BatamNow – PT Moya Indonesia dikabarkan telah menempatkan sekitar 200 an lebih karyawannya di Batam untuk adjustment menuju transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Pihak perusahaan grup Salim ini belum menjawab BatamNow soal kebenaran kabar bahwa sudah mendatangkan sejumlah karyawan itu. Pihak PT Moya dihubungi pertelepon dan dengan surat, belum ada jawaban.
Demikian juga pertanyaan yang dikirim media ini ke whatsapp Dirut PT Moya di Batam dengan nomor 081370511xxx, tak dijawab.
Hingga kini PT Moya, tampaknya, belum secara formal mengumumkan keberadaannya di Batam maupun keberadaan kantornya.
PT Moya terkesan tertutup ke publik sejak BP Batam memilih perusahaan yang berpusat di Jakarta itu untuk melaksanakan transisi SPAM.
Sesuai Undang-Undang 17 Tahun 2017, tentang Sumber Daya Air (SDA), setiap informasi atas pengelolaan dan penyediaan air minum harus secara transparan kepada masyarakat. Bahkan dalam pengawasan pun menurut UU itu mesti melibatkan masyarakat.
Menjawab pertanyaan, sumber BatamNow mengatakan “Saya tak tau persis jumlahnya, tapi yang saya dengar sejumlah karyawan PT Moya sudah datang di Batam dalam rangka overlap di setiap tahapan pemrosesan air,” kata sumber BatamNow, Minggu lalu.
PT Moya dipilih BP Batam pertengahan September lalu sebagai perusahaan transisi SPAM selama 6 bulan, terhitung 15 Nopember 2020.
Sementara Pelaksana Tugas Kepala BP Batam, Purwiyanto saat dikonfirmasi BatamNow belum mengetahui kabar gelombang pekerja PT Moya dari luar yang ditempatkan di Kota Batam.
BP Batam, kata Purwiyanto, masih fokus pada pengakhiran konsesi, termasuk aset dan pelayanan ke masyarakat agar pada 15 November air tetap mengalir.
“Mengenai isu 200 karyawan yang sudah berada di Kota Batam, saya tidak tahu, itu intern PT Moya,” ujarnya saat menghadiri rapat kerja Kadin Kota Batam, Selasa (6/10) di Radisson Hotel.
Beberapa pihak yang dirangkum Batamnow mempertanyakan kemungkinan dropping sejumlah karyawan dari PT Moya di Batam.
Mengapa tidak memberdayakan sumber daya lokal dan pihak PT Moya terkesan kurang menghargai daerah dalam memberdayakan warga lokal?
Pjs Wali Kota Batam Samsul Bahrum menjawab belum ada komunikasi dengan pihak PT Moya.
Dia katakan, kalau melihat persepektif lokal, tentunya kita berharap di masa transisi operasi dan pemeliharaan SPAM ini ada penguatan tenaga kerja lokal, penguatan ekonomi lokal.
Tak hanya itu, kata Samsul, peluang ini juga hendaknya menjadi penguatan stabilitas pelayanan masyarakat Kota Batam yang memiliki 250 ribu rumah tangga. “Kan kota ini dengan 1,3 juta warga,” ujarnya.
Namun, tambah Samsul lagi, bila kita berpikir secara nasional tidak ada masalah, pun andai dropping sejumlah karyawan PT Moya dari luar Batam. “Karena Batam sudah menjadi milik nasional, artinya ada kepentingan nasional.”
“Kalau 200 karyawan ini bersifat transisional kemudian mengisi yang belum keahliannya, lebih baik diisi oleh karyawan dari ex ATB,” urai Samsul.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, sebelum cuti kampanye, menyampaikan seluruh karyawan ATB Batam yang ingin bergabung di BP Batam akan diterima tanpa tes. Pernyataan Rudi itu disampaikan dihadapan pihak manajemen PT Moya di Batam.
Karena semua karyawan ATB Batam sangat profesional, memiliki kemampuan yang berkualitas serta berpengalaman.
Dalam beberapa kesempatan pihak PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyampaikan karyawan/ti, jumlahnya lebih kurang 500 orang. (*)

