberikan pun bintang satu.
Keluhan berikutnya datang dari akun lain yang juga mengeluh atas pelayanan oknum petugas Imigrasi di Pelabuhan Batam Centre.
“TERUNTUK IBU2 IMIGRASI YANG TERHORMAT DAN PUNYA JABATAN. SAYA TAU ANDA SEDANG ISTIRAHAT ATAU DALAM KONDISI TIDAK BERTUGAS. TAPI MOHON DENGAN HORMAT KALAU BERBICARA DENGAN ORANG GUNAKAN NADA YANG BAIK DAN CARA YANG SOPAN. mungkin ada bbrp org yang tidak mau complain tapi ini sudah lebih dari 5 kali kalian memperlakukan pendatang seperti ini,” ujar akun Fari** M** F** dan memberikan satu bintang juga, di upload 4 bulan yang lalu.
Lagi-lagi rating untuk Pelabuhan Feri Internasional Batam Center dapat bintang satu.
“Halo, Imigrasi Batam. so aku baru balik dari Malaka buat periksa penyakit endometriosis yang membuat aku sulit hamil.
Btw aku pejuang garis 2. Dan sudah beberapa kali operasi. Hal ini tentu sangat menyakitkan buatku sebagai perempuan.
Kebetulan aku pergi sama adik iparku lagi hamil besar.
Di kapal pulang itu dia muntah-muntah sampe lemes. Jadi aku panik dan buru2. Waktu lewat imigrasi Batam Centre, aku antri dibelakang adik iparku. Terus laki laki petugas imigrasi Batam, jalur prioritas tanggal 13/01/26 malam, itu nanya ke adikku “kenapa lewat sini?” Dijawab adik ku “hamil” emang jutek banget petugasnya.
Terus aku dibelakang adikku langsung disemprot sama dia “INI NGAPAIN? HAMIL JUGA?!” padahal itu aku pake jeans dan jelas aku ga hamil karena badanku kurus. Maksudku, apa pantas pertanyaan kaya gitu dilontarkan petugas imigrasi dengan nada yang sangat tidak enak di dengar?
Aku ga minta semua orang ngerti apa yang aku alamin. Tapi please, aku juga orang hospitality.
Omongan seperti itu bukan omongan yang pantas untuk pertanyaan seorang profesional,” tulis akun I*** F**** dan memberi rating bintang satu.
Kemudian dari akun berikutnya juga mengeluhkan keluhan yang hampir sama dan memberi rating bintang 3.
“Pelabuhan nya sudah bagus, sayang nya yg petugas imigrasi nya songong2
Kita masuk mau kluar k malaysia atau k singapore, d tanya melebihi petugas imigrasi di Singapore dan Malaysia
Seolah dipikirnya semua orang yg masuk lewat sana pergi keluar negeri untuk bekerja
Dan saya juga pernah melihat orang2 yg di bawa k dalam kantor imigrasi, dimintai duit sm mereka,a ternyata masih banyak pemalakan oleh petugas2 tersebut. Apakah gaji mereka tidak cukup untuk hidup mereka, smpe orang2 yg mau lewat aja dicari2 kesalahan nya, ada aja salah orang dibuat nya.
Orang yg udah lengkap dokument pun malah d tanya pasport lama lah. Herann dehh
Saya pernah digituin jg, d pikirnya saya keluar2 untuk bekerja, hellooooowwww tuan tuan dan nyonya2 yg terhormat, gue k Singapore dan Malaysia beli barang
Dan keluarga gue d malaysia jg ada.
D Batam juga ada usaha, jadi jgn berpikir semua orang yg lewat buat bekerja dan cari uang keluar sana.
Jangan biasakan makan uang Haram buat keluarga, gk berkah kena sumpah serapah orang,” tulis akun Ahd** D*** T*** A** T*****
Banyaknya keluhan WNA dan WNI di pelabuhan, baik di terminal kedatangan dan keberangkatan bukan hanya isu belaka sebagaimana diulas pada Google.
Kondisi ini membuat wajah dan bentuk pelayanan imigrasi dan petugas lainnya pelabuhan penumpang internasional sedang dipertaruhkan akibat ulah oknum petugas imigrasi yang diduga melakukan pungli terhadap WNA.
BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Kepala Kepala Kantor Imigrasi kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad serta Kasi Informasi dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana. Namun hingga berita ini diterbitkan keduanya belum merespons. (A)

