Facebook Dituding Mengutamakan Profit daripada Keamanan Pengguna - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Facebook Dituding Mengutamakan Profit daripada Keamanan Pengguna

by BATAM NOW
06/Okt/2021 22:30
Update Baru Facebook Hilangkan Tombol Like. Follower Kini Jadi Indikator Utama

Ilustrasi Facebook. (F: GadgetHacks)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – facebookok belakangan kembali diterpa kabar miring. Kali ini, seseorang yang mengaku pernah bekerja di perusahaan jejaring sosial itu mengklaim telah memperoleh ribuan halaman dokumen internal Facebook.

Dilansir dari Kompas.com, di dalammya, menurut eks karyawan yang belakangan diketahui bernama Frances Haugen itu, disebutkan bahwa Facebook mengetahui tentang dampak buruk yang dihasilkan oleh jejaring sosialnya terhadap keamanan pengguna. Meski begitu, dia menuding Facebook bersikap abai.

“Facebook berkali-kali menunjukkan lebih memilih profit ketimbang keamanan,” ujar Haugen yang mengaku bekerja sebagai product manager di tim civic misinformation Facebook selama hampir dua tahun sebelum hengkang pada Mei lalu

Sebelum di Facebook, Haugen yang merupakan seorang data scientist pernah bekerja di beberapa perusahaan teknologi lain, termasuk Google dan Pinterest. Namun, menurut dia, apa yang dilihatnya di Facebook lebih buruk dibanding sebelum-sebelumnya.

Haugen pun menyalin halaman-halaman dokumen hasil riset internal Facebook dan memutuskan untuk menjadi whistleblower dengan membocorkannya.

Dia pergi ke Whistleblower Aid untuk memperoleh perlindungan hukum dan bimbingan untuk merilis rangkaian dokumen confidential tersebut.

Sebagian dokumen yang dirilis oleh Haugen mengungkapkan bahwa Facebook sebenarnya mengetahui Instagram memiliki dampak buruk dan berbahaya (toxic) terhadap remaja, khususnya anak gadis yang sering membanding-bandingkan penampilan di media sosial itu.

Riset internal Facebook terkait pengggunaan Instagram dan efeknya untuk mengatasi masalah di pengguna remaja.(F: Facebook)

Beberapa bagian lain dari dokumen Haugen menyebutkan bahwa Facebook ikut berkontibusi menyebar misinformasi saat pilpres di AS tahun lalu, dan kerusuhan tanggal 6 Januari 2021 di Gedung Capitol.

Baca Juga:  Cek! Lima BUMN Ini Berikan Gaji Fantastis Buat Fresh Graduate

Facebook, sebagaimana tertulis di dokumen tersebut, menyadari bahwa algoritma dan platform miliknya mendorong jenis-jenis konten yang bisa membahayakan keamanan publik, tapi gagal mengeksekusi langkah-langkah pencegahan yang efektif.

“(Facebook) membayar profit dengan keamanan kita,” lanjut Haugen dalam wawancara di 60 Minutes CBS, dihimpun KompasTekno dari NDTV, Rabu (06/10/2021). “Facebook yang sekarang ini memecah belah masyarakat dan memicu kekerasan etnis di seluruh dunia,” lanjutnya.

Selain itu, dalam laporannya ke otoritas keuangan AS Security and Exchanges Commission, Haugen menuding bahwa Facebook sengaja memilah atau menyembunyikan informasi dari investor atau calon investor.

Vice President Global Affairs Facebook Nick Clegg sempat menyuarakan bantahan terhadap tudingan dan bocoran dokumen dari Haugen. Dia mengirim memo 1.500 kata ke karyawan Facebook. Isinya antara lain mengatakan bahwa tudingan Haugen bersifat “misleading”.

Here is the full text of my opening statement to the Senate Committee on Commerce, Science & Transportation: https://t.co/2UZGsUw5nl https://t.co/0gCoS9WGiU

— Frances Haugen (@FrancesHaugen) October 5, 2021

Clegg kemudian muncul di media mainstream dan mengatakan bahwa jejaring sosialnya merefleksikan “apa yang baik, buruk, dan jelek dari kemanusiaan”, serta bahwa Facebook berupaya untuk “memitigasi yang buruk, menguranginya, lalu mengamplifikasi yang baik”.

Haugen sendiri agaknya masih belum selesai. Untuk mendukung upayanya mengekspos Facebook, dia membuat website dan akun Twitter.

Salah satu unggahan terbarunya adalah rekaman video Haugen saat bersaksi soal tudingannya terhadap Facebook di hadapan kongres AS, Selasa lalu. (*)

Berita Sebelumnya

Persidangan Kasus Penganiayaan Jurnalis, Tempo Beber Kronologis Penugasan Nurhadi

Berita Selanjutnya

Kepada Konsul AS, Rudi Paparkan Alasan Batam Primadona Investasi

Berita Selanjutnya
Kepada Konsul AS, Rudi Paparkan Alasan Batam Primadona Investasi

Kepada Konsul AS, Rudi Paparkan Alasan Batam Primadona Investasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com