BatamNow.com – Sekitar 8 jam tim Search And Rescue (SAR) Batam, bekerja keras tanpa henti mencari korban tanah longsor di Perum Nagoya Valley itu. Sejak Jumat (08/01/2021) sore hingga Sabtu (09/01) dini hari.
Dengan bantuan satu unit alat berat escavator, dan di bawah penerangan lampu sorot di tengah malam itu, akhirnya jasad Bakri (50) ditemukan di kedalaman 8 meter dengan posisi di kemiringan tanah longsor.
Sekitar pukul 00.20 jasad korban ke ldua baru ditemukan di lokasi proyek di RT/RW 002/005, Kelurahan Kampung Seraya itu.
Tertimbun di bawah tembok reruntuhan batu miring dengan sejumlah besi coran yang membengkok menyatu dengan longsor.
Bakri korban kedua tanah longsor, ditemukan tewas sekitar pukul 00.20.
Tim Basarnas butuh waktu 1 jam untuk mengevakuasinya dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Nongsa untuk pemeriksaan medis.
“Namanya Bakri ,” ujar Kapolsek Batu Ampar, AKP Nendra Madyatias, ke Batamnow.com dini hari tadi (9/1) di lokasi kejadian.
Sementara korban tewas pertama dengan panggilan Selamat juga diperkirakan berusia sama.
Bakri hampir 8 jam tertimbun longsor. Setelah jasadnya ditemukan, butuh waktu 1 jam lagi untuk mengevakuasi dari posisi ditemukan.

Dua laki-laki menjadi korban tewas tanah longsor di proyek perumahan di sana, terjadi Jumat (08/01) di Kecamatan Batu Ampar, Batam.
Di salah satu bangunan proyek terpampang papan nama usaha PT Cahaya Ilham Barokah (CIB).

Belum didapat keterangan apakah PT CIB pemilik proyek itu.
Saat hujan turun dengan intensitas sedang, di saat beberapa orang sedang bekerja memasang mal batu miring, maut pun datang menjemput.(Hendra)

