Golden City Menuju Kawasan Emas - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Golden City Menuju Kawasan Emas

06/Jan/2020 12:32
Golden City Menuju Kawasan Emas

Salah satu replika dinosaurus yang ada di kawasan wisata Golden City, di Bengkong, Batam. (f.batamnow.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

DI KAWASAN Bengkong Laut di Batam, ada destinasi wisata yang obyeknya lumayan komplit.

Golden City. Itu nama kawasan modern itu. Di hamparan lahan 300 hektare hasil reklamasi ini, disulap menjadi seperti kota mandiri. Dibangun dan cicil kembangkan, merangkak dari nol.

Pengembangan kawasan ini, diakui oleh pemilik sekaligus pengelolanya, tanpa konsep baku. ”Kalau dari awal kita pakai manajemen profesional, bisa jadi ini semua tak ada,” kata Tek Po alias Abi.

”Kota” ini berkembang step by step alias alon-alon kelakon. Dikembangkan dari ide-ide yang kapan saja hinggap di benak pemiliknya. Detik ini ada satu ide, besoknya Tek Po pun langsung melakoninya. Dan kedepannya kawasan ini menuju kawasan emas.

Demikianlah sejak tahun 90 an. Dan kini, di sana beberapa Hotel yang menjulang menyemarakkan kawasan itu. Bahkan satu Hotel bintang empat ada di sana. Namanya Golden View. Ada Restoran Seafood Golden Prawn. Usaha ini yang pertama sebagai usaha perintis. Kemudian menyusul Hotel Golden View tadi.

Sekarang, pembangunan properti dipusaran bisnis Tek Po sudah merambah. Ada arena bermain anak-anak. Ada arena go-car. Miniatur rumah adat, Taman Dinosaurus lengkap dengan ”Dinosaurus”-nya. Ada Kapal bertradisi Tiongkok, nama kapal itu Cheng Ho. Di kapal ini para turis dimanjakan untuk bersantap. Dan yang terbaru Nusa Koffie Batam atau kopi factory outlet.

Dan bahkan pengusaha keturunan ini pun mendirikan satu Mesjid Ceng Ho bercat merah di satu sudut kawasan itu. Satu ketika di penghujung Desember lalu, :batamnow: berkesempatan tur keliling di kawasan yang ramai dikunjungi turis asing itu.

”10 ribu lebih tiap bulannya turis yang masuk di sini. Dari Cina dan Singapura mendominasi,” kata Abi ”Wali Kota” Golden City itu menjelaskan sambil memandu kru :batamnow:.

Apa saja obyek dan destinasi yang mengejutkan di sana?

1. Nusa Koffie Batam

”Istana kopi” cocok disematkan untuk yang satu ini. Nusa Koffie Batam menyajikan beragam jenis kopi, mulai lokal hingga internasional. Mulai sari biji sampai bubuk yang langsung diolah di sana. Factory Outlet Nusa Koffie ini memang di ”create” khusus buat turis asing.

Kopi bubuk itulah yang dijual di sana. Tapi cara menjualnya yang memang dikemas secara tematik. Ilmu perkopianpun muncul di sana. Jualan bubuk kopi dengan konsep edukasi diskriptif tentang manfaat kopi untuk kesehatan ditaja di sana kepada para turis yang datang.

Para wisatawan yang dipandu oleh pihak Golden City sedang menikmati minuman (tester kopi) di Nusa Koffie Batam yang terletak di kawasan Golden City. (f.batamnow.com)

Sama seperti konsep ”jualan” di luar negeri untuk para tamu. Para turis didaulat dulu duduk di satu ruangan tertutup ber AC yang nyaman. Ruangan ini bisa menampung 15 orang.

Nah, kepiawaian para marketingnya pun disajikan di ruangan itu. Masing-masing pemandu berfungsi ibarat seorang ”guru kopi” yang tengah ngeles muridnya.

Selain edukasi tentang Kopi, pun di sana pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana memproses kopi dari biji mentah. Dijelaskan, biji kopi itu ada ”jantan” dan ”betina”. Di sana bisa disaksikan tumpukan kopi biji yang sudah ”digongseng” di tungku khusus, lalu dipilah.

Dari biji kopi mentah, hingga diputar dalam tungku penggorengan. Terus di pilah antara biji kopi jantan dan betina. Kemudian biji kopi diproses lagi ke mesin penggiling. Jadilah bubuk kopi dan langsung di ”packing” dengan kemasan kopi yang modern.

Selain ilmu kopi di jelaskan di ruangan tadi, pemandu di Nusa Koffie menyajikan minuman kopi yang sudah diracik oleh ahlinya kepada tamu.
Usai mencicip tester kopi itu, bagi yang mau dipersilahkan membeli kopi kemasan yang tersedia di konter depan.

Konsep jualan kopi bubuk ini, hampir sama dengan cara jualan sarang burung walet. Di sana ditaja, mulai dari penyisiran bintik-bintik di sarang burung hingga dipackaging.

2. Dino’s Gate

Lalu bagaimana meriahnya suasana di Replika Dinosaurus yang ada di Golden City. Nama arena ini disebut Dino’s Gate. Untuk masuk ke tempat ini pengunjung dikenakan biaya 50 ribu perorang.

Di areal ini, pengunjung akan dihibur aksi gerakan tubuh dan suara hewan purba yang digerakkan secara elektrik. Sementara jenis T-Rex bisa bergerak dan mengeluarkan suara. Brontosaurus atau Dinosaurus si leher panjang menjadi replika yang terbesar. Ukuran panjangnya sekitar 8 meter dengan tinggi 3 meter.

Replika itu akan otomatis bergerak jika ada bunyi suara manusia di areal itu. Teknologi sensor disematkan di tubuh replika itu.

Menurut David pengelola Dino’s Gate, dalam waktu dekat replika seekor buaya besar akan mengisi kolam di tempat itu.

David yang suka merendah ini adalah ”Putra Mahkota” Tek Po.

Sedangkan bocoran besar investasi rupiah yang dikucurkan di Dino’s Gate mencapai miliaran.

Delapan replika hewan prasejarah di taman itu, tampak seolah nyata. Di Dino’s Gate, juga terdapat Rabbit House tempat bermain bersama banyak kelinci hidup.

3. The Illusion

Sesuai dengan namanya tempat hiburan ini memang menyajikan spot foto ilusi.Ada 40 spot foto di The Illusion. Untuk tiket masuk dikenakan 80 ribu bagi dewasa. Untuk usia lanjut di atas 65 tahun dan anak-anak di tarif 40 ribu per kepala.

Pengunjung yang hendak berswafoto akan dipandu petugas di sana. ”Kami akan pandu gayanya dan akan kami foto, sehingga illusinya tampak nyata,” kata Callisa karyawan The Illusion.

Demikian perkembangan kawasan Golden City yang menyerupai Kota Satelit ini. Dari hanya satu restoran seafood ternama, kini meroket terus. Belum lagi Perumahan elit yang tak lekang dengan nuansa laut nan eksotis. Panorama tersendiri ini, menjadi kelebihan kawasan Goden City.(*)

Berita Sebelumnya

CG China Geng Maling Ikan

Berita Selanjutnya

Dendang Pesisir ATB, Sinyal Perpisahankah?

Berita Selanjutnya
Dendang Pesisir ATB, Sinyal Perpisahankah?

Dendang Pesisir ATB, Sinyal Perpisahankah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com