Kepri Menyerah, Porwil 2027 Batal Digelar di Kepri dan LI-Tipikor Menilai Kegagalan Ansar Ahmad - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kepri Menyerah, Porwil 2027 Batal Digelar di Kepri dan LI-Tipikor Menilai Kegagalan Ansar Ahmad

28/Sep/2026 14:40
Kepri Menyerah, Porwil 2027 Batal Digelar di Kepri dan LI-Tipikor Menilai Kegagalan Ansar Ahmad
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya menyerah dan
membatalkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) XII Sumatera 2027.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni Nomor B/400.4/726/DISPORA-SET/2026 tertanggal 23 Juni 2026 yang ditujukan kepada Ketua Umum KONI Pusat di Jakarta.

Ironisnya, Kepri sebelumnya telah menerima mandat sebagai tuan rumah Porwil XII melalui Rapat Koordinasi KONI se-Sumatera pada 2023 di Pekanbaru, Riau.

Setelah dipercaya, kini mandat tersebut dikembalikan.

Pemprov Kepri mengakui keputusan mundur diambil setelah melakukan evaluasi terhadap kesiapan daerah. Hasilnya, tiga alasan yang diklaim menjadi batu sandungan: infrastruktur, sarana dan prasarana venue, serta kemampuan keuangan daerah dalam APBD 2027.

“Setelah melakukan kajian mendalam terhadap evaluasi kesiapan infrastruktur, sarana/prasarana venue, serta kemampuan keuangan daerah dalam APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2027, maka dengan berat hati kami menyatakan batal dan mengundurkan diri dari status sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027,” demikian isi surat tersebut.

Dipercaya Sejak 2023, Mundur Menjelang Pelaksanaan

Keputusan ini menempatkan Pemprov Kepri pada situasi yang tak baik.

Sejak dipercaya pada 2023, tersedia waktu sekitar empat tahun untuk mempersiapkan penyelenggaraan Porwil 2027.

Namun, setelah proses berjalan, Pemprov Kepri justru menyatakan belum mampu memenuhi standar kesiapan yang dipersyaratkan.

Persoalannya bukan hanya venue olahraga. Pemprov Kepri secara resmi menyebut kemampuan APBD 2027 sebagai salah satu pertimbangan utama.

Dengan kata lain, mandat sebagai tuan rumah akhirnya harus dilepas karena daerah yang dipercaya menyatakan belum siap dari sisi infrastruktur maupun kemampuan pembiayaan.

Kondisi tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas persiapan sejak mandat sebagai tuan rumah diberikan pada 2023.

Mengapa setelah hampir empat tahun, kesiapan dasar penyelenggaraan masih menjadi persoalan?

Pertanyaan itu menjadi relevan karena pembatalan bukan terjadi pada awal proses, melainkan setelah Kepri menyandang status sebagai calon tuan rumah untuk Porwil 2027.

Pemprov Akui Keputusan Berdampak

Pemprov Kepri sendiri mengakui pembatalan tersebut akan berdampak terhadap persiapan perhelatan tahun 2027 yang tak lama lagi.

Baca Juga:  Gubernur Ansar dan Ketua MPR Bahas Investasi dan Pembangunan. Buat Kepri Aman, Permudah Perizinan

“Bahwa kami menyadari pembatalan ini berdampak pada jadwal dan persiapan yang telah dikoordinasikan,” tulis Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni dalam surat tersebut.

Karena itu, Pemprov Kepri menyatakan menyerahkan kembali mandat yang telah diberikan KONI se-Sumatera melalui KONI Pusat.

Pemprov Kepri  juga menyatakan siap mendukung proses penunjukan tuan rumah pengganti.

Bukan Sekadar Mundur, Ada Persoalan Kesiapan

Pembatalan status tuan rumah Porwil XII Sumatera 2027 bukan sekadar pergantian lokasi penyelenggaraan.

Surat Pemprov Kepri secara eksplisit menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam kesiapan daerah.

Infrastruktur belum dinilai siap, venue dan sarana-prasarana belum memenuhi standar, sementara kemampuan APBD 2027 juga menjadi pertimbangan.

Pengakuan resmi tersebut menjadi catatan tersendiri terhadap komitmen Kepri ketika menerima mandat sebagai tuan rumah pada 2023.

Kini, mandat itu dikembalikan.

Kepri yang sebelumnya dipercaya menjadi panggung Porwil XII Sumatera 2027 akhirnya harus mundur sebelum pertandingan digelar.

Bagi publik, pertanyaan berikutnya bukan lagi siapa yang menjadi tuan rumah, melainkan mengapa Kepri yang telah dipercaya sejak 2023 akhirnya baru menyatakan tidak siap setelah waktu persiapan berjalan hampir empat tahun.

Dinilai Sebagai Kegagalan Gubernur Ansar Ahmad

Sementara itu, Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, menilai mundurnya Pemprov Kepri sebagai tuan rumah Porwil XII Sumatera 2027 merupakan kegagalan Gubernur Ansar Ahmad dalam memenuhi komitmen yang telah diberikan.

“Kepri sudah dipercaya menjadi tuan rumah sejak 2023, tetapi akhirnya mundur. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kredibilitas pemerintah dan marwah komunitas serta organisasi olahraga di Kepri,” tegas Panahatan.

Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka mengapa mandat yang telah diberikan selama hampir empat tahun akhirnya dikembalikan.

“Jangan sampai kegagalan ini hanya ditutup dengan surat pembatalan. Harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang jelas secara transparan kepada masyarakat olahraga Kepri,” ujarnya. (A/Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

BMKG Sebut Asap di Batam Mulai Menurun, Kiriman dari Jambi Masih Berpotensi Masuk

Berita Selanjutnya

Kejari Batam Terima SPDP Tiga Tersangka Bentrokan Maut Pulau Setokok

Berita Selanjutnya
Pimpinan Ormas Lang Laut dan Dua Orang Lain Jadi Tersangka Bentrokan Maut Setokok

Kejari Batam Terima SPDP Tiga Tersangka Bentrokan Maut Pulau Setokok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com