BatamNow.com – Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto mengungkapkan kemungkinan Perum Damri yang akan meng-handle penyediaan transportasi darat setibanya wisatawan mancanegara (wisman) di Kota Batam per 14 Oktober 2021.
“Pak Dirjen baru menunjuk Perum Damri untuk penyediaan transportasi daratnya dan dikoordinir oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, nanti didudukkan dengan hotel-hotel yang berstandar yang bisa melayani itu,” ujar Cipto kepada BatamNow.com, Sabtu (09/10/2021) malam.
Cipto katakan, hal itu adalah hasil rapat melalui Zoom Meeting terkait rencana pembukaan pintu masuk wisman ke Indonesia melalui Bali dan Kepulauan Riau mulai 14 Oktober nanti. Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Sabtu (09/10).
“Kan dibuka untuk turis mancanegara maupun orang Indonesia yang pulang secara mandiri. Standarnya harus dilakukan karantina 5 hari di hotel-hotel yang ditunjuk,” jelas Cipto.
Sehingga, perlu dipastikan juga transportasi darat untuk pelaku perjalanan luar negeri itu dari bandara maupun pelabuhan menuju hotel tempat karantina yang telah direkomendasikan.
“Cuman untuk ini semua biaya dibebankan ke tamu yang datang tadi, baik hotelnya baik penginapannya 5 hari,” terangnya.
Untuk pintu masuk di Kepri, menurut Cipto masih direncanakan hanya melalui Kota Batam saja.
“Kemungkinan Pelabuhan Batam Center. Tapi finalisasinya kan masih ada beberapa waktu,” katanya.
Cipto jelaskan, di pelabuhan dan bandara nantinya KKP akan melakukan tes swab/antigen. Jika reaktif akan langsung dikirim ke rumah sakit, sedangkan yang non-reaktif dibawa ke tempat karantina.
“Paling kami kapasitasnya hanya mengontrol/ memantau karena penyediaan trasnportasi darat ini kan sudah ada bagiannya. Kalau kami Trans Batam menangani PMI-PMI yang bermasalah, jadi beda tugas,” ucap Cipto.
Selanjutnya, kata dia, finalisasi penanganan turis dari luar negeri ini akan menjadi ranah Dinas Perhubungan Provinsi Kepri
Ini masih rapat awal, masih ada waktu beberapa hari. Jadi tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri untuk mendudukkan ulang lagi dengan pengusaha-pengusaha hotel di Batam termasuk pelaku bisnis pariwisata harus dilibatkan lagi,” pungkasnya.
Hadir juga dalam Zoom meeting itu General Manager Damri Batam, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dan Bali dan direktur terkait di Kementerian Perhubungan.(LL)

