BatamNow.com – Sejumlah warga Nongsa, Batam, kembali berunjuk rasa di depan kawasan industri pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Rabu (14/10/2026).
Mereka yang tinggal di Kavling Sambau, Kavling Nongsa hingga Teluk Mata Ikan, menuntut pemulihan pasokan air minum perpipaan yang disebut telah mati total di wilayah mereka.
Aksi berlangsung tertib. Warga yang didominasi kaum ibu itu mengaku sudah lama tidak mendapatkan aliran air minum ke rumah mereka.
Distribusi air menggunakan mobil tangki oleh PT Air Batam Hilir (ABHi), mitra Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam, dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari warga.
“Air! Air! Air!” teriak warga di tengah teriknya matahari di depan kawasan industri pusat data tersebut.
“Kami butuh air, bukan janji-janji,” teriak warga lainnya.
Mereka juga mengungkapkan kekecewaan atas kondisi pelayanan kebutuhan dasar di Batam yang dinilai semakin memprihatinkan.
“Sampai kapan penderitaan kami ini? Kenapa Batam sekarang cukup parah? Listrik mati, air bermasalah, asap lagi,” keluh sejumlah warga.
Di tengah pesatnya pengembangan industri pusat data di Nongsa, warga justru mengaku kesulitan mendapatkan air minum untuk kebutuhan rumah tangga.
Warga menyebut sejak pembangunan data center, kondisi ketersedian air di Nongsa turun drastis dan disteibusinya bermasalah.
“Gimana kita nggak lari ke sini. Semenjak pembangunan inilah air kami ini macet. Macet total air kami,” kata seorang wanita yang hadir dalam aksi tersebut.
Kondisi ini memunculkan tuntutan agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak terabaikan di tengah pembangunan kawasan industri.
Sejumlah aparat berada di lokasi untuk memantau jalannya aksi.
Hingga berita ini ditayangkan, warga masih bertahan di lokasi untuk menyuarakan tuntutan mereka agar pasokan air minum perpipaan segera dipulihkan.
Sebelumnya, ratusan warga Sambau, Kecamatan Nongsa, juga telah menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang KEK Nongsa, pada Senin (05/10/2026). Mereka memprotes krisis air yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. (Red)

