BatamNow.com – Ruang pertemuan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) PWI Kepri di Ruko Purimas, sempat larut dalam suasana haru saat Ayu Aulia membeber kisah hubungan pribadinya dengan Roby Kurniawan yang kini Bupati Bintan, Provinsi Kepri itu.
Satu jam lebih, pada Sabtu (26/09/2026) siang, model dan selebgram itu menyampaikan kisah hubungan asmaranya dengan Roby Kurniawan sejak masa kuliah bersama.
Di kursi ruang kantor PWI Kepri itu, ia tampak tak mampu menahan emosi saat mengungkap kisah kelam dalam perjalanan asmaranya di masa lalu bersama Roby Kurniawan. Tangis dan penyesalan mendalam mengiringi pengakuannya tentang hubungan yang pada akhirnya meninggalkan “luka”.
Di hadapan para pimpinan media, perempuan berusia 33 tahun itu menceritakan rentetan peristiwa pahit yang mengubah perjalanan hidupnya sejak berhubungan dengan Roby Kurniawan.
Hubungan yang berawal sejak masa perkuliahan pada 2014–2015 diakuinya dipenuhi dinamika emosional yang menguras fisik dan mental.
Rasa sakit dan kepedihan yang mendalam dirasakannya ketika ia harus berjuang menghadapi komplikasi kesehatan reproduksi hingga keguguran, sebelum akhirnya harus merelakan rahimnya diangkat melalui operasi medis pada 2025.
“Ini bukan tentang uang. Berapapun dia ngasih uang akan saya tolak, saya punya harga diri. Tanya sekarang berapa harga rahim? Ini tentang harga diri dan empati,” tutur Ayu penuh emosi saat mengingat masa-masa di mana ia merasa ditinggalkan tanpa kepastian dan sikap jentelmen dari sosok yang kini menjadi pejabat publik tersebut.
Langkah Ayu membeberkan pengakuan ini diakui lahir dari rasa frustrasi atas sikap menghindar dan hilangnya komunikasi dari pihak Roby.
Meski sempat dihubungi oleh pihak ajudan dan menerima janji-janji manis di masa lalu, Ayu menilai tidak ada empati nyata yang ditunjukkan atas trauma kesehatan dan mental yang ia tanggung sendiri selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, Forum Pemred PWI Kepri memandang paparan humanis dan emosional dari Ayu Aulia ini tidak sekadar menjadi konsumsi drama personal, melainkan membuka ruang refleksi kritis atas norma kepatutan serta tanggung jawab moral seorang kepala daerah.
Sebagai pimpinan wilayah yang mengemban mandat rakyat dan terikat oleh etika pemerintahan, tindakan personal seorang pejabat tetap berdasar pada prinsip integritas, empati, dan kepatutan sosial.
Hingga saat ini, pihak Bupati Bintan Roby Kurniawan belum memberikan pernyataan resmi terkait pengakuan yang disampaikan Ayu Aulia.
Upaya klarifikasi dari anggota Forum Pimred PWI telah dikirimkan lewat WhatsApp kepada Roby pada Sabtu (26/09/2026) pukul 21.15, namun hingga berita ini naik tayang belum ada respons.
Forum Pemred PWI Kepri menegaskan tetap memberikan ruang terbuka bagi pihak Roby untuk melakukan tabayun atau klarifikasi demi menjunjung asas keberimbangan dan memberikan kepastian informasi bagi publik Kepulauan Riau. (Red)

