Pemerintah Kaji Opsi Pembangunan Pembangkit Nuklir di Batam untuk Perkuat Energi Nasional - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pemerintah Kaji Opsi Pembangunan Pembangkit Nuklir di Batam untuk Perkuat Energi Nasional

26/Okt/2026 19:02
Pemerintah Kaji Opsi Pembangunan Pembangkit Nuklir di Batam untuk Perkuat Energi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. (F: Akurat.co/ Lukman Nur Hakim)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah serius mempertimbangkan wilayah Batam, Kepulauan Riau, sebagai salah satu lokasi potensial untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Rencana strategis ini digulirkan guna mendorong ketahanan energi nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa saat ini Batam masuk ke dalam salah satu wilayah yang sedang menjalani tahap perhitungan dan studi kelayakan (feasibility study).

“Salah satu di antaranya nuklir yang akan kita tempatkan, masih dalam studi, kita akan taruh di Kepri, di Batam, untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita. Ini masih dalam perhitungan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Langkah ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan minimal sudah memiliki pasokan daya sebesar 500 Megawatt (MW) dari energi nuklir yang terhubung ke jaringan listrik (on-grid) pada periode 2032–2034.

Karena masa konstruksi PLTN membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 7 hingga 10 tahun, penyiapan dan penetapan lokasi tapak harus mulai dikonsolidasikan sejak dini.

Pemerintah menegaskan tidak akan terburu-buru mengeksekusi proyek sebelum seluruh aspek kelayakan dan standar keselamatan terpenuhi.

Jika hasil studi kelayakan di Batam dinyatakan lolos, pemerintah baru akan membuka proses tender pelaksanaan yang nantinya dijalankan oleh PT PLN (Persero).

Selain Batam, pemerintah juga mengkaji beberapa titik strategis lain di Indonesia, seperti Pulau Halmahera di Maluku Utara serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatra. Untuk penyediaan teknologi, Indonesia hanya akan bekerja sama dengan negara-negara mitra global yang kapasitas teknologi nuklirnya telah teruji dan terbukti aman di dunia. (*/Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Kriminalisasi Pers dan Warga

Berita Selanjutnya

BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun

Berita Selanjutnya
BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun

BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com