BatamNow.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Ides Madri berjanji akan memanggil ke-21 Puskesmas di Kota Batam untuk melakukan evaluasi kualitas pelayanan.
“Bukan hanya Puskesmas Tanjung Buntung tapi semua Puskesmas. Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Ides kepada BatamNow.com, Jumat (15/10/2021) malam.
Sebelumnya, Mery Destaria Nainggolan (12) dilarikan ke UPT Puskesmas Tanjung Buntung pada Kamis (14/10) sekira pukul 18.10. Saat itu, Mery dalam keadaan tak sadarkan diri karena tenggelam. Namun saat tiba di sana, tak ada dokter maupun sopir ambulans yang standby.
Sekitar satu jam di Puskesmas itu tak ada didapatkan penanganan medis dari dokter. Dan diduga keras, Mery meninggal di Puskesmas di Bengkong itu.
Melihat peristiwa ini, Ides berpendapat peristiwa hingga hilangnya nyawa siswi kelas 6 SD 007 Bengkong itu murni karena kelalaian.
“Kita anggap ini kelalaian dan ini betul-betul memukul Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas. Sarana dan prasarananya sudah kita buat, kecuali kalau tak ada ambulans, UGD juga tidak kita siapkan. Ini semuanya siap, terus ini lokasinya di kota lagi,” ujar politisi dari Fraksi Golkar ini dengan nada kesal.
Menurut Ides, tidak hanya Kepala UPT Puskesmas Tanjung Buntung saja yang disanksi. “Kalau perlu dinasnya juga bertanggung jawab dan seperti apa komitmennya. Minggu depan, 21 Puskesmas di Batam akan kita panggil,” janjinya.
Diberitakan hari ini, Jumat (15/10) pagi, Kepala UPT Puskesmas Tanjung Buntung dr Suriyati memang telah dicopot dan diganti dengan Pra Reda Gusti SKM.
“Kita berharap masyarakat banyak memberikan masukan kepada kita khususnya juga media. Jadi hak masyarakat apalagi seperti kesehatan dan pendidikan itu mutlak,” pesannya.
Ides mewakili DPRD Kota Batam juga menyampaikan ucapan belasungkawanya. “Tentunya kita turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kepada keluarga semoga diberikan kesehatan dan ketabahan,” pungkasnya.(LL)

