BatamNow.com – Krisis air minum perpipaan yang membuat sengsara warga Batam memasuki hari kelima pasca pekerjaan relokasi dilanjut perbaikan pipa ukuran 800 mm yang bocor di depan kawasan Batamindo.
Informasi dihimpun BatamNow.com, aliran air perpipaan masih mati untuk beberapa daerah seperti di Sei Lekop, Saguba, dan lokasi lainnya di Kecamatan Sagulung.
Kini, para warga terpaksa mencari solusi sendiri untuk menampung air dari berbagai macam sumber.
Musababnya, kata mereka, permintaan suplai menggunakan truk tangki tak kunjung dipenuhi PT Air Batam Hilir yang adalah mitra operasional Badan Usaha (BU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam.
Ketua RT 001/RW 008 Sagulung Bahagia, Sulaiman Ratuloli mengatakan mereka merasa sengsara untuk mencari air selama lima hari krisis air berlangsung di sana.
“Sehari dua hari aja kita terlambat bayar, langsung air kita disegel. Sengsara kami pak cari airnya,” kata Sulaiman kepada BatamNow.com, Minggu (30/08/2026) sore di Sagulung Bahagia, Sei Lekop.
Ia ditemui di SMKIT Darussalam 01 Batam, ketika melangsir air dari toren yang dibawa pulang warga usai menampung air dari filling point, fasilitas pengisian air dari pipa induk SPAM yang terletak di seberang Rumah Sakit (RS) Graha Hermine, Batu Aji.

Sulaiman mengatakan, ia telah tiga kali menelepon untuk meminta pengiriman truk tangki air ke warganya.
“Saya telepon tiga kali ke bagian BP bimas. Janji, janji, janji air pakai tangki datang. Tidak datang,” jelasnya.
Puncaknya adalah pada Sabtu (29/08) malam, ketika masjid di lingkungan warga tidak tersedia air lagi padahal akan melaksanakan peringatan Maulid Nabi. Tapi tetap saja, teuk air tidak dikirimkan.
“Sampai saya minta terakhir kemarin pagi ‘kami ada acara Maulid di masjid’. Di masjid tidak ada air sama sekali. Saya minta dua tangki saja, satu untuk warga, satu untuk masjid. Senyap,” ujarnya.
Buruknya pelayanan PT Air Batam Hilir (ABH) itu pun sampai mengganggu hubungan antara warga dengan perangkat di lingkungannya.
“Warga sekarang ‘seruduk’ kami RT. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami RT yang jadi sasaran,” tukasnya.
Sementara PT ABH lewat media sosial resminya telah mengumumkan bahwa pekerjaan perbaikan pipa yang bocor di depan kawasan Batamindo telah rampung sejak Jumat (29/08) kemarin pukul 14.45 WIB.
“Kok sampai jam ini, air belum bisa berjalan,” tanya Sulaiman.
Warga RT 002 Sagulung Bahagia, Muri menjelaskan bahwa pihak RT sebenarnya telah berupaya membuat permohonan air tangki.
Namun permintaan itu hingga hari kelima krisis air, tidak dipenuhi oleh PT ABH.
Masalah baru, lanjutnya, timbul ketika warga mereka melihat truk tangki air hilir-mudik menyuplai ke pemukiman lain yang berdekatan dengan RW 08 Sagulung Bahagia.
“Jadi ibu-ibu sudah pada ngumpul mau mencegat ABH itu
Kok wilayah sana dapat, di sini nggak. Jadi kayak ada permainan. Itu yang jadi permasalahan,” kata Muri yang menjadi relawan menampung air ke filling point.
Setelah permintaan truk tangki mereka sampaikan, pun tidak ada kepastian kapan air akan dikirimkan.
“Warga sekarang cari air sendiri,” kata Muri dan Sulaiman serempak.
Sebagai contoh, Muri dan Sulaiman harus mencari air menggunakan toren/tandon berukuran sekitar 1.000 liter diangkut pakai pickup. Mereka menampung air dari filling point di depan RS Graha Hermine, Batu Aji, berjarak sekitar 5 kilometer.
Air yang mereka tampung akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan sekolah dan masjid terlebih dahulu. Setelah itu untuk kebutuhan warga.
Karena krisis air ini, warga juga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air di pengisian air galon, atau membeli dari warga yang memiliki sumur.
Sulaiman pun mempertanyakan keberadaan para anggota legislatif Batam, Kepulauan Riau, ketika masalah krisis air ini mendera dan merugikan masyarakat.
“Kami kan punya wakil rakyat duduk di dewan, mereka ke mana aja?” ucapnya.
Ia juga mendesak harus swegera ada solusi dadi pm.erintah.
“Pemerintah tolong ke depannya cari solusinya bagaimana. Jangan menyusahkan masyarakat ribuan orang ini,” tegas Sulaiman.
Melihat kondisi buruknya pelayanan PT Air Batam Hilir yang tak berkesudahan, Sulaiman pun meminta Kepala BP Batam, Amsakar Achmad untuk segera mengevaluasi mitra BP Batam itu.
“Pesan saya untuk bapak, bahwa tolong seleksi kembali sekarang yang menangani, ABH, koreksi kembali. Kalau misal tidak sesuai dengan dia punya jalurnya, kontrak habis. Jangan buat kita begini susah,” kata Sulaiman.
Seorang emak-emak yang ditemui kala menampung air di sumur milik warga, juga mengaku sangat resah dan kesulitan selama krisis air ini.
Ia mengaku, lokasi rumahnya pada hari-hari normal hanya teraliri air sejak pukul 00.00 hingga 05.00 pagi.
“Air lancar di jam 01.00, jam 05.00 sudha mati lagi,” jelasnya.
Ia pun berharap permasalahan krisis air ini segera diatasi.
“Semoga cepat selesai. Sangat menyedihkan, semoga cepat seperti biasa lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, PT ABH menyebut perbaikan pipa di depan kawasan Batamindo memberi dampak terhadap aliran air ke sejumlah wilayah, di antaranya Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan sekitarnya. (D)
