BatamNow.com – Kepedulian PT Bandara Internasional Batam (BIB) terhadap lingkungan patut diapresiasi.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT BIB membangun dua fasilitas sanitasi untuk pengunjung di kawasan ekowisata “Pandang Tak Jemu”, Sambau, Nongsa, Batam.
Dua fasilitas berupa toilet dan kamar mandi tersebut diresmikan Direktur PT BIB, Annang Setia Budhi pada 26 Juni 2026.
Dalam kegiatan itu, PT BIB juga menanam sekitar 300 bibit mangrove. (Dilansir dari BatamPos)
Namun, di balik apresiasi tersebut terdapat ironi.
Saat pembangunan Terminal 2 belum terealisasi dan Terminal Kargo Baru belum dioperasikan, PT BIB justru merealisasikan program CSR di luar kawasan operasional Bandara Hang Nadim.
View this post on Instagram
Terminal Kargo Aset Negara Rp 116 Miliar Belum Beroperasi
Terminal Kargo Baru Hang Nadim yang dibangun BP Batam pada 2022 dengan nilai aset sekitar Rp 116 miliar hingga kini belum dioperasikan.
Nilai tersebut terdiri atas gedung dan bangunan sekitar Rp 108 miliar, peralatan dan mesin Rp 5,9 miliar, serta jaringan sekitar Rp1,7 miliar.
Terminal seluas sekitar 9.600 meter persegi itu memiliki apron 500 x 168 meter dan dirancang mampu melayani hingga lima pesawat berbadan lebar, termasuk Boeing 777.

Namun, terminal tersebut tak kunjung diserahterimakan BP Batam kepada PT BIB untuk menggantikan terminal kargo lama. Ada apa?
Kondisi ini pun menjadi temuan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan BP Batam Tahun 2024.
Berdasarkan observasi pada 14 Maret 2025, BPK menyatakan Terminal Kargo Baru belum dimanfaatkan secara optimal karena belum dioperasikan.
BPK juga menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan biaya pemeliharaan dan hilangnya potensi penerimaan dari operasional terminal.
Pantauan BatamNow.com di lokasi gedung baru-baru ini, gedung kargo yang baru itu tertutup rapat dan tak ada aktivitas.

Terminal 2 Belum Terwujud
Persoalan serupa terjadi pada mimpi akan pembangunan Terminal 2 Hang Nadim yang disebut bernilai sekitar Rp 2,4 triliun hingga Rp 2,7 triliun.
Groundbreaking dilakukan pada 30 Mei 2024 oleh Kepala BP Batam saat itu, Muhammad Rudi. Proyek tersebut dijanjikan rampung dan beroperasi pada 2026.
Namun, hingga kini pembangunan fisiknya masih nol. Di lokasi proyek hanya terlihat patok atau prasasti penanda groundbreaking.

Salah satu kendala yang sebelumnya disebut adalah terminal kargo lama masih digunakan, sementara Terminal Kargo Baru belum dapat dioperasikan.
BP Batam juga disebut masih belum melengkapi utilitas dan fasilitas pendukung Terminal Kargo Baru dengan nilai sekitar Rp 31 miliar.

CSR Diapresiasi, Infrastruktur Utama Dipertanyakan
Pembangunan dua toilet dan penanaman mangrove di “Pandang Tak Jemu” patut diapresiasi sebagai bentuk kontribusi PT BIB terhadap pelestarian lingkungan.
Namun, aset negara senilai Rp 116 miliar yang dinilai publik terjadi penelantaran patut diatensi aparat penegak hukum (APH).
Salah satu masalahnya, BP Batam juga disebut masih belum melengkapi utilitas dan fasilitas pendukung Terminal Kargo Baru dengan nilai sekitar Rp 31 miliar.
“Ada apa dengan dana puluhan miliar ini?” Hal ini juga bagian penting yang tengah dipertanyakan publik, kini.
Sebelumnya, BatamNow.com telah melakukan konfirmasi ke BP Batam dan Direktur PT BIB, namun tak ada respons. (Redaksi)
