5 Alasan Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Sering Muncul pada Wanita ketimbang Pria - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

5 Alasan Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Sering Muncul pada Wanita ketimbang Pria

15/Agu/2021 19:05
Kemenkes: Masih Ada Risiko Terpapar Covid Meski Sudah Vaksin

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/02/2021). (F: Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Vaksin Covid-19 adalah salah satu upaya untuk menghentikan pandemi Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, sama seperti vaksin lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat menimbulkan efek samping.

Namun, analisis data CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) yang dikumpulkan selama bulan pertama peluncuran vaksinasi Covid-19, menunjukkan bahwa sebagian besar reaksi terhadap suntikan vaksin Covid-19 tidak serius.

Data yang telah diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report pada bulan Februari lalu ini juga menunjukkan, wanita melaporkan lebih banyak efek samping vaksin daripada pria.

Menurut Betsy Koickel, MD, spesialis kedokteran keluarga di Northwell Health, Levittown, New York, hal itu karena tubuh wanita secara hormonal dan genetik berbeda dari tubuh pria.

“Kita tahu bahwa pria dan wanita merespons secara berbeda terhadap berbagai intervensi medis, mereka secara konsisten bereaksi berbeda terhadap sebagian besar vaksin,” kata Koickel.

Sebenarnya bukan hal mengejutkan, jika orang memiliki respons secara berbeda terhadap vaksin Covid-19.

Seperti vaksinasi sebelumnya, yang terjadi pada pandemi flu babi 2009, wanita empat kali lebih mungkin melaporkan reaksi alergi daripada pria setelah divaksinasi.

Menurut para ahli, perbedaan efek samping vaksin dapat dikaitkan dengan hormon, genetika, dan berbagai faktor lainnya.

Berikut ini adalah lima alasan potensial, mengapa wanita melaporkan lebih banyak efek samping vaksin Covid-19 yang dialami daripada pria.

1. Wanita lebih berinisiatif melaporkan efek samping daripada pria

CDC menggunakan data hasil laporan masyarakat secara mandiri, yang mana kondisi ini memungkinkan bahwa wanita lebih cenderung membuat laporan efek samping yang dirasakannya daripada pria. Bahkan, jika mereka mengalami gejala yang sama.

2. Hormon dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Dr. Koickel mengatakan, hormon estrogen wanita akan meningkatkan dan memengaruhi reaksi sistem kekebalan tubuh.

Sementara pada hormon testosteron yang dimiliki pria, cenderung tidak memberikan reaksi terhadap kekebalan tubuh.

“Contohnya adalah wanita lebih sering didiagnosis dengan penyakit autoimun seperti lupus dan multiple sclerosis,” kata Daniel Kuritzkes, MD, Kepala Penyakit Menular di Brigham and Women’s Hospital dan seorang Profesor di Harvard Medical School di Boston.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Hadiri GTRA Summit Wakatobi 2022 Membahas Legalisasi Tanah Kawasan Pesisir

Kendati demikian, pria bisa mengalami penyakit yang lebih parah dan lebih banyak kematian akibat Covid-19 yang dialami pria

3. Wanita mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat

Ada kemungkinan, bahwa sistem kekebalan tubuh wanita yang membuat mereka lebih sehat, dapat mengarahkan ke lebih banyak efek samping Covid-19.

Efek samping itu lebih sering terjadi pada orang yang lebih muda, yang memiliki sistem kekebalan yang lebih sehat” kata Dr. Kuritzkes.

Meski demikian, Dr. Koickel memperingatkan, bahwa kita tidak dapat menarik korelasi langsung antara efek samping dan sistem kekebalan yang bekerja.

Kesimpulan sementara yang bisa dibuat adalah efek samping vaksin Covid-19 yang muncul kemungkinan tanda dari respons imun yang kuat. Tentunya, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

4. Wanita dan pria secara genetik berbeda

Sama seperti hormon yang berbeda pada wanita dan pria, genetik yang dimiliki mereka berbeda.

“Gen kekebalan ditemukan lebih banyak pada kromosom X, atau perempuan” Dr. Koicke.

Sementara Dr. Kuritzkes mengakui, bahwa beberapa kecenderungan genetik mungkin ada, namun masih memerlukan studi lebih lanjut.

5. Dosis vaksin mungkin terlalu kuat

Dr. Koickel memperkirakan, mungkin saja dosis vaksin Covid-19 yang sama untuk pria dan wanita, terlalu kuat untuk wanita dan menjadi alasan mengapa efek merugikan lebih banyak dialami wanita.

Senada hal tersebut, Dr. Kuritzkes mengatakan, studi awal menunjukkan bahwa dosis vaksin yang lebih tinggi menyebabkan lebih banyak gejala.

Hingga saat ini memang tidak ada uji coba vaksin terpisah yang dilakukan pada pria dan wanita, sehingga untuk saat ini dosis yang diberikan tetap sama antara keduanya.

Meski efek samping vaksin Covid-19 lebih banyak terjadi pada wanita, para ahli menekankan, efek samping vaksin Covid-19 yang muncul umumnya tidak berbahaya.

Bagaimanapun, efek terinfeksi Covid-19 jauh lebih berbahaya ketimbang efek vaksin Covid-19.

Sehingga, jangan takut untuk divaksin Covid-19.(*)

Berita Sebelumnya

Bhakti untuk NKRI, GP NasDem Kepri Gelar Donor Darah & Donor Plasma

Berita Selanjutnya

Tren Membaik, Gubernur Yakin Kepri Turun ke Level 2

Berita Selanjutnya
Tren Membaik, Gubernur Yakin Kepri Turun ke Level 2

Tren Membaik, Gubernur Yakin Kepri Turun ke Level 2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com