26,7 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Ini Penjelasan Kemenkes - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

26,7 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Ini Penjelasan Kemenkes

by BATAM NOW
30/Mar/2022 17:44
MUI: Vaksin Sinopharm Haram, Tapi Boleh Digunakan karena Darurat

IIustrasi Vaksin Sinopharm. (F: Pradita Utama)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan kendala utama penyebab adanya vaksin Covid-19 yang kadaluarsa. Salah satunya akibat vaksin hibah yang masuk ke Indonesia memiliki expiry date (masa kadaluarsa) pendek.

“Vaksin hibah disampaikan Kemenlu, umurnya pendek itu yang saya kira menyebabkan makin lama angka expiry date makin tinggi. umur vaksin, terutama vaksin AstraZeneca yang diberikan ke kita pendek,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu dalam RDP dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (30/03/2022).

Selain itu dia mengatakan adanya banyak penolakan dari sejumlah daerah untuk AstraZeneca. Hal tersebut membuat vaksin menumpuk di Biofarma dan belum didistribusikan.

“Kirim ke daerah ada yang bilang jangan dulu di kirim ke Biofarma, menumpuk lagi di Biofarma. Di daerah percepatan AstraZeneca sangat pelan,” tambah Maxi.

Sebelumnya,dia menjelaskan hingga 31 Maret masih ada tambahan sekitar 1,078 juta vaksin yang akan habis hingga 31 Maret 2022 mendatang. Terbanyak keberadaan berada di Bali dan Nusa Tenggaa Timur, dengan jumlah terbanyak adalah AstraZeneca serta sebagian Sinovac.

Baca Juga:  Ketum Perhumas: Humas Gagal Paham dan Bohongi Publik, Pelanggaran Serius

Untuk Sinovac, menurutnya akan habis karena untuk anak. Jadi akan mudah mencari sasarannya.

Sementara untuk lebih dari 1 juta yang mungkin kadaluwarsa, kemungkinan bisa habis setengah dari jumlah itu. “1,075 juta akhir bulan ini. Mudah-mudahan bisa selesai separuh di dua hari ini,” kata dia.

Sementara itu jumlah vaksin yang sudah kadaluwarsa mencapai 26,7 juta dosis. Karena masih ada di cold chain dan membuat beban karena akan ada kedatangan vaksin Covid-19 serta untuk imunisasi bayi dan balita.

Menurutnya, vaksin yang kadaluwarsa itu akan dilakukan pemusnahan. “Ada vaksin rutin imunisasi bayi balita cold chain yang sama. Usulkan ke pak menteri (Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin) dilakukan pemusnahan yang expiry date,” jelas Maxi. (*)

   sumber: CNBC Indonesia
Berita Sebelumnya

Dekan Fisip UNRI Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa Divonis Bebas

Berita Selanjutnya

Arab Saudi Bolehkan Wanita 45 Tahun ke Atas Jalani Umrah Tanpa Mahram

Berita Selanjutnya
Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram

Arab Saudi Bolehkan Wanita 45 Tahun ke Atas Jalani Umrah Tanpa Mahram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com