AM Tewas Saat Ditangkap Polisi, Tetangga: Dia Diseret, Dipukuli, Sampai Ada Tembakan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

AM Tewas Saat Ditangkap Polisi, Tetangga: Dia Diseret, Dipukuli, Sampai Ada Tembakan

18/Mar/2021 22:35
Suami Terpaksa Tinggalkan Jenazah Istri di Kos untuk Cari Pinjaman Biaya Pemakaman, Ini Ceritanya

Ilustrasi jenazah, jasad manusia. (F: Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Bogor – Seorang warga Kampung Paku, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tewas saat ditangkap aparat Polres Bogor.

Kematian AM dinilai tidak wajar dan di luar dari standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.

AM disangkakan terlibat dalam kasus narkoba dari pengembangan Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor.

Menurut salah satu saksi mata, awal mulanya polisi membawa AM ke kediamannya pada Senin (15/03/2021) sekitar pukul 19.30 WIB untuk mencari barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

“Almarhum diseret, dipukuli, bahkan polisi sampai melepas tembakan untuk membubarkan warga yang lihat,” ungkap R, tetangga AM dilansir dari Radar Bogor, Kamis (18/03).

Menurutnya, saat kejadian itu, AM dalam posisi tangan terikat ke belakang dan wajahnya ditutup dengan lakban.

Tak membuahkan hasil, AM pun dibawa kembali polisi berpakaian kasual itu sebelum mendapati kabar kematiannya pada keesokan harinya.

Jasadnya diantar oleh salah satu rumah sakit besar di Jakarta pada Selasa (16/3) dini hari. Sesampainya di rumah duka, jasad AM langsung dikebumikan tanpa melalui proses autopsi terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, R mempertanyakan bagaimana proses penangkapan AM yang belum terbukti bersalah, namun harus kehilangan nyawa.

Dia menduga penyebab kematian tetangganya itu akibat kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian.

“Karena keluarga almarhum sudah menandatangin kesepakatan damai dengan polisi, jadi keluarga ikhlas menerima,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Leuwisadeng, Rudy Mulyana mengatakan, sebelum dikebumikan, keluarga AM bersama perwakilan dari Polres Bogor telah mediasi dan disepakati keluarga menerima kematian AM.

“Keluarganya sudah menerima, terkait bagaimana proses penangkapan hingga kehilangan nyawa itu tanyakan ke kepolisian,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Chandra mengatakan, terduga pelaku itu meninggal akibat terjatuh saat mencoba melarikan diri.

“Sudah kami jelaskan kepada keluarga mengenai penyebab kematiannya. Tersangka kabur kemudian terjatuh. Pada saat dibawa ke RS meninggal dunia di jalan,” katanya kepada radarbogor.id, Kamis (18/03).(jpnn)

Berita Sebelumnya

Polisi Ngaku Diteror Usai Menangkap 22 Terduga Teroris di Jatim

Berita Selanjutnya

LAPAN Ungkap Skenario Hadapi Malapetaka Asteroid 140 Meter

Berita Selanjutnya
Asteroid Berukuran Lebih dari Tiga Lapangan Sepak Bola Mendekati Bumi

LAPAN Ungkap Skenario Hadapi Malapetaka Asteroid 140 Meter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com