BatamNow.com – Sejumlah warga di Bengkong Pertiwi, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, kembali mengeluhkan buruknya kelancaran aliran air minum jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Warga mengaku kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Air dari jaringan SPAM disebut hanya mengalir pada tengah malam hingga dini hari dengan debit yang kecil.
Salah seorang warga Bengkong Pertiwi RT 04/RW 13 mengatakan, air mulai mengalir ke bak penampungan sekitar pukul 00.15 WIB dan kembali mati sekitar pukul 05.00 WIB.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat warga harus begadang pada tengah malam untuk menampung air, terutama keluarga yang memiliki anak kecil maupun anak yang harus bersekolah pada pagi hari.
Warga menyebut gangguan aliran tersebut telah dirasakan sejak Sabtu (05/09/2026).
“Dari Sabtu kemarin, air mengalir hanya tengah malam saja, itu pun aliran airnya selalu kecil, terpaksa lah orang tua yang ada anak kecil dan yang sekolah, terpaksa lah begadang,” ujar seorang perwakilan warga yang tinggal di Bengkong Pertiwi RT 04/RW 13, Kelurahan Tanjung Buntung, kepada BatamNow.com, Senin (07/09/2026).
Keluhan juga telah disampaikan warga kepada PT Air Batam Hilir (ABHi) melalui layanan call center. Selain itu, warga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada Direktur Badan Usaha (BU) SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady.
Namun, hingga Senin (07/09), warga mengaku masih harus begadang untuk menunggu air mengalir.
“Semenjak keluhan itu disampaikan baik ke PT ABHi maupun ke Spam BP Batam, hingga hari ini kami masih disibukkan dengan kegiatan begadang untuk menampung air,” ujarnya.
Warga lainnya mengaku kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas dan waktu istirahat mereka.
“Kami sudah capek kerja siang hari, malamnya dipaksa lagi begadang untuk menunggu air mengalir,” ucap warga lainnya.
ABHi Umumkan Gangguan dan Penundaan Pekerjaan
Sementara itu, PT ABHi sebelumnya mengumumkan adanya potensi gangguan pelayanan berupa aliran air kecil atau mati melalui akun Instagram resminya pada Minggu (06/09/2026).
Dalam pengumuman tersebut, ABHi menyebut akan melakukan pekerjaan lanjutan pemeliharaan pipa DN 800 mm di depan Central Sukajadi serta penyambungan pipa 400 mm jalur tangki Ozon Pelita.
Pekerjaan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (07/09/2026) pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB.
Sejumlah wilayah yang disebut terdampak antara lain Sei Panas, Seraya, Pelita, Baloi, Nagoya, Jodoh, Batu Ampar, Tanjung Sengkuang, Bengkong Permai, Bengkong Harapan 1 dan 2, Sarmen, Bengkong Jaya, Sadai, Bengkong Langit, Bengkong Pertiwi, Bengkong Palapa, Swadaya, Golden Prima, YKB dan sekitarnya.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama Anda,” tulis ABHi dalam pengumuman tersebut.
Lalu pada Senin (07/09), ABHi kembali mengunggah informasi bahwa pekerjaan tersebut ditunda.
“Ditunda karena alasan teknis,” tulis ABHi.
View this post on Instagram
Meski demikian, warga Bengkong Pertiwi mengatakan gangguan yang mereka alami bukan semata akibat pekerjaan yang diumumkan ABHi tersebut.
Menurut warga, aliran air sudah tidak lancar sebelum pengumuman mengenai pekerjaan pemeliharaan dan penyambungan pipa tersebut disampaikan.
“Jauh hari sebelum ABHi menginformasikan itu, kami sudah mendapatkan air yang tidak lancar,” ujar warga.
Atas keluhan tersebut, BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Direktur Utama PT ABHi, Yuni Supriyanto serta Anggota Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam sekaligus Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan. (A)
