LAPAN Ungkap Skenario Hadapi Malapetaka Asteroid 140 Meter - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

LAPAN Ungkap Skenario Hadapi Malapetaka Asteroid 140 Meter

19/Mar/2021 09:14
Asteroid Berukuran Lebih dari Tiga Lapangan Sepak Bola Mendekati Bumi

Ilustrasi asteroid dekat Bumi. (F: Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto mengatakan para astonom dunia sudah menciptakan skenario mitigasi bila asteroid berdiameter lebih dari 140 meter hendak menabrak Bumi.

Dilansir CNNIndonesia.com, Rhorom menjelaskan setidaknya dua kali tiap pekan terdapat asteroid menabrak atmosfer Bumi yang kemudian menjadi meteor. Meteor itu kebanyakan berukuran kecil, disebut rata-rata berdiameter 50 cm, dan jarang ada yang berukuran sangat besar.

“Untuk kasus asteroid berukuran lebih dari 140 meter yang berpotensi malapetaka, sudah ada skenario mitigasi yang dirumuskan oleh astronom,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/03/2021).

Skenario mitigasi itu dia sebut meliputi pemantauan intensif hingga misi pembelokan lintasan benda langit tersebut. Sejumlah teknologi terkait mitigasi itu saat ini tengah diuji coba oleh lembaga antariksa, salah satunya Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Menurut Rhorom masyarakat tidak perlu khawatir soal bahaya disebabkan meteor sebab pada umumnya berukuran relatif kecil dan besar kemungkinan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi. Misalnya seperti yang terjadi di Pantai Pagimana, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Binggai, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/03).

Meski begitu disampaikan ada kejadian meteor berukuran sangat besar yang rata-rata terjadi sekali dalam 10 ribu tahun.

“Langkah mitigasi telah dirancang untuk kejadian yang rata-rata terjadi sekali dalam 10 ribu tahun,” ujar Rhorom.(*)

Berita Sebelumnya

AM Tewas Saat Ditangkap Polisi, Tetangga: Dia Diseret, Dipukuli, Sampai Ada Tembakan

Berita Selanjutnya

Cerita di Balik Penemuan Pria Diduga Polisi yang Hilang karena Tsunami Aceh

Berita Selanjutnya
Cerita di Balik Penemuan Pria Diduga Polisi yang Hilang karena Tsunami Aceh

Cerita di Balik Penemuan Pria Diduga Polisi yang Hilang karena Tsunami Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com