Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga

29/Agu/2026 21:28
Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga

Warga mengantre hingga malam untuk menampung air di pos Damkar Tanjung Uncang, karena aliran air minum jaringan perpipaan SPAM BP Batam mati berhari-hari hingga Sabtu (29/08/2026). (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gangguan suplai air minum akibat pekerjaan relokasi pipa 800 milimeter (mm) dan perbaikan kebocoran pipa 800 mm di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, membuat sejumlah warga di Batam kesulitan mendapatkan air minum perpipaan.

Pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu (26/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB.

Namun ternyata pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB.

Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Dan perbaikannya baru rampung pada Sabtu (29/08) sekira pukul 14.45 WIB.

PT Air Batam Hilir (ABHi) setiap terjadi masalah distribusi, menyebutkan telah menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga 1×24 jam. Permintaan mobil tangki dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW, atau kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan ABHi.

Namun, di lapangan, sejumlah Ketua RT dan RW mengaku kewalahan menghadapi warga yang membutuhkan air.

@batamnow Gangguan suplai air minum akibat pekerjaan relokasi pipa 800 milimeter (mm) dan perbaikan kebocoran pipa 800 mm di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, membuat sejumlah warga di Batam kesulitan mendapatkan air minum perpipaan. Pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu (26/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB. Namun ternyata pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Dan perbaikannya baru rampung pada Sabtu (29/08) sekira pukul 14.45 WIB. PT Air Batam Hilir (ABHi) setiap terjadi masalah distribusi, menyebutkan telah menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga 1×24 jam. Permintaan mobil tangki dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW, atau kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan ABHi. Namun, di lapangan, sejumlah Ketua RT dan RW mengaku kewalahan menghadapi warga yang membutuhkan air. Ketua RW Kelimpungan Hadapi Desakan 850 KK Salah satunya Ketua RW 13 Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Borkat Siregar. Sejak Kamis (27/08) hingga Sabtu (29/08), Borkat mengaku terus mendapat desakan dari sekitar 850 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Ia mengaku telah berulang kali menghubungi layanan pelanggan ABHi untuk meminta bantuan mobil tangki air. Bahkan, tiga unit mobil tangki telah dimintanya untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, hingga Sabtu (29/08), bantuan yang diminta tersebut belum kunjung tiba. “Saya sudah mulai kelimpungan mengahadapi desakan dari warga saya, saya sudah berupaya dari tiga hari kemarin meminta bantuan mobil tangki, namun hingga hari ini, satu tetes pun belum ada diantarkan oleh pihak ABHi,” kata Borkat kepada BatamNow.com, Sabtu (29/08). Menurutnya, sebagai Ketua RW, ia harus berhadapan langsung dengan warga yang membutuhkan air. Desakan tersebut datang hampir setiap saat karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. “Ini sudah menjadi tanggung jawab saya, tapi seharusnya ABHi juga harus bertanggung jawab atas keluhan masyarakat ini,” ujarnya. Tegaskan Ketua RT/RW Bukan Bawahan ABHi Borkat juga meminta ABHi tidak menjadikan Ketua RT maupun RW sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan warga akibat persoalan distribusi air. Ia mengingatkan bahwa Ketua RT/RW merupakan koordinator di lingkungan masyarakat, bukan bawahan perusahaan penyedia air. “Kami bukan bawahan PT ABHi, jadi tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat kami sendiri, jadi kami meminta kerja samanya juga dari ABHi atas keluhan warga kami ini,” tegasnya. Menurut Borkat, koordinasi antara perusahaan dengan pengurus lingkungan harus berjalan efektif agar masyarakat yang terdampak gangguan suplai tidak semakin kesulitan. Kebutuhan Air Masjid Dipenuhi Bantuan Damkar Kondisi kekurangan air juga dirasakan untuk kebutuhan fasilitas ibadah. Borkat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di Masjid Jannatul Firdaus, termasuk keperluan wudu saat salat Jumat, pihaknya terpaksa meminta bantuan dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjung Uncang. “Untuk kebutuhan air wudhu waktu salat Jumat di masjid kita, terpaksa saya berkoordinasi dengan komandan pos Damkar Tanjung Uncang, alhmdulillah-nya dikirimkan satu tangki,” jelasnya. Warga Masih Antre Air hingga Malam Hingga Sabtu malam, warga yang terdampak gangguan suplai air masih mendatangi Pos Damkar Tanjung Uncang untuk mendapatkan air. Borkat mengatakan warga datang membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember hingga galon. “Hingga malam ini, warga saya serta warga lain yang terdampak masih terus berbondong-bondong datang untuk mengisi air kedalam jeriken, ember, galon,” katanya… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Notícia Policial e Crime de Suspense – Music For Business

Ketua RW Kelimpungan Hadapi Desakan 850 KK

Salah satunya Ketua RW 13 Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Borkat Siregar.

Sejak Kamis (27/08) hingga Sabtu (29/08), Borkat mengaku terus mendapat desakan dari sekitar 850 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Baca Juga:  Air SPAM Batam Keruh, Warga Gesya Bukit Permata Terpaksa Beli Filter Ratusan Ribu untuk Jernihkan

Ia mengaku telah berulang kali menghubungi layanan pelanggan ABHi untuk meminta bantuan mobil tangki air. Bahkan, tiga unit mobil tangki telah dimintanya untuk memenuhi kebutuhan warga.

Namun, hingga Sabtu (29/08), bantuan yang diminta tersebut belum kunjung tiba.

“Saya sudah mulai kelimpungan mengahadapi desakan dari warga saya, saya sudah berupaya dari tiga hari kemarin meminta bantuan mobil tangki, namun hingga hari ini, satu tetes pun belum ada diantarkan oleh pihak ABHi,” kata Borkat kepada BatamNow.com, Sabtu (29/08).

Menurutnya, sebagai Ketua RW, ia harus berhadapan langsung dengan warga yang membutuhkan air. Desakan tersebut datang hampir setiap saat karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab saya, tapi seharusnya ABHi juga harus bertanggung jawab atas keluhan masyarakat ini,” ujarnya.

Warga mengantre hingga malam untuk menampung air karena aliran air minum jaringan perpipaan SPAM BP Batam mati berhari-hari, Sabtu (29/08/2026). (F: ist)

Tegaskan Ketua RT/RW Bukan Bawahan ABHi

Borkat juga meminta ABHi tidak menjadikan Ketua RT maupun RW sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan warga akibat persoalan distribusi air.

Ia mengingatkan bahwa Ketua RT/RW merupakan koordinator di lingkungan masyarakat, bukan bawahan perusahaan penyedia air.

“Kami bukan bawahan PT ABHi, jadi tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat kami sendiri, jadi kami meminta kerja samanya juga dari ABHi atas keluhan warga kami ini,” tegasnya.

Menurut Borkat, koordinasi antara perusahaan dengan pengurus lingkungan harus berjalan efektif agar masyarakat yang terdampak gangguan suplai tidak semakin kesulitan.

Kebutuhan Air Masjid Dipenuhi Bantuan Damkar

Kondisi kekurangan air juga dirasakan untuk kebutuhan fasilitas ibadah.

Borkat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di Masjid Jannatul Firdaus, termasuk keperluan wudu saat salat Jumat, pihaknya terpaksa meminta bantuan dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjung Uncang.

“Untuk kebutuhan air wudhu waktu salat Jumat di masjid kita, terpaksa saya berkoordinasi dengan komandan pos Damkar Tanjung Uncang, alhmdulillah-nya dikirimkan satu tangki,” jelasnya.

@batamnow PT Air Batam Hilir (ABH) menyebut perbaikan pipa berdiameter 800 milimeter (mm) yang mengalami kebocoran sejak Jumat kemarin di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, kini memasuki tahap akhir. “Semoga tepat waktu, mengelas sudah selesai sejak jam 09.00,” kata Direktur Utama PT ABH, Yuni Supriyanto, kepada BatamNow.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/08/2026). Ketika ditanya kondisi terkini aliran pada pipa tersebut, ia menjawab, “Mulai mengisi pipa yang kosong dengan tekanan rendah”. Pantauan BatamNow.com di lokasi sekitar pukul 10.10 WIB, sejumlah pekerja masih melakukan pekerjaan lanjutan. Beberapa pipa baja atau steel pile ditancapkan untuk menyangga pipa yang telah diperbaiki. Corporate Communication PT ABH, Ginda Alamsyah Lubis, mengatakan pekerjaan perbaikan ditargetkan rampung pada Sabtu siang. “Estimasi selesai pekerjaan pukul 14.00 WIB,” kata Ginda. PT ABH Jelaskan Kronologi Pekerjaan-Kebocoran Sebelumnya, kebocoran pipa 800 mm tersebut ditemukan setelah jaringan kembali dioperasikan pascapekerjaan pada jalur perpipaan yang sama. PT ABH menjelaskan, pekerjaan awal pada jalur pipa 800 mm di depan Batamindo merupakan pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor jalan. Pekerjaan yang semula diestimasi berlangsung pada Rabu (26/08) pukul 21.00 WIB hingga Kamis (27/08) pukul 04.00 WIB, ternyata berlangsung lebih lama. Menurut ABH, pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB. Kondisi itu kemudian turut memperpanjang proses pengoperasian dan pemulihan jaringan distribusi air. Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Kebocoran tersebut menyebabkan proses pemulihan distribusi air kembali terganggu. ABH kemudian mengerahkan tim teknis untuk memeriksa jaringan, memastikan titik kebocoran, dan melakukan perbaikan. Adapun sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak selama proses penanganan dan pemulihan meliputi Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan wilayah sekitarnya. ABH menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan yang terjadi. Perusahaan memastikan jaringan akan kembali dioperasikan secara bertahap setelah pekerjaan perbaikan selesai. Baca di BatamNow.com @bpbatam_ @amsakarachmad @li.claudia.chandra #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #batampunyacerita #fyp #batamnews #batamviraltiktok ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music

Warga Masih Antre Air hingga Malam

Hingga Sabtu malam, warga yang terdampak gangguan suplai air masih mendatangi Pos Damkar Tanjung Uncang untuk mendapatkan air.

Borkat mengatakan warga datang membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember hingga galon.

“Hingga malam ini, warga saya serta warga lain yang terdampak masih terus berbondong-bondong datang untuk mengisi air kedalam jeriken, ember, galon,” katanya.

Ia berharap persoalan gangguan suplai air tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan serius, sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh air secara normal.

“Untuk kerja saja kita kini sudah tidak fokus, yang ada di pikiran kita saat ini hanya mencari-cari air. Kita berharap agar ada atensi dan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia tentang kesusahan kami ini,” ujar Borkat.

Sebelumnya, ABHi menyebut sejumlah wilayah terdampak pekerjaan pipa tersebut, di antaranya Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan wilayah sekitarnya. (A)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Janji Prioritas Amsakar-Li Claudia Soal Air Minum, Warga Batam Kembali Krisis Air Berhari

Berita Selanjutnya

Empat Hari Krisis Air Batam, Warga Sayangkan Ketidaksiapan Pengelola SPAM Atasi Kondisi Darurat

Berita Selanjutnya
Krisis Air Minum di Batam, Ketua RW: Jangan Benturkan Kami dengan Warga

Empat Hari Krisis Air Batam, Warga Sayangkan Ketidaksiapan Pengelola SPAM Atasi Kondisi Darurat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com