4 Fakta Amukan Corona di Singapura, Gagal Damai dengan Covid-19? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

4 Fakta Amukan Corona di Singapura, Gagal Damai dengan Covid-19?

28/Okt/2021 16:55
Meledak! Kasus Positif Covid Singapura Nyaris 3.000 Sehari

Ilustrasi Singapura. (F: Aristya Rahadian)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Singapura,sebagai salah satu negara yang pertama kali mengganti kebijakan menanggulangi Covid-19, dari strategi awal yaitu “Covid zero” (menekan kasus infeksi) ke strategi “Living with Covid” (hidup berdampingan dengan Covid).

“Strategi Covid Zero sudah tidak tepat lagi, mengingat adanya varia Delta yang sangat cepat menular. Namun, dengan vaksinasi, infeksi dapat menjadi penyakit ringan dan kemungkinan besar dapat diobati,” ujar Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dikutip dari The Straits Times.

Dilansir detikcom, saat ini tercatat 84 persen penduduk Singapura sudah menerima kedua dosis vaksin Covid-19 bahkan 14 persennya sudah mendapatkan booster. Imbasnya, pemerintah Singapura melonggarkan pembatasan kewaspadaan yang tinggi karena vaksinasi sudah mencapai 80 persen.

Akibat aktivitas masyarakat yang sudah mulai normal tersebut, terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Singapura.

Berikut beberapa fakta lonjakan kasus Covid-19 di Singapura:

1. Vaksinasi di atas 80 persen

Dikutip dari situs Ministry of Health Singapore (29/10/2021), dalam 28 hari terakhir, tercatat 90.203 kasus Covid-19 meskipun 84% penduduknya sudah mendapatkan kedua dosis vaksin. Bahkan di hari Rabu (27/10/2021) tercatat 5.324 kasus baru dengan tingkat laju infeksi sebesar 1,15 persen.

Baca Juga:  Permudah Calon Pembeli, Plaza Subaru Batam Tawarkan Tim Datang ke Rumah untuk Test Drive Mobil

2. Klaster kegiatan masyarakat

Akibat aktivitas masyarakat yang sudah mulai dilonggarkan, terbentuk beberapa klaster yang dengan tingkat kasus yang tinggi. Saat ini, klaster komunitas pensiunan Singapura (Bukit Batok Home) menyumbang angka kasus tertinggi yaitu 157 kasus dan mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah.

3. Lockcown lokal hingga 21 November

Akibat lonjakan kasus dan sistem kesehatan yang sudah mulai kewalahan, pemerintah Singapura memperpanjang pembatasan Covid-19 hingga 21 November dan akan ditinjau setiap 2 minggu.

4. Alami lonjakan tak biasa

Departemen kesehatan Singapura menyebut angka infeksi tinggi ini sangat tidak biasa. Di antara kasus baru yang dilaporkan, 5.312 infeksi ditularkan secara lokal, terdiri dari 4.651 di masyarakat dan 661 di asrama pekerja migran. Tercatat 12 kasus adalah impor.

“Depkes sedang melihat lonjakan kasus yang tidak biasa ini dalam waktu yang relatif singkat, dan memantau dengan cermat tren selama beberapa hari ke depan,” tambah MOH. (*)

Berita Sebelumnya

Gelar Investment Awards 2021, BP Batam Optimis Pengusaha Berekspansi dan Investasi di Batam

Berita Selanjutnya

Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Berita Selanjutnya
Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com