Jalan “Bunting” Bikin Truk Terguling Menanti Konsultan Geoteknik Luar Negeri - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jalan “Bunting” Bikin Truk Terguling Menanti Konsultan Geoteknik Luar Negeri

01/Okt/2026 11:27
Jalan Gajah Mada yang ‘Bunting’ di Bawah Hotel Vista Makan Korban: Truk Bermuatan Buah Terguling

Kondisi Jalan Gajah Mada bergelombang alias "bunting", di bawah Bukit Vista, Batam, mengakibatkan satu truk terguling, Rabu (30/09/2026). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Badan Jalan Gajah Mada, tepat di bawah kawasan Bukit Vista, Kelurahan Baloi Indah, Batam, kembali mengalami penggelembungan atau “bunting”.

Kondisi jalan yang belum mendapat penanganan permanen itu kembali menjadi sorotan setelah sebuah truk bermuatan buah terguling saat melintas di lokasi, Rabu (30/09/2026).

Kerusakan terjadi pada badan jalan dengan area sekitar 6 x 6 meter. Permukaan jalan tampak bergelombang dan terdapat indikasi pergerakan tanah.

Truk Colt Diesel bernomor polisi BK 8561 CK yang melaju dari arah Laluan Madani menuju Sekupang diduga kehilangan keseimbangan ketika melintasi permukaan jalan yang bergelombang.

Truk kemudian terguling dan muatan buah tumpah ruah ke badan jalan. Kendaraan dievakuasi menggunakan crane sekitar pukul 15.48 WIB. Proses evakuasi sempat menyebabkan antrean kendaraan hingga kawasan lampu merah Flyover Laluan Madani.

Jalan Gajah Mada salah satu jalan utama dan pertama, koridor penting yang menghubungkan kawasan Batam Centre dengan Sekupang dan sejumlah kawasan permukiman serta industri.

@batamnow Kondisi ruas Jalan Gajah Mada yang kembali bergelombang atau “bunting” di kawasan Bukit Vista, Kelurahan Baloi Indah, Kota Batam, memicu kecelakaan. Satu unit truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di ruas jalan tersebut pada Rabu (30/09/2026) siang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Truk berwarna merah dengan nomor polisi BK 8561 CK itu diketahui melaju dari arah Laluan Madani menuju Sekupang. Saat melintasi sisi kiri badan jalan yang mengalami kondisi bergelombang sepanjang sekitar 10 meter, truk tiba-tiba oleng ke sisi kiri. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, muatan buah yang berada di dalam bak truk tumpah dan berserakan di sekitar lokasi.   Dievakuasi Setelah Tiga Jam Terguling Pantauan BatamNow.com sekitar pukul 15.48 WIB, truk yang terguling akhirnya berhasil didirikan kembali setelah satu unit truk crane tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Proses evakuasi truk berlangsung sekitar 10 menit dan dikawal personel Satlantas Polresta Barelang. Selama proses evakuasi, kendaraan yang hendak melintas terpaksa berhenti karena badan jalan dipenuhi truk crane dan kendaraan yang sebelumnya terguling. Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan terjadi dari lokasi kecelakaan hingga lampu merah Laluan Madani. Kemacetan berlangsung sekitar 20 menit selama proses evakuasi berlangsung. BP Batam Masih Menunggu Rekomendasi Konsultan Geoteknik? Kondisi jalan yang kembali bergelombang di kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hasil investigasi BP Batam menyebut kombinasi aktivitas pematangan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah lunak di bawah badan jalan menjadi faktor yang menyebabkan ruas jalan kembali mengalami kondisi bergelombang. BP Batam saat ini menghentikan sementara pekerjaan perbaikan permanen sembari menunggu rekomendasi teknis dari konsultan geoteknik. Sejumlah ahli nasional hingga konsultan dari luar negeri juga dilibatkan untuk menentukan metode penanganan yang dinilai paling aman terhadap kondisi jalan dan tanah di kawasan tersebut. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan aktivitas penimbunan lahan di kawasan perbukitan di atas Hotel Vista menjadi salah satu faktor yang memicu pergerakan tanah. “Kalau penyebabnya salah satunya memang karena timbunan. Setelah itu air yang terbawa hujan membuat tanah timbunan bergeser,” kata Mouris, dikutip dari Batam Pos. Menurut Mouris, BP Batam sejak awal memilih melakukan kajian teknis sebelum melaksanakan perbaikan permanen. Sensor pergerakan tanah juga telah dipasang untuk memantau kondisi lapisan tanah di bawah badan jalan. “Kami memasang alat sensor untuk melihat apakah tanahnya masih bergerak atau tidak. Kami juga memanggil konsultan nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum yang kemudian merekomendasikan konsultan khusus geoteknik,” ujarnya. Baru Beberapa Bulan Diperbaiki, Jalan Kembali “Bunting” Ruas Jalan Gajah Mada di kawasan Vista sebelumnya diketahui telah menjalani pekerjaan perbaikan sekitar awal April 2026. Saat proses pengerjaan berlangsung, ruas Jalan Gajah Mada dari arah Batam Center menuju Sekupang juga sempat ditutup sementara. Berdasarkan informasi yang diperoleh BatamNow.com, pekerjaan perbaikan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 389 juta. Namun, baru beberapa bulan setelah diperbaiki, kondisi jalan kembali mengalami gelombang atau “bunting”. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah truk Colt Diesel bermuatan buah terguling saat melintas di kawasan tersebut pada Rabu (30/09/2026). Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, BatamNow.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Sthefani Barlian, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Sthefani Barlian belum memberikan respons… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ News Theme – TATANX

Jalan “Bunting ” Telan Sekitar Rp 389 Juta

Persoalan badan jalan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga:  Jalan Gajah Mada yang 'Bunting' di Bawah Hotel Vista Makan Korban: Truk Bermuatan Buah Terguling

Ruas Jalan Gajah Mada itu sebelumnya telah diperbaiki BP Batam sekitar April 2026 menggunakan metode rigid pavement. Berdasarkan informasi yang diperoleh BatamNow.com, pekerjaan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 389 juta.

Namun, beberapa bulan setelah kembali dibuka untuk lalu lintas, badan jalan kembali mengalami pergerakan dan penggelembungan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan sebelumnya. Apalagi, titik yang sama kembali bermasalah dan kini telah berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan.

BP Batam sebelumnya menyebut kerusakan dipengaruhi kombinasi aktivitas pematangan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah lunak di bawah badan jalan.

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, juga menyatakan aktivitas penimbunan lahan di kawasan perbukitan di atas Hotel Vista menjadi salah satu faktor yang memicu pergerakan tanah.

Foto udara menampilkan kondisi Bukit Vista yang dipotong dan diberhentikan aktivitas cut and fill oleh Kepala BP Batam. Dipotret pada 16 Juli 2025. (F: BatamNow)

Untuk mencari solusi permanen, BP Batam sebelumnya menyatakan menggandeng ahli nasional dan konsultan geoteknik dari luar negeri.

Perbaikan permanen disebut dihentikan sementara sambil menunggu rekomendasi teknis mengenai metode penanganan yang dinilai paling aman.

BP Batam juga menyatakan telah memasang sensor untuk memantau pergerakan tanah serta melibatkan tenaga ahli dalam menangani persoalan tersebut.

Namun, hingga Rabu (30/09/2026), belum ada kepastian kapan rekomendasi teknis tersebut selesai.

Mengapa Andalkan Konsultan Luar Negeri?

Demikian pula belum jelas kapan konsultan geoteknik dari luar negeri yang disebut akan dilibatkan tiba di Batam.

Situasi ini menjadi semakin problematis karena ruas jalan tersebut kembali mengalami kerusakan setelah sebelumnya menghabiskan anggaran sekitar Rp 389 juta. untuk perbaikan.

Belum jelasnya realisasi pelibatankonsultan geoteknik dari luar negeri juga mulai dipertanyakan masyarakat.

Pertanyaan utamanya bukan semata soal siapa konsultan yang dilibatkan, melainkan mengapa penanganan satu titik badan jalan yang sudah kembali rusak harus menunggu konsultan dari luar negeri, sementara kondisi jalan telah menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

“Ini memalukan. Konsultan dari luar negeri tak kunjung datang, sementara jalan yang bunting belum juga diperbaiki hingga akhirnya menimbulkan kecelakaan dan truk terguling. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin kendaraan lain kembali mengalami masalah,” ujar sejumlah warga di sekitar lokasi.

Warga juga mempertanyakan urgensi mendatangkan konsultan luar negeri, terutama apabila ahli nasional sebenarnya memiliki kapasitas untuk melakukan kajian dan menentukan langkah penanganan sementara maupun permanen.

Dikhawatirkan Korban Lain Berjatuhan

Pertanyaan tersebut semakin relevan karena kerusakan berada pada satu titik dengan luasan sekitar 6 x 6 meter, sementara pekerjaan perbaikan sebelumnya baru dilakukan beberapa bulan lalu.

“Memalukan, kerusakan jalan secuil saja tidak kunjung bisa diperbaiki BP Batam. Kenapa harus menunggu konsultan dari luar negeri? Akibatnya dikhawatirkan, korban terus berjatuhan,” ujar warga dan pengendara.

Meski jalan rusak tersebut sudah makan korban, namun BP Batam masih tertutup kala diklarifikasi.

BatamNow.com telah meminta konfirmasi, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam Sthefani Barlian, namun tak ada respons. (A/Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri Pengganti Listyo Sigit

Berita Selanjutnya

Hanya Hitungan Jam Usai Disetujui DPR, Kapolri Baru Akan Langsung Dilantik

Berita Selanjutnya
Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri Pengganti Listyo Sigit

Hanya Hitungan Jam Usai Disetujui DPR, Kapolri Baru Akan Langsung Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com