BatamNow.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah serius mempertimbangkan wilayah Batam, Kepulauan Riau, sebagai salah satu lokasi potensial untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Rencana strategis ini digulirkan guna mendorong ketahanan energi nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa saat ini Batam masuk ke dalam salah satu wilayah yang sedang menjalani tahap perhitungan dan studi kelayakan (feasibility study).
“Salah satu di antaranya nuklir yang akan kita tempatkan, masih dalam studi, kita akan taruh di Kepri, di Batam, untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita. Ini masih dalam perhitungan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).
Langkah ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan minimal sudah memiliki pasokan daya sebesar 500 Megawatt (MW) dari energi nuklir yang terhubung ke jaringan listrik (on-grid) pada periode 2032–2034.
Karena masa konstruksi PLTN membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 7 hingga 10 tahun, penyiapan dan penetapan lokasi tapak harus mulai dikonsolidasikan sejak dini.
Pemerintah menegaskan tidak akan terburu-buru mengeksekusi proyek sebelum seluruh aspek kelayakan dan standar keselamatan terpenuhi.
Jika hasil studi kelayakan di Batam dinyatakan lolos, pemerintah baru akan membuka proses tender pelaksanaan yang nantinya dijalankan oleh PT PLN (Persero).
Selain Batam, pemerintah juga mengkaji beberapa titik strategis lain di Indonesia, seperti Pulau Halmahera di Maluku Utara serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatra. Untuk penyediaan teknologi, Indonesia hanya akan bekerja sama dengan negara-negara mitra global yang kapasitas teknologi nuklirnya telah teruji dan terbukti aman di dunia. (*/Red)

