BatamNow.com – Wali Kota (Wako) Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membantah tudingan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, menghilang saat pemadaman listrik massal (blackout) melanda Batam selama belasan jam pada Senin (12/10/2026).
Amsakar menegaskan, dirinya terus memantau perkembangan pemulihan listrik dan berkoordinasi dengan jajaran PT PLN Batam sejak kejadian tersebut berlangsung.
Ia mengaku berkomunikasi dengan Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, manajer operasional, serta sekretaris perusahaan untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
“Tidak benar. Saya hanya ingin mengatakan begini, bahwa ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat statement yang kemudian membuat warga kita semakin resah. Saya ingin semuanya itu jelas, semuanya itu final,” kata Amsakar kepada wartawan, dalam wawancara cegat, Jumat (16/10).
@batamnow Wali Kota (Wako) Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, membantah tudingan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Batam ex-oficio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, menghilang saat pemadaman listrik massal (blackout) melanda Batam selama belasan jam pada Senin (12/10/2026). Amsakar menegaskan, dirinya terus memantau perkembangan pemulihan listrik dan berkoordinasi dengan jajaran PT PLN Batam sejak kejadian tersebut berlangsung. Ia mengaku berkomunikasi dengan Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, manajer operasional, serta sekretaris perusahaan untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. “Tidak benar. Saya hanya ingin mengatakan begini, bahwa ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat statement yang kemudian membuat warga kita semakin resah. Saya ingin semuanya itu jelas, semuanya itu final,” kata Amsakar kepada wartawan, dalam wawancara cegat, Jumat (16/10). Ia mengatakan, komunikasi dengan PLN Batam berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Pada hari kejadian, Amsakar mengaku terus memantau perkembangan penanganan gangguan listrik hingga sekitar pukul 22.30 atau 23.00 WIB. “Saya hari itu terus memantau,” ucapnya. Menurut Amsakar, dirinya memilih tidak menyampaikan pernyataan kepada publik sebelum informasi mengenai gangguan listrik benar-benar jelas. Ia menilai PLN Batam lebih berwenang menjelaskan penyebab blackout karena persoalan tersebut berkaitan dengan aspek teknis kelistrikan. “Dari pagi terus koordinasi. Memang hari itu kondisi saya tidak fit. Ada paripurna hari itu. Karena terus terang, di rumah, listrik dan air kedua-duanya juga mati,” ujarnya. Amsakar bahkan mengaku harus menggunakan dua galon air untuk mandi karena pasokan air di rumahnya ikut terganggu akibat pemadaman listrik. Ia menjelaskan, sekitar pukul 17.00 WIB pada hari kejadian, penanganan gangguan listrik disebut telah mencapai 88 persen. Dalam komunikasi dengan PLN Batam, ia juga mendapat informasi bahwa keandalan pasokan listrik ditargetkan kembali normal sekitar tengah malam. Serahkan Tim Investigasi yang Jelaskan Penyebab Blackout Terkait penyebab blackout yang berlangsung sekitar 12 hingga 15 jam di sejumlah wilayah Batam, Amsakar meminta masyarakat menunggu hasil investigasi dari pihak yang berkompeten. Ia belum bisa memastikan kabar yang menyebut gangguan listrik disebabkan petir atau hewan liar. Menurutnya, berbagai kemungkinan perlu ditelusuri melalui proses investigasi. “Semua hal menjadi mungkin. Dan karena itu, soal meng-clear informasi itu, biar tim yang kompeten yang menjawabnya. Kan ada tim investigasi. Biar itu yang menjawab,” katanya. Amsakar juga mengaku belum menerima informasi mengenai dugaan bahwa pengujian atau aktivitas pusat data (data center) berkaitan dengan blackout di Batam. “Saya tidak dapat informasi itu. Sampai dengan jam ini saya tidak dapat informasi,” ujarnya. Ia menilai, pembahasan mengenai penyebab blackout harus disertai penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan gangguan serupa tidak kembali berdampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Ia mengatakan, komunikasi dengan PLN Batam berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Pada hari kejadian, Amsakar mengaku terus memantau perkembangan penanganan gangguan listrik hingga sekitar pukul 22.30 atau 23.00 WIB.
“Saya hari itu terus memantau,” ucapnya.
Menurut Amsakar, dirinya memilih tidak menyampaikan pernyataan kepada publik sebelum informasi mengenai gangguan listrik benar-benar jelas.
Ia menilai PLN Batam lebih berwenang menjelaskan penyebab blackout karena persoalan tersebut berkaitan dengan aspek teknis kelistrikan.
“Dari pagi terus koordinasi. Memang hari itu kondisi saya tidak fit. Ada paripurna hari itu. Karena terus terang, di rumah, listrik dan air kedua-duanya juga mati,” ujarnya.
Amsakar bahkan mengaku harus menggunakan dua galon air untuk mandi karena pasokan air di rumahnya ikut terganggu akibat pemadaman listrik.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 17.00 WIB pada hari kejadian, penanganan gangguan listrik disebut telah mencapai 88 persen. Dalam komunikasi dengan PLN Batam, ia juga mendapat informasi bahwa keandalan pasokan listrik ditargetkan kembali normal sekitar tengah malam.
Serahkan Tim Investigasi yang Jelaskan Penyebab Blackout
Terkait penyebab blackout yang berlangsung sekitar 12 hingga 15 jam di sejumlah wilayah Batam, Amsakar meminta masyarakat menunggu hasil investigasi dari pihak yang berkompeten.
Ia belum bisa memastikan kabar yang menyebut gangguan listrik disebabkan petir atau hewan liar. Menurutnya, berbagai kemungkinan perlu ditelusuri melalui proses investigasi.
“Semua hal menjadi mungkin. Dan karena itu, soal meng-clear informasi itu, biar tim yang kompeten yang menjawabnya. Kan ada tim investigasi. Biar itu yang menjawab,” katanya.
Amsakar juga mengaku belum menerima informasi mengenai dugaan bahwa pengujian atau aktivitas pusat data (data center) berkaitan dengan blackout di Batam.
“Saya tidak dapat informasi itu. Sampai dengan jam ini saya tidak dapat informasi,” ujarnya.
Ia menilai, pembahasan mengenai penyebab blackout harus disertai penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis.
Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan gangguan serupa tidak kembali berdampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha.
Minta PLN Evaluasi
Amsakar mengatakan, BP Batam akan berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mengevaluasi kejadian tersebut sekaligus mendorong peningkatan keandalan pelayanan listrik.
Ia meminta PLN menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan yang terjadi pada satu titik tidak meluas ke berbagai wilayah.
“Hendaknya problem itu selesai bisa dilokalisir di seputaran titik. Jadi jangan sampai sedemikian meluas di berbagai daerah,” katanya.
Menurut Amsakar, sistem interkoneksi kelistrikan idealnya memungkinkan pasokan dari sumber lain mengambil alih ketika terjadi gangguan di satu titik. Dengan begitu, pemadaman tidak berlangsung luas dan aktivitas industri maupun perkantoran dapat segera kembali berjalan.
Namun, ia mengakui gangguan yang terjadi pada Senin lalu memiliki karakteristik berbeda dari kondisi yang diharapkan.
“Nah itu Pak Afo mengatakan kepada saya beberapa alat-alatnya nanti harus kita lakukan perbaikan total secara menyeluruh.” katanya.
“Dan saya katakan juga kita ingin ada evaluasi menyeluruh juga atas kasus tersebut,” lanjutnya. (H)

