Penerbangan Batam-Jakarta Terganggu Abu Vulkanik, 19 Penerbangan Terdampak - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Penerbangan Batam-Jakarta Terganggu Abu Vulkanik, 19 Penerbangan Terdampak

07/Sep/2026 17:04
Penerbangan Batam-Jakarta Terganggu Abu Vulkanik, 19 Penerbangan Terdampak
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Batam dengan rute Jakarta tidak dapat dilaksanakan menyusul masih ditutupnya Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan kondisi tersebut masih berlangsung hingga Senin, 7 September 2026.

Menurut Annang, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Bandara Soekarno-Hatta masih dalam status ditutup atau close hingga pukul 18.00 WIB.

“Dengan kondisi tersebut, penerbangan dari dan menuju Batam dengan rute Jakarta masih belum dapat dilakukan,” ujar Annang saat menyampaikan kondisi penerbangan kepada awak media.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi. (F: BatamNow)

Ia menjelaskan, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 11.30 WIB, terdapat 57 rencana penerbangan di Bandara Internasional Batam pada hari ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7.947 penumpang tercatat akan menggunakan penerbangan yang tersedia.

Sebanyak 53 penerbangan merupakan penerbangan domestik, sedangkan empat lainnya merupakan penerbangan internasional.

Dari total rencana penerbangan tersebut, sebanyak 19 penerbangan terdampak gangguan abu vulkanik karena melayani rute Jakarta.

Jumlah penumpang yang terdampak diperkirakan mencapai 2.462 orang.

Ke-19 penerbangan tersebut terdiri dari sembilan penerbangan kedatangan dan 10 penerbangan keberangkatan yang tidak dapat dilakukan.

Adapun 19 penerbangan rute Jakarta yang terdampak terdiri dari enam penerbangan Super Air Jet, delapan penerbangan Citilink, tiga penerbangan Batik Air dan dua penerbangan Garuda Indonesia.

Masih Ada Penerbangan Beroperasi Seperti Biasa

Sementara itu, 38 penerbangan lainnya dengan jumlah sekitar 5.485 penumpang masih dapat beroperasi seperti biasa.

Penerbangan yang masih berjalan tersebut melayani sejumlah rute domestik maupun internasional.

Untuk rute internasional di antaranya tujuan Kuala Lumpur.

Sedangkan penerbangan domestik melayani sejumlah kota seperti tujuan Kualanamu Sumatra Utara, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan sejumlah rute lainnya.

Kompensasi dan Rescheduling Diserahkan kepada Maskapai

Terkait penanganan penumpang, termasuk kompensasi dan penjadwalan ulang atau rescheduling, Annang menegaskan bahwa kebijakan tersebut berada pada masing-masing maskapai penerbangan.

Menurutnya, ketentuan mengenai kompensasi mengikuti aturan dan kebijakan yang berlaku di setiap maskapai.

“Untuk kompensasi, kembali lagi semuanya mengikuti aturan yang berlaku di masing-masing maskapai. Ketentuannya merupakan kebijakan dari maskapai masing-masing,” katanya.

Sementara untuk pelayanan penumpang di area bandara, pihak PT BIB berkoordinasi dengan masing-masing maskapai.

Penumpang dapat memperoleh layanan melalui customer service maskapai yang tersedia di area keberangkatan maupun melalui kantor masing-masing maskapai.

Untuk proses reschedule maupun kemungkinan perpindahan rute, pihak bandara juga terus melakukan koordinasi dengan maskapai.

Namun, keputusan akhir terkait penjadwalan ulang atau perubahan rute tetap menjadi kewenangan masing-masing maskapai.

Maskapai dapat menentukan apakah penumpang akan kembali dijadwalkan menuju Jakarta pada hari berikutnya atau, apabila masih terdapat ketersediaan kursi dan sesuai dengan kebijakan maskapai, penumpang dapat dialihkan melalui rute lainnya.

Annang menyebut ketersediaan kursi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi maskapai dalam mengambil keputusan.

“Keputusan tersebut kami serahkan kepada maskapai karena keterbatasan dan ketersediaan kursi juga menjadi pertimbangan penting. Maskapai harus menjaga keseimbangan antara ketersediaan penerbangan dan pelayanan kepada penumpang,” jelasnya.

Menunggu Perkembangan Bandara Soekarno-Hatta

Terkait kemungkinan penerbangan rute Jakarta kembali beroperasi, BIB masih menunggu perkembangan kondisi Bandara Soekarno-Hatta.

Annang mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, bandara tersebut masih berstatus close hingga pukul 18.00 WIB.

Menurutnya, biasanya pengecekan kondisi dilakukan sekitar satu hingga dua jam sebelum batas waktu penutupan berakhir.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah abu vulkanik masih terdeteksi atau kondisi sudah memungkinkan bagi bandara untuk kembali melayani penerbangan.

“Prediksi kami masih mengikuti informasi yang kami terima dari kantor pusat terkait kondisi di Jakarta. Untuk saat ini, kami masih berpatokan pada informasi bahwa operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sampai pukul 18.00 WIB,” ujarnya.

Meski demikian, pihak PT BIB belum dapat memastikan apakah setelah pukul 18.00 WIB Bandara Soekarno-Hatta akan kembali dibuka atau masa penutupan justru diperpanjang.

Informasi terbaru akan terus dipantau dan diperbarui menjelang batas waktu tersebut.

“Untuk selanjutnya, kami belum bisa memastikan apakah setelah pukul 18.00 WIB bandara akan dibuka atau penutupan diperpanjang. Kami akan terus melakukan pembaruan sekitar satu atau dua jam sebelum batas waktu tersebut,” kata Annang.

Ia memastikan apabila terdapat perkembangan baru, baik berupa perpanjangan penutupan maupun keputusan pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta, informasi tersebut akan segera disampaikan.

BIB Berikan Air Minum Gratis kepada Penumpang

Di tengah gangguan penerbangan tersebut, pihak BIB juga melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak terhadap penumpang.

Annang mengatakan, tim bandara telah melakukan service recovery sejak Minggu (06/09).

Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah menyediakan air minum secara gratis kepada penumpang yang berada di bandara dan tengah menjalani proses refund maupun rescheduling.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat membuat penumpang tetap nyaman dan dapat menyelesaikan keperluannya dengan pihak maskapai,” ujarnya.

BIB juga memastikan maskapai telah melakukan upaya pelayanan melalui tim masing-masing untuk menangani penumpang yang terdampak.

Pelayanan tersebut mencakup penumpang yang memilih melakukan reschedule, refund maupun pembatalan penerbangan.

Menurut Annang, salah satu hal yang menjadi perhatian pihak bandara adalah keselarasan informasi antara maskapai dan pengelola bandara.

Dengan demikian, penumpang dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi penerbangan sekaligus tetap merasa nyaman selama berada di Bandara Internasional Batam.

Untuk mengantisipasi kedatangan penumpang dalam jumlah besar, sejak pagi pihak bandara telah menyiapkan antrean serta area customer service.

Area tersebut disiapkan untuk melayani penumpang yang hendak melakukan refund maupun rescheduling.

“Ketika penumpang mulai datang dan mengantre, semuanya sudah tertata. Penumpang juga diarahkan dengan jelas mengenai ke mana mereka harus melakukan refund atau mendapatkan informasi dari airline,” jelasnya.

Pihak BIB, kata Annang, terus berupaya memastikan informasi yang diterima penumpang selalu diperbarui.

Selain itu, kebutuhan penumpang terkait proses refund maupun rescheduling diupayakan dapat ditangani dengan baik oleh masing-masing maskapai.

Belum Ada Tambahan Penerbangan Terdampak

Hingga pembaruan data pada pukul 11.30 WIB, Annang menyebut belum terdapat tambahan penerbangan yang terdampak selain 19 penerbangan rute Jakarta.

“Untuk rute lainnya sampai hari ini belum ada tambahan penerbangan yang terdampak,” katanya.

Namun demikian, kondisi penerbangan masih dapat berubah. Hal tersebut salah satunya berkaitan dengan rotasi pesawat yang sepenuhnya menjadi bagian dari kebijakan maskapai.

Maskapai juga harus memperhitungkan ketersediaan armada maupun kru dalam menentukan operasional penerbangan berikutnya.

Di sisi lain, pihak bandara mulai melihat adanya peningkatan permintaan pada sejumlah penerbangan.

Beberapa penerbangan bahkan disebut sudah mencapai kondisi penuh karena meningkatnya penumpang yang mencari alternatif perjalanan menuju Jakarta.

“Yang dapat kami pantau, memang mulai terjadi lonjakan permintaan pada sejumlah penerbangan. Beberapa pesawat bahkan bisa dikatakan sudah penuh,” ungkap Annang. (A)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Wilson Lukman Cs Terdakwa Pembunuh Wanita Calon Pemandu Lagu di Batam Dituntut Mati

Berita Selanjutnya

APPEKNAS Perkuat Jejaring Internasional, Dorong Kolaborasi Konstruksi Indonesia ke Polandia dan Uni Eropa

Berita Selanjutnya
APPEKNAS Perkuat Jejaring Internasional, Dorong Kolaborasi Konstruksi Indonesia ke Polandia dan Uni Eropa

APPEKNAS Perkuat Jejaring Internasional, Dorong Kolaborasi Konstruksi Indonesia ke Polandia dan Uni Eropa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com