Klasterisasi Wilayah Dorong Percepatan Pembangunan di Kepri - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Klasterisasi Wilayah Dorong Percepatan Pembangunan di Kepri

by BATAM NOW
15/Okt/2021 23:44
Klasterisasi Wilayah Dorong Percepatan Pembangunan di Kepri

Ketua Umum Kerabat Provinsi Kepulauan Riau (KPKR) Jabodetabek, Oecky Rasman Rasyid. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang terdiri dari pulau-pulau menjadi berkah tersendiri bagi provinsi yang secara resmi memisahkan diri dari Riau pada tahun 2004 ini. Namun, bila tidak dikelola dengan baik, kemajuan daerah akan sulit dicapai.

“Kepri yang merupakan daerah kepulauan, tentu menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan pembangunannya. Salah satu yang mungkin bisa dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah tersebut adalah model klasterisasi wilayah. Dengan diklaster, maka setiap wilayah akan terfokus dengan bidang masing-masing,” ungkap Ketua Umum Kerabat Provinsi Kepulauan Riau (KPKR) Jabodetabek Oecky Rasman Rasyid, dalam perbincangan dengan BatamNow.com pada Kamis (14/10/2021).

Dia mencontohkan, Kabupaten Bintan yang dinilai lebih cocok dijadikan pusat pendidikan di Kepri. Jadi, untuk melanjutkan sekolah, anak-anak cukup pergi ke Bintan, tidak perlu lagi ke Pulau Jawa. Demikian juga Kota Batam yang sudah sejak lama menjadi sentra industri dan bisnis.

Hal yang sama juga bisa dikembangkan di wilayah Tanjung Balai Karimun. Sementara Natuna dan Anambas bisa dijadikan sentra pariwisata. Bisa saja dibuka penerbangan singkat dan berbiaya murah dari Batam ke pulau-pulau sekitarnya. Begitu juga daerah-daerah lainnya, mungkin bisa dikembangkan menjadi sentra pangan dan lainnya. “Jadi, tidak semua aspek ada di suatu daerah,” tandasnya.

Tidak itu saja, sambung Oecky, sebagai daerah kepulauan, tentu sangat cocok dikembangkan usaha perikanan. “Tidak perlu gunakan APBD untuk memaksimalkan potensi perikanan. Cukup bentuk koperasi, di mana ownernya adalah seluruh masyarakat di Kepri. Pemerintah setempat dalam hal ini cukup memfasilitasi saja,” terang Komisaris Utama Medical Haji Jakarta ini.

Baca Juga:  Menkes Beberkan Indikator yang Harus Dipenuhi agar Covid-19 Jadi Endemi

Dikatakannya, saat ini penduduk di Kepri ditaksir sekitar 2 juta jiwa. Bila 500 ribu orang saja yang menjadi anggota koperasi dengan setoran setiap bulan sebesar Rp 100 ribu per orang, maka akan diperoleh modal awal Rp 50 miliar.

“Dengan uang sebesar itu, dibuatkan kapal nelayan dalam jumlah banyak. Kebetulan galangan kapal pun banyak di Kepri. Kapal itu nanti digunakan oleh para nelayan untuk melaut. Hasilnya dijual ke koperasi,” urainya.

Dengan banyak kapal nelayan beroperasi di perairan Kepri, tidak akan ada lagi kapal-kapal asing yang masuk. Apalagi, kalau kita kerjasama dengan Bakamla atau Polisi Air setempat untuk menjaga wilayah perairan Kepri.

“Intinya, bagaimana pemerintah bisa menggerakkan rakyatnya untuk berusaha dengan inovasi-inovasi. Kalau itu bisa terjadi, maka APBD Kepri akan bertambah, rakyat pun akan sejahtera,” yakinnya.

Oecky berkeyakinan model klasterisasi wilayah mampu mempercepat pembangunan di Kepri. “Ibaratnya, jangan satu orang mau buka warung kopi, lalu yang lainnya juga buka usaha yang sama. Kalau semua begitu, lalu siapa yang bakal jadi konsumennya? Harus ada pembagian yang jelas (klasterisasi) supaya semua bisa sama-sama maju dan berkembang dengan bidang masing-masing,” pungkasnya. (RN)

Berita Sebelumnya

Melalui Sharing Session, BP Batam Paparkan Pengembangan Infrastruktur pada Berbagai Sektor di Pulau Batam

Berita Selanjutnya

Polda Sulteng Usut Kasus Kaposlek Diduga Setubuhi Anak Tersangka Modus Bisa Bebas

Berita Selanjutnya
Polda Sulteng Usut Kasus Kaposlek Diduga Setubuhi Anak Tersangka Modus Bisa Bebas

Polda Sulteng Usut Kasus Kaposlek Diduga Setubuhi Anak Tersangka Modus Bisa Bebas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com