BatamNow.com – Dugaan sambaran petir hingga hewan liar menjadi salah satu kemungkinan penyebab pemadalam listrik massal (blackout) yang melumpuhkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Batam selama 12–15 jam pada Senin (12/10/2026).
Saat ditanya mengenai dugaan petir dan hewan liar sebagai pemicu gangguan, Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyebut berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Namun, ia menyerahkan penjelasan teknis kepada tim investigasi PLN.
“Saya pikir semua hal menjadi mungkin. Semua hal menjadi mungkin. Dan karena itu, soal meng-clear informasi itu, biar tim yang kompeten yang menjawabnya. Kan ada tim investigasi. Biar itu yang menjawab,” ujar Amsakar.
@batamnow Dugaan sambaran petir hingga hewan liar menjadi salah satu kemungkinan penyebab pemadalam listrik massal (blackout) yang melumpuhkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Batam selama 12–15 jam pada Senin (12/10/2026). Saat ditanya mengenai dugaan petir dan hewan liar sebagai pemicu gangguan, Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyebut berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Namun, ia menyerahkan penjelasan teknis kepada tim investigasi PLN. “Saya pikir semua hal menjadi mungkin. Semua hal menjadi mungkin. Dan karena itu, soal meng-clear informasi itu, biar tim yang kompeten yang menjawabnya. Kan ada tim investigasi. Biar itu yang menjawab,” ujar Amsakar. Selain dugaan tersebut, Amsakar mengaku belum menerima informasi mengenai kabar adanya uji coba pusat data (data center) yang dikaitkan dengan peristiwa blackout di Batam. “Saya tidak dapat informasi itu. Sampai dengan jam ini saya tidak dapat informasi,” katanya. Menurut Amsakar, peristiwa blackout tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan serupa kembali berdampak luas terhadap masyarakat maupun dunia usaha. Ia mengakui, pemadaman listrik tersebut menimbulkan persoalan serius bagi Batam yang aktivitas bisnis dan industrinya sangat bergantung pada pasokan listrik. “Yang ingin saya sampaikan bahwa blackout ini tentu saja membuat suasana kita di Batam cukup kompleks karena aktivitas bisnis dan sebagainya memang berlangsung rata-rata menggunakan aliran industri,” ujarnya. Namun, Amsakar menilai hal yang lebih penting setelah kejadian tersebut adalah memastikan langkah perbaikan dan antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali melumpuhkan berbagai wilayah di Batam. “Tetapi soal blackout ini adalah sesuatu yang di luar yang kita pikirkan. Karena itu yang sudah terjadi, yang paling penting bagi kita adalah menyikapi problem pascakejadian,” katanya. Ia mengatakan, pembahasan mengenai penyebab pemadaman tetap penting. Meski demikian, perhatian juga perlu diarahkan pada upaya memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kesiapan penanganan apabila terjadi gangguan. “Jauh lebih penting kita memperdebatkan, mempersoalkan kira-kira ke depan keandalannya seperti apa dan penanggulangannya seperti apa. Nah, itu yang menurut saya hal yang paling penting,” ujarnya. Amsakar kembali menegaskan bahwa penjelasan mengenai latar belakang dan penyebab blackout harus disampaikan oleh pihak yang memiliki kompetensi teknis agar informasi yang beredar tidak menimbulkan bias. “Soal kejadian latar belakangnya biar tim yang menginvestigasi itu, biar pihak kompeten yang menjawab itu. Sebab kalau kita tidak menjawab, kita bukan pada porsi yang tepat, bisa jadi jawaban kita bias,” pungkasnya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Selain dugaan tersebut, Amsakar mengaku belum menerima informasi mengenai kabar adanya uji coba pusat data (data center) yang dikaitkan dengan peristiwa blackout di Batam.
“Saya tidak dapat informasi itu. Sampai dengan jam ini saya tidak dapat informasi,” katanya.
Menurut Amsakar, peristiwa blackout tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan serupa kembali berdampak luas terhadap masyarakat maupun dunia usaha.
Ia mengakui, pemadaman listrik tersebut menimbulkan persoalan serius bagi Batam yang aktivitas bisnis dan industrinya sangat bergantung pada pasokan listrik.
“Yang ingin saya sampaikan bahwa blackout ini tentu saja membuat suasana kita di Batam cukup kompleks karena aktivitas bisnis dan sebagainya memang berlangsung rata-rata menggunakan aliran industri,” ujarnya.
Namun, Amsakar menilai hal yang lebih penting setelah kejadian tersebut adalah memastikan langkah perbaikan dan antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali melumpuhkan berbagai wilayah di Batam.
“Tetapi soal blackout ini adalah sesuatu yang di luar yang kita pikirkan. Karena itu yang sudah terjadi, yang paling penting bagi kita adalah menyikapi problem pascakejadian,” katanya.
Ia mengatakan, pembahasan mengenai penyebab pemadaman tetap penting. Meski demikian, perhatian juga perlu diarahkan pada upaya memperkuat keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kesiapan penanganan apabila terjadi gangguan.
“Jauh lebih penting kita memperdebatkan, mempersoalkan kira-kira ke depan keandalannya seperti apa dan penanggulangannya seperti apa. Nah, itu yang menurut saya hal yang paling penting,” ujarnya.
Amsakar kembali menegaskan bahwa penjelasan mengenai latar belakang dan penyebab blackout harus disampaikan oleh pihak yang memiliki kompetensi teknis agar informasi yang beredar tidak menimbulkan bias.
“Soal kejadian latar belakangnya biar tim yang menginvestigasi itu, biar pihak kompeten yang menjawab itu. Sebab kalau kita tidak menjawab, kita bukan pada porsi yang tepat, bisa jadi jawaban kita bias,” pungkasnya. (H)

