BatamNow.com – Ditemukan meregang nyawa di sekitaran tempat pembuangan sampah (TPS), nahas bagi Andri Sirait (19) nyawanya tak tertolong setelah sempat ditangani RSUD Embung Fatimah di Batam, Sabtu (09/10/2021).
Tubuh pria warga Tembesi Lestari itu pertama kali ditemukan oleh warga. Posisinya tergeletak di sekitaran TPS di belakang Halte Putri Hijau, Batu Aji, Batam.
Saat ditemukan, wajah Andri terdapat bercak darah yang keluar dari hidungnya, lalu kelopak mata serta bibirnya tampak menghitam. Dari mulutnya tampak keluar busa berwarna kekuningan.
Mengetahui kejadian itu, Ketua RT Tembesi Lestari langsung menghubungi orangtua Andri yang sedang berbelanja di Jodoh.
“Pak RT menelepon suami saya dan menyuruh pulang untuk melihat kondisi Andri. RT kami tahu dari 3 teman Andri yang datang memberi tahu kejadian yang menimpa Andri,” jelas ibu almarhum, Mastiur Manurung (45).
Pengakuan sang ibu, anak sulungnya dari 2 bersaudara itu sudah 3 hari belakangan tidak pulang, terakhir di rumah pada Rabu (06/10) lalu.
“Dia sama teman-temannya mengamen, kadang mencuci motor,” ujarnya.
Menurut sang ayah, Juned Sirait (48), Andri masih bernapas saat di RSUD Embung Fatimah sekira pukul 12.00.
Hingga kini, orangtua Andri didampingi Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) masih menunggu proses autopsi almarhum di RSUD Embung Fatimah.
Sementara Kapolsek Batu Aji Kompol Daniel Ganjar Kristanto mengatakan ke BatamNow.com bahwa pihaknya tengah mendalami penyebab kematian Andri.
“Kami lagi mendalami penyebab kematiannya. Anggota keluarga korban sudah membuat laporan polisi,” ujar Kapolsek Batu Aji, Sabtu (09/10).
“Mungkin dari hasil autopsi itu kita bisa mengevaluasi korban ini meninggal karena apa. Selain itu kami sedang mendalami bukti-bukti dan memanggil saksi-saksi yang ada,” pungkasnya. (Hendra)


